Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Memutuskan Pertunangan


__ADS_3

Selamat Membaca!!!


...


Setelah kejadian mendadak di telpon sama Axel, Nala jadi kepikiran terus sama Axel.


Dalam pikiran Nala, ia berpikir Axel selama ini kemana saja, menghilang dan baru ada kabar SkaranG. inGin rasanya Nala menanyakan lebih tapi ia canggung.


"Stop mikirin kak Axel Nala. Loe harus fokus mempersiapkan diri untuk mengikuti Pertukaran mahasiswa ini" gumam Nala.


Sambil menunggu Bella datang, Nala ingin berbicara dengan Rain. Ingin menyampaikan padanya perihal kegiatan kampus ini. Nala menelpon tapi Rain tidak mengangkatnya. Nala berpikir sepulang dari kampus nanti akan Nala beritahu.


Tak lama, Bella pun datang. Nala dan Bella dengan gembira melaju ke kampus mereka.


Selama seminggu ini, Nala akan jarang masuk kelas. Karena seminggu ini perwakilan kampus yang akan mengikuti program pertukaran mahasiswa akan mendapat pembekalan dari dosen mereka.


Jadi, sesampainya di kampus, Nala dan Bella terpisah jalan. Nala ke ruang Aula dan Bella menuju kelas. Walaupun begitu mereka akan saling menunggu jika salah satu dari Antara mereka duluan selesainya.


Seperti saat ini, walaupun sudah sore, tapi Bella dan Juan dengan setianya Menunggu Nala.


"Ju. Tau gak. Kemarin aku Labrak tuh si Bunga. Haha. Puas banget gue."


"Ngelabrak gimana Bell. Kamu itu yah."


Bella menceritakan semua kejadian dimana dimulai dari dia dan Nala mengikuti Bunga hingga aksi tampar-tamparan itu terjadi.


Hahahaha. Bella masih tertawa memikirkan kejadian kemarin.


"Aku senang aja liat dia Ju. Muka sok polosnya itu loh. Prediksi gue ni kemarin kalo gak ada kak Rain kita mungkin Uda merantem hebat. Hanya saja karena ada kak Rain, Bunga nahan emosinya yang hampir meledak. Aku suka liat dia kesal kayak gitu. Hahah"


"Tapi kamu dan Nala harus hati-hati Bell. Hm dari sifatnya seperti itu, takutnya dia akan membalasnya lebih sadis lagi"


"Tenang aja. Aku pastikan semua rencananya akan gagal total"


"Ia. Tapi kamu harus tetap hati-hati" kata Juan sambil mengusap lembut rambut Bella. Bella hanya mengangguk.


Setelah menunggu beberapa saat, Nala pun keluar dari ruangan, tapi tidak sendirian, karena Nala datang dengan kakak Senior mereka dulu yang suka kasi hukuman buat Nala, siapa lagi kalo bukan kak Andre.


"Kok bareng kak Andre Na?" Tanya Bella.


''oh. Kak Andre juga ikut Bell perwakilan angkatannya Bell" jawab Nala.


"Ia. Gue ikut. Gak taunya ada Nala juga" kata Andre.


"Bagus kalo gitu, biar Nala ada yang jaga" ucap Bella


Mereka bergegas pulang. Bella yang mengantar Nala pulang. Tapi sebelum itu, Nala ingin ke rumah Bunga, karena tadi katanya Bunga sakit, Nala ingin tau. Benar apa gak.


Bella melajukan mobilnya ke rumah Bunga. Sesampainya di sana. Orang tua Bunga tidak berada di rumah. Begitupun Bunga. Kata Asisten rumah tangga mereka, Bunga dari kemaren ke apartemen belum sempat pulang. Nala dan Bella jadi curiga.


"Bell. Jangan-jangan kak Rain gak angkat telpon gue karena lagi berduaan sama Bunga."


"Bisa jadi. Coba loe telpon lagi kak Rain. Eh sebelumnya telpon dulu ke kantor kak Rain" Kata Bella.


Nala menelpon.


"Hallo mba Rin, ini saya Nala. Kak Rainnya Uda pulang apa belum yah mba. Soalnya Nala telpon tapi tidak diangkat mba"


"Oh Nala. Maaf dek. pak Rain nya hari ini gak masuk dek. Katanya adenya lagi sakit" jawab mba Rina


"Oh ya udah. Makasih yah mba"


"Ia Sama-sama"

__ADS_1


Nala mematikan sambungan teleponnya.


"Bell. Gue yakin kak Rain pasti lagi sama Bunga, karena tadi pagi Bunga ngirim pesan ke gue katanya lagi sakit dia"


"Coba loe telpon thu tunangan loe, Ups mantan tunangan maksudnya" Bella menutup Mulutnya.


Nala menelpon Rain. Nomornya aktif, tapi tidak di angkat. Nala kembali memanggil pada dering ketiga, panggilannya di jawab.


"Hallo kak. Kak Rain lagi dimana? Bisa ketemu gak. Ada yang mau Nala omongin"


"Maaf Nala. Kakak masih di kantor. Kerjaan masih numpuk. Sepertinya kak Rain lembur deh"


"Yah. Yaudah deh. Lain kali aja kak. By"sambungan terputus.


"Bell. Loe benar. Ayo capcus. Gue gak usah pura-pura kali yah. Tangan gue gatel banget sumpah"


"Yaudah. Kita jadikan samsak mereka berdua"


Bella melajukan mobilnya ke apartemen Bunga.


Sekarang Bella dan Nala sudah berdiri manis di depan pintu. Nala menarik nafas dalam-dalam, sebelum memencet bel.


Tak lama, pintu itu, orang yang membuka pintu kagetnya bukan main.


"Nala, Bella.."


"Hai Bunga. Maaf yah. Baru jengukin SkaranG"


Bunga Mematung.


"Eh i..ia. Gak apapa kok. Uda baikan juga gue"


Nala melirik ke samping ada sepasang sepatu yang sangat Nala kenali. Yah sepatu itu milik Rain.


"Ayo silahkan masuk." Dalam hati Bunga berharap Rain udah minggat dari sofa.


Mereka bertiga masuk ke dalam.


"Loe sendiri yah." Tanya Bella


"Ia. Gue sendiri kok"


"Tapi kok ada dua gelas yah di meja, masih anget lagi"


Skakmat


"Oh itu tadi teman gue datang. Teman gue dari Jerman. Barusan aja puLanG"


Bella dan Nala Pura-pura bed oh ria.


"Eh. Bunga. Kak Rain ada hubungi loe gak. akhir-akhir ini kayaknya sibuk Banget. Kak Rain itu Uda beda SkaranG"


"Gak kok. Dari kemarin gak."


TanpA sepengetahuan mereka, Nala mendial nomornya Rain, dan betapa terkejutnya. Hapenya berbunyi di atas sofa.


"Loh Na. Ini kan hapenya kak Rain?" Tanya Bella


"Jadi teman yang loe maksud itu kak Rain? Munafik loe Bunga. Gue uda curiga, tapi gue masih kasih kesempatan ke kalian berdua buAt ngaku. Tapi kalian makin ngerunjak."


Plak


Tamparan keras melayang di pipi kanan Bunga. Nala tau. Rain melihatnya. Makanya ia sengaja menampAr BungA"

__ADS_1


"Bangsat. An*ing loe" marah BungA yang ingin menampar bAlik tapi sayang di halAngin oleh Bella.


"Hahahaha. Akhirnya sifat asli loe keluar Jala**" Ucap Nala.


"Kak Rain gak usah sembunyi. Gue udah tau kok loe ada disini." Nala gak lagi manggil aku kamu.


Rain pun mendekat.


Nala berjalan mendekati Bunga dan ingin menamparnya lagi tapi suara Rain menghentikan nyA.


"Nala cukup" bentak Rain.


"Oh. Di bela jalan*nyA Bell. Haha"


"Nala jangan kasar kamu yah. Udah berulang kali kamu nyakitin Bunga. Tapi dia diam aja. Aku kan Uda bilang. Kalo Bunga penting buat aku"


"Sepenting itukah? Wah kerennya cowok brengsek sama cewe Mura*an. Emang cocok"


"Cukup Nala" Rain mengangkat tangan kanannya hendak menampar Nala, namun tangan seseorang menghalangi. Dan yang tak mereka sangka, ternyata Andre orangnya.


"A*Jing main tangan loe Sama cewek. Banc* loe*


"Siapa loe"


"Gue.? Perkenalkan gue calon pacarnya cewek yang mau loe gampar"


Deg


Rain Membeku di tempat.


"Terimakasih karena telah mengkhianati gadis sebaik Nala demi Pela*ur ini" tunjuk Andre ke wajah Bunga.


"Haha. SkaranG semuanya Uda. Ketahuan. Gue mengaku emang bermain diam-diam di belakang loe" kata bunGa


"Bunga diam" bentak Rain.


Rain sekarang fokusnya ke Cowok songong ngaku-ngaku calon pacarnya Nala. Rain sempat melihat ke arah jari manis Nala ternyata cincin pertunangannya sudah tidak melingkar di jari itu lagi.


Nala yang tau kemana arah pandangan Rain. Nalapun tertawa lepas.


"Nyari cincinnya. Ups Uda gue buang. Haha"


"Nala, kamu?"


"Kenapa? Loe kira gue orang bodoh. Gue kan udah bilang berkali-kali. Saat loe mendua, hubungan kita berakhir. Dan yah. Sekarang gue Nala Kejora memutuskan hubungan pertunangan gue sama Loe Rain Koch. " Nala beralih memandang ke arah Andre"dan gue Nala Kejora, Sekarang menerima kak Andre sebagai kekasih gue" sambungnya.


Jantung Rain hampir copot mendengar penuturan Nala.


"Jangan gila kamu Nala. Sampai kapanpun kamu tetap milik aku" ucap Rain


"Jangan mimpi."


Nala berjalan mendekati Rain dan


Plak.


Satu tamparan lagi di wajah Rain. Belum puas sampai situ, ia melangkah ke arah Bunga.


Dan plak plak plak


Tamparan bertubi-tubi di layangkan Nala kepada Bunga.


"Selamat untuk kalian berdua pasangan fenomenal yang serasi. ****** dan Brengsek. Ayo kita capcus sayang."Nala menggandeng tangan Andre. Bella mengikuti dari belakang. Saat Rain hendak menyusul, ia di tahan oleh Bunga.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2