
Mohon maaf kalo masih ada typo.
SELAMAT MEMBACA!!!
...
Dua minggu telah berlalu setelah pertunangan Rain dan Nala di langsungkan.
Nala juga perlahan-lahan mulai membuang perasaan cemasnya terhadap Axel.
Kini hubungan Rain dan Nala berjalan lancar tidak ada gangguan apapun. Setiap ada kesempatan, Rain selalu mengajak jalan Nala atau mengantar jemput Nala ke kampus.
Seperti hari ini. Rain sudah standby dari beberapa menit yang lalu di rumah Nala. Sebelum ke kantor, ia akan mengantar Nala dulu.
Nala turun seperti biasa, sangat anggun dan cantik. Ia berlari dan memeluk Rain. Sedikit bermanja-manja dengannya.
"Uda siap sayang?" Nala mengangguk. "Ayo kita berangkat"
Nala dan Rain bercerita panjang lebar di dalam mobilnya. Salah satu Tangan Rain tak terlepas dari jemarinya Nala. Sesekali Rain mengecup jemari Nala. Sikap Rain yang seperti ini pantas saja membuat Nala cepat luluh.
Tak berselang lama, mereka sudah tiba di depan kampus Nala.
"Blajar yang rajin. Selain Juan, gak boleh ada pria lain lagi yang menjadi teman kamu. Aku gak suka" Nala tersenyum dan mengangguk.
"Aku pergi yah." Rain mengangguk
Cup
Satu kecupan di pipi Rain dari Nala. Rain tercengang. Biasanya Rain yang selalu duluan menciumnya. Tapi kali ini Nala yang berinisiatif menciumnya duluan. Betapa bahagianya Rain. Itu berarti hubungannya dengan Nala bertambah maju lagi pikirnya.
Nala melihat mobil Rain melaju dari depannya ia pun Berjalan ke dalam kampus sambil bersenandung gembira.
"Cie cie. Lagi kesambet apaan ni orang. Mukanya ceria amat" seru Bella dari arah Samping.
"Ada deh. Mau tau aja loe" jawab Nala.
"Eh semenjak Loe tunangan sama kak Rain, loe jarang banget Na Nongkrong sama kita. Benar gak Ju" kata Bella.
"Ia Na. Loe susah banget tau kalo diajak keluar? Kak Rain kayak gak terlalu suka sama kita."
"Gue ngerasa seperti itu juga sih" tambah Bella.
Nala terdiam. Masa sih Rain gak suka aku berteman sama mereka. Justru mereka yang selalu ada di kala Gue Bermasalah Sama kak Rain.
"Perasaan Kalian aja kali. Kak Rain itu orangnya gak kayak gitu. Percaya deh sama gue" ucapan Nala seakan membela Rain.
"Yaudah. Tapi insting gue itu gak pernah salah yah" Timpal Bella.
__ADS_1
"Loe kayak Cenayang aja Bel" ucap Juan
"Gue gak bercanda. Hm..." Bella menjeda kalimatnya dan melihat kearah Juan" gue tau loe udah mulai ada rasa kan sama gue Ju, tapi loe gengsi aja" lanjut Bella to the point.
Juan gelagapan.
"Apa-apaan loe, siapa juga yang suka sama cewek centil kayak loe" Bohong Juan
"Isstt. Gue salah yah. Oke deh. Kalo loe gak suka yaudah. Gue trima aja Cinta dari kak Revan. Lagian kalian sama-sama ganteng kok" Ucap Bella memancing.
Juan kaget. Apa? Revan? Senior kita yang sok kecakepan itu? Gak gak gak.
"Jangan berharap loe bisa jadian sama dia" Bentak Juan.
"Urusannya apa sama loe"
"Loe kan teman gue. Lagian si Revan itu playboy Bel."
"Cuman teman aja kan. Alah, playboy tapi uh ganteng banget."
Sementara mereka sedang berbalas-balasan kata, Revan Tiba-tiba datang menghampiri.
"Hai Bell. Gimana?" Tanya Revan tanpa basa basi.
Juan Mengepalkan tangannya kuat. Wajahnya terlihat marah, saat Bella tersenyum pada Revan.
Saat Revan dan Bella berlalu, Nala melihat tingkah Juan tidak seperti biasanya. Mukanya seakan sedang menahan amarah.
"Kalo suka yah bilang, duluan di ambil orang baru tau rasa loe" Nala tambah memanas-manasi Juan.
Juan diam aja.
"Gue tau kok loe dulunya suka sama gue. Tapi gue cuman nganggap loe teman Ju. Gue tau loe cowok setia. Karna loe mendam perasaan suka loe ke Bella karna loe gak mau rasa itu menggeser perasaan suka loe ke gue kan? Alah. Gue bersyukur banget punya loe Ju. Sini Gue peluk" Nala mendekat dan Memeluk Juan."yaudah. Sekarang loe kejar Cinta loe. Jangan sampe terlambat. Ayo. Tunggu apalagi" Nala melanjutkan.
Juan melihat Nala dengan tatapan Penuh trimah kasih. Nala mengangguk. Menyemangati Juan.
"Selamat Berjuang Ju"
Juan berlari untuk Menemui Bella.dari kejauhan, Juan sudah sedikit mendengar Percakapan mereka.
"Kak Revan, gue.. gue.." ucapan Bella terputus karna ada suara seseorang menyela.
"Dia gak trima pernyataan Cinta loe. Dia pacar gue" Bella dan Revan sama-menoleh.
Revan melihat dengan tatapan benci. Sedangkab Bella diam-diam tersenyum senang.
"Yes. Berhasil pancingan gue" ucapa Bella dalam hati.
__ADS_1
"Benar apa yang dia bilang Bel?" Tanya Revan.
"Kita.." Bela belum melajutkan kata-katanya Juan sudah mendekat dan menarik Bella dalam pelukannya.
Cup
Satu kecupan singkat di bibir Bella. Bella terdiam. Revan yang melihat itu berlalu begitu saja.
"Apa-apaan loe?" Bella memukul dada Juan.
Juan memegang tangan Bella dan menggenggamnya.
"Gue Cinta sama loe Bel"
"Gue gak percaya. Cih. Katanya gak suka cewek centil kayak gue"
Juan menggeleng.
"Gue benar benar cinta sama loe Bel. Please mau yha, jadi pacar gue"ucap Juan penuh harap.
"Em. Gimana yah... Sorry gue gak bisa.." Bella Menjeda katanya.
"Kenapa gak bisa Bel. Loe gak suka lagi yah sama gue" kata Juan dengan Wajah yang mulai lesu.
"Gue. Gue itu gak bisa Nolak loe Juan." Bella malu-malu mengatakannya.
Juan tertawa senang.
Juan memeluk Bella erat dan Bella pun membalas Pelukan Juan.
Dari Kejauhan Nala memandang kedua temannya yang tengah falling in love.
"Akhirnya jadian juga."ucap Nala dan bergegas duluan ke kelasnya tidak mau mengganggu kedua temannya yang sedang berbunga-bunga.
Bersambung...
Segini dulu yha readers
Jangan lupa follow Ig nya author yha
#Nalatue
#Author akan usahakan setiap hari update yha guys
#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author
#Dangke
__ADS_1
#Saranghe😍