
Maaf kalo masih ada typo.
-Selamat Membaca-
.....
Sudah seminggu berlalu. Sejak kedatangan Nala dari Singapura. Karna libur, Nala menyibukan diri untuk beristirahat di rumah, tak lupa ia sesekali keluar karna ajakan Bella, Juan maupun Rain.
Sudah seminggu ini juga mata-mata Axel yang dulu adalah mata-mata Rain mengabarkan kalo Rain tidak pernah bertemu Bunga. Tapi sering mengirm pesan dan menelpone Bunga saja. Ternyata tanpa sepengetahuan Rain, mereka sudah menyadap ponselnya Rain.
Begitu pula dengan Axel, sudah seminggu ini ia tidak bertemu langsung dengan Nala. Ia hanya memantau Nala dari kejauhan, karna ternyata skarang Rain diam-diam mencurigai mata-matanya sendiri, karna sudah beberapa bulan ini, menginformasikan hal yang sama tapi Rain merasa ada yang tidak beres. Makanya ia menyuruh orang lain untuk mengikuti Nala jika ia tidak ada bersamanya.
Suatu ketika, Axel yang ingin menemui Nala, melihat gerik-gerik seseorang yang mencurigakan, tiga hari belakangan ini ia baru tau kalo itu orang suruhan Rain. Bukan Cuma satu tapi ada dua, namun satunya lagi tidak tau siapa. Mereka belum tau identitas satu orangnya lagi.
Makanya akhir-akhir ini Axel menjadi was-was. Ia berpesan pada Nala agar jangan memberikan hapenya kepada Rain takutnya di sadap oleh Rain. Nala yang mendengar info itu juga semakin tak suka dengan Rain yang sekarang.
....
Nala sedang berada dekat kolam ikan di samping rumahnya, ia sementara memberikan makan pada ikan-ikan peliharaannya itu.
Setelah itu, ia bersantai di sebuah kursi panjang yang berada disitu.
Tringgg...
Tringgg...
Bunyi panggilan masuk. Nala melihat layar ponselnya, ternyata kekasih hatinya menelpone. Nala mengangkat tapi langsung mengubahnya ke panggilan video.
Ternyata Axel sedang berada di dekat kolam.
“hai sayang” sapa Axel dengan senyum mempesona.
“hai kak. Nala kangen deh” ucap Nala
“ia. Kakak juga. Tapi bersabarlah, Rain ternyata membayar orang lain mengikuti kegiatan kamu, sepertinya dia mulai sedikit curiga. Makanya, bersabar sedikit saja untuk tidak bertemu sayang. Kamu merindukan kakak, kamu tau, kakak jauh merindukan kamu.” ucap Axel.
“ia. Tapi tidak apa-apa. Mendengar suara kakak, dan melihat wajah tampan kakak walaupun hanya di layar seperti ini, sudah sedikit mengurangi kerinduan Nala kak”
“ia. Sama sayang. Oh ia, beberapa hari ke depan, kakak akan mengikuti acara pesta penyambutan dari PerusahAan Rio. Ia kini di angkat menjadi pemimpin baru menggantikan ayahnya. Rain pasti mendapat undangan juga sayang”
“oh yah? Selamat kalo gitu untuk kak Rio.
“kamu bisa mengucapkan selamat langsung padanya sayang” ucap Axel
__ADS_1
“tapi aku sama kak Rio sudah jarang ketemu kak”
“tadi aku bilang, Rain pasti mendapatkan undangan juga, kalo dia mendapatkan undangan itu, percaya deh, dia pasti ngajakin kamu buat datang bersamanya. Di lihat dari wataknya, ia pasti ingin memperkenalkan kamu kepada rekan-rekannya.”
“tapi kalo aku gak diajak gimana kak?”
“datanglah bersama kedua orang tuamu sayang. Karna orang tua kamu juga mendapatkan undangannya sayang.”
“ oh ia kak. Pasti aku datang. Bisakah kakak mengaturnya untuk kita bertemu nanti?” ucap Nala.
“ia. Akan kakak usahakan, tentu saja dengan sedikit bantuan dari Rio, heehe”
“yes.” Girang Nala” Aku ingin memeluk kak Axel” ucap Nala malu-malu
“haha” Axel tertawa melihat tingkah Nala, sungguh ia rasanya ingin menghampiri Nala dan langsung menikahinya agar ia dapat melakukan apapun padanya tanpa takut dosa.
“kakak juga sayang. Umurmu mendekati 19 tahun yah, kira-kira kamu bisa lulus kuliah berapa tahun lagi sayang?” tanya Axel.
“kira-kira dua tahunan lebih lagi kak. Emang kenapa?” tanya Nala penasaran.
“dua tahun lagi. gak apa-apa. Gak lama itu. Delapan tahun saja aku bisa nunggu, ini hanya dua tahunan. Sabar Ax kamu pasti bisa.” Ucap Axel dalam hati.
“kak, kenapa emang?” tanya Nala lagi, karna Axel tak kunjung menjawab pertanyaannya tadi.
“ehm. Tidak apa-apa sayang. Kakak Cuma nanya kok.?” Balas Axel.
Nala kaget mendengar klakson dari sebuah mobil yang memasuki pekarangan rumahnya. Mobil itu mobilny Rain.
“kak. Kak Rain kesini” ucap Nala.
“jangan di matikan. Biarkan saja. Aku ingin mendengar pembicaraan kalian” ucap Axel. Axel sangat tidak suka kebersamaannya dengan Nala di ganggu.
“baiklah kak” jawab Nala. Nala memasukan handphonenya ke dalam saku celananya karna melihat Rain datang menghampirinya.
“hai sayang. Lagi apa?” tanya Rain basa-basi.
“lagi beri makan ikan-ikan peliharaan aku ini kak” jawab Nala.
“ikannya cantik-cantik yah. Kayak pemiliknya” gombal Rain. Bukannya suka akan gombalan Rain, Nala malah risih, tapi ia terpaksa memaksakan senyumnya.
“kakak bisa aja” jawab Nala seadanya.
Di seberang sana, ada yang terbakar cemburu. Hehe. Axel sedang mengumpat Rain setengah mati.
__ADS_1
“kamu ada waktu kah sayang sabtu ini?” tanya Rain.
“gak ada kak. Kenapa?” tanya Nala balik
“kakak dapat undangan dari teman kakak Rio, ke acara pesta penyambutannya sebagai CEO baru di perusahaannya. Kakak ingin mengajak kamu pergi bersama kakak ” ucap Rain.
“mm, boleh kak. Sabtu nanti Nala bakalan ikut sama kakak” jawab Nala
“ok, esok kita akan ke butik untuk membeli gaun buat kamu” ucap Rain.
“gak usah kak. Aku udah punya kok. Baru di beliin sama Mama” tolak Nala.
“tapi itukan dari mama kamu. bukan dari kakak, karna kakak yang ngajak kamu pergi. Kali ini gaunnya kakak yang beliin” ucap Rain
“tapi kak..”
“tapi apa. Kenapa harus kamu tolak Nala” suara Rain sedikit kesal.
“loh kok dia jadi marah sih” batin Nala.
“ ok kak. Kalo gitu. Esok nanti kita beliin gaun buat aku. Tapi apa boleh di butiknya mama Sandra? Gaunnya bagus-bagus Nala suka.” Ucap Nala
tersenyum. Tapi tidak dengan Rain. Ia mengernyitkan alisnya. Ia sedikit berwajah masam.
“mama Sandra? Bukannya itu butiknya mamanya Axel? Kamu kenal mamanya Axel? Kok manggilnya mama? Seakrab itukah kamu dengan keluarganya Axel?” pertanyaan bertubi-tubi datang dari Rain.
Nala terdiam. Salah ngomongkah ia tadi?
“i.. it.. ituu kak. Maksud Nala, mamanya kak Axel juga teman ibu. Ibu sering belanja ke butiknya kak.”
Rain tidak puas dengan jawaban yang Nala berikan, ia masih memandang Nala tajam. Ingin Nala memaki Rain sekarang, tidak tau diri skali, Nala hanya menyebut nama Mamanya kak Axel ia sudah marah, apa kabarnya ia dan Bunga yang dulu mengkhianatinya.
“tapi. Kenapa kakak harus marah kalo Nala dekat-dekat sama keluarganya kak Axel?” tantang Nala balik
“yah marah lah. Axel itu suka sama kamu. GAK PANTAS KAMU DEKAT-DEKAT SAMA DIA DAN KELUARGANYA NALA.” Bentak Rain.
Nala terlonjak kaget. Ia hampir menangis karna di bentak seperti itu.
“ada hak apa kakak ngelarang aku. Cuma sebatas tunangan aja, mau ngurusin semua yang ada di hidup aku. KAKAK TAU, KAKAK TIDAK BERHAK” bentak Nala balik.
“NALA” teriak Rain marah. “sudah berani yah kamu bentak aku”
“apa yang kalian ributkan?”
__ADS_1
Deg ....
Bersambung...