
-SELAMAT MEMBACA-
.....
Singapura
Axel berada di rumah sakit bersama Rio, ya, Axel sementara menjalani konsultasi terkait kondisi kesehatannya yang belakangan ini menurun. Rio tetap bersamanya karena orang tuanya tidak tahu menahu mengenai kondisi kesehatannya sekarang.
“tidak ada yang perlu anda takutkan tuan Axel. Hanya saja, anda perlu menjaga agar pikiran anda jangan terlalu terbebani, jadi jangan stress, hindari alkohol, jangan terlalu memfokuskan diri untuk rutin bekerja, perbanyak istirahat.” Jelas dokter yang dulu menanganinya. Dokter itu juga merupakan kenalan ayahnya.
“syukurlah kalau gitu dokter. Saya takutnya akibat kecelakaan waktu itu terjadi sesuatu yang parah pada kepala saya” ucap Axel
“tidak tuan. Itu karena anda belum sembuh total, tetapi anda memaksakan diri melakukan pekerjaan yang menguras energi juga emosi” jelas dokter
Axel memang menyadari itu, semenjak ia keluar dari rumah sakit, ia fokus kembali ke pekerjaan yang sudah ia tinggakan beberapa bulan lamanya. Satu hal juga yang tak kalah penting, ia terlalu mempusatkan pikiran dan perasaannya kepada Nala dan Rain. Sampai-sampai ia tidak mempedulikan kondisi kesehatannya yang belum fit total.
“baik dok. Saya permisi dulu. Slamat siang” ucap Axel
“ia tuan Axel. Jangan lupa minum vitamin yang sudah saya resepkan itu yah”
“ia dokter. Terimakasih”
Axel dan Rio pun bergegas keluar dari ruangan dokter.
“Ax, loe uda dengar kan yang tadi dokter bilang? Perbanyak istirahat dan jangan stresss.” Tekan Rio
“ia, gue tau. Gak usah loe ulangi kali” balas Axel
“cih. Gue gak yakin loe mau dengarin apa kata dokter”ucap Rio
__ADS_1
“gue dengarin kok. Dan gue ikut maunya dokter. Tapi hanya minum vitaminnya doang. Lagian gue kesini hanya ingin memastikan ada sesuatu yang salah gak sama tubuh gue, tapi kalo sebatas gitu doang mah, tenang.” Ucap Axel Santai
“di bilangin nyolot loe. Gak dengar apa kata gue, ntar waktu pas dapetin si Nala, loe udah keok duluan. Hahahaha” ucap Rio sambil menertawakan Axel.
“sialan loe. Loe nyumpahin gue mati yah?” teriak Axel karena Rio udah terlanjur melarikan diri tadi.
Axel berjalan mengikuti Rio yang udah duluan masuk ke mobil.
“loe mau langsung balik ke Jakarta yah bro”tanya Rio saat Axel sudah memposisikan dirinya di tempat duduk samping kemudi.
“gak. Gue masih mau di sini. Loe kan tahu sendiri, Nala mau kesini. Gue punya rencana saat dia sudah berada disini” balas Axel
“ia yah. Terus gimana sama Rain”tanya Rio lagi
“biarin aja. Gue percaya sama Nala. Apa yang dia putuskan, gue mendukungnya. Terserah Rain mau lakuin apa, yang penting jangan sampai melecehkannya dan mencelakainya. Loe harus tetap pantau si Bunga dan juga Tessa.” Ucap Axel
“tenang aja. Bunga masih aman kok. Dia emang licik, tapi kelicikannya untuk tetap bersama Rain akan menjadi keuntungan nanti buat loe. Kalo Tessa, yah biasa, dia masih terkurung di rumah itu dengan penjagaan ketat, dan dia gak mungkin bisa keluar dari sana kalo tidak ada yang menolongnya.” Jelas Rio
“ia loe benar. Gue gak nyangka Ax. Rain sampai berbuat nekat seperti itu. Mengurung orang yang mengandung anaknya dan mengejar cinta seseorang yang jelas-jelas sudah ia khianati” ucap Rio
“iya. Gue nyesal banget dari dulu biarin Nala sama Rain” ucap Axel dengan wajah yang sendu.
“loe yang sabar Ax, loe masih mending bisa liat Nala, lah gue, sampai sekarang belum ketemu dimana dia berada. Gue sangat merindukannya Ax. Sangat” ucap Rio
“kenapa kisah percintaan kita gini amat yah bro, apa ini karma karena kita terlalu mempermainkan anak orang?”
“iya yah. Sedih hati ini bang.” Gumam Rio
“cih. Sedih tapi masih aja jelalatan sana-sini” balas Axel
__ADS_1
“itu salah satu bentuk cara gue buat ngilangin dia dari pikiran gue. Biar gue gak Gila. Loe tau kan gue kalo ingat dia mau mati rasanya. Gue juga masih waras main aman bro. Jadi gak takut kalo nanti ada yang datang minta pertanggungjawaban dari gue. Kalo loe main aman gak? Awas kalo gak, pas udah dapatin Nala, Nala malah pergi lagi karena kamu bikin bu*ting anak orang”
plakk
Axel menampar pipi Rio pelan “yah gak lha, gila loe. Gini-gini gue masih perj*ka loh. Haisshhh”Axel menghela napasnya” gue mau saat melakukannya harus dengan Nala. Karena gue juga tau dia masih Per*wan. Makanya selama ini gue main yah gitu-gitu aja lah. Loe ngerti kan. Yah walaupun hampir seluruh badan gue gak suci lagi, tapi yang itu gak. Nala adalah orang pertama dan terakhir yang akan merasakannya” ucap Axel bangga sambil senyum-senyum sendiri memikirkan dia saat nanti bersama Nala.
“sadar woe. Mikirin apa loe. Mikirin loe gituan yah sama Nala. Astaga sadar bro” sentak Rio. Axel pun tersadar dari lamunannya.
“loe bisa nggak sih jangan ngagetin orang? Lagi enak-enakan juga bayanginnya” ucap Axel
“emmm. Benarkan, udah gak waras loe”
“emang loe gak. Setiap orang yang loe tidurin selalu nyebut-nyebut nama si doi loe. Bangke”
“tau ah. Terserah loe. Emang itu tujuan gue nidurin cewek sambil bayangin dia. Lagian terserah gue lha, mereka gue bayar kok”
“hah. Yaudah kita sama berarti”
Mereka berdua terus berdebat tak menentu. Membahas hal-hal mesum mengenai perempuan spesial mereka masing-masing.
...
Apartemen Bunga
Bunga duduk bersandar di ujung tempat tidurnya sambil membuka galeri handphonenya yang berisi foto-foto Rain dan Axel.
“kak Axel. Maaf yah. Cinta aku terbagi sekarang. Aku sepertinya benaran suka sama kak Rain. Tapi kak Axel tenang saja. Di hati aku, masih tersimpan nama kakak kok. Aku akan dapetin kalian berdua.” Ucap Bunga pada foto Axel yang sedang di usapnya
“dan kamu kak Rain. Walaupun secinta apa kamu sama Nala. Kamu gak bisa nahan hasrat kamu kalo udah berduaan sama aku kak, aku tau itu. Hanya saja kakak mati-matian nyembunyiinnya. Kakak bilang suka sama aku. Itu udah cukup. Sekarang aku hanya akan bermain cantik. Agar kakak merasa aku udah benar-benar berubah. Gak lama lagi kita akan kembali bersama. Aku inginnya, kakak kembali dulu sama Nala. Biar gak ada yang curiga sama kita. Tapi aku akan tetap minta kakak buat menjalin hubungan lagi sama aku. Karena tujuanku selain bersenang-senang lagi sama kak Rain aku juga ingin membuat iri Nala. Akan ku buat setiap saatnya terasa seperti tidak dinginkan dan di cintai. Aku akan merampas semua perhatian kakak. Nala tunggu saja hari dimana kamu akan hancur sehancur-hancurnya” Bunga berbicara sendiri pada hapenya seperti orang gila.
__ADS_1
Udah gila emang thu orang
BERSAMBUNG.......