Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Berdebar


__ADS_3

...


selesai keluar dari tokoh, juan mengajak nala makan dulu sebelum pulang. nala hanya mengangguk tanda setuju, toh dia juga sangat lapar.


mereka memasuki restauran mewah yang ada di mall itu. saat masuk mereka duduk, terus memesan makanan tanpa berbasa-basi lagi, karna memang mereka sangat lapar. saat makan netra mata nala tertuju pada seorang wanita yang tadi berebutan syal dengannya.


wanita itu memandang sinis ke arah nala. nala cuek saja.


habis makan dia ijin ke toilet.


"Ju. aku ke toilet dulu yha"


"Ia Na"


Nala berjalan ke arah toilet, sementara matanya tidak fokus, dari arah berlawanan seorang pria tampan sedang menelpon temannya, nala yang tidak fokus terpleset karna tidak melihat kalau lantainya sedang di bersihkan. dari kejauhan axel yang melihat naranya hampir jatuh dengan refleks membuang begitu saja hp nya dan berlari ke arah nara. axel menangkap tubuh nara yang hampir saja bertemu lantai. axel dan nala jatuh bersamaan dengan nala diatas tubuh axel memeluknya erat sambil masih memejamkan mata. walau santat sakit axel menahannya, dia masih terkekeh melihat nala yang matanya masih terpejam dan memeluk erat tubuhnya. dalam hati axel memohon pada tuhan, bisakah waktu berhenti sejenak? biarkan saja seperti ini. gila memang😁


Nala perlahan-lahan membuka matanya, mata nala dan axel bertemu, seketika jantung keduanya berpacu begitu cepat. debaran di dada keduanya sangat besar. nala tersadar, dan berdiri dari tubuhnya axel. nala masih tidak tau berbicara apa. dia seakan kaku menghadapi axel.


axel yang dari tadi tersenyum diam-diam akhirnya memulai percakapan.


"kamu tidak apapa kan?" tanya Axel


"Eh, I..ia tidak apapa kak" jawab nala masih dengan debaran di dadanya


"lain kali hati-hati. kalo jalan jangan sambil main hp. ingat!!" tegas axel di akhir kalimatnya sambil mengusap lembut puncak kelapa Nala


nala mengangguk


"ia kak, Makasih" Ucap nala sambil menunduk


Axel tau nala malu, dia tiba-tiba memegang dagu nala, Axel mengusap lembut bibir nala. jantung nala tambah berdebar, Axel memajukan wajahnya mendekati wajah nala.


"Shiit" umpan Axel. hampir saja pikir Axel. tahan Ax. tahanπŸ˜‚πŸ˜πŸ˜


Axel berjalan menjauh dari Nala, axel kembali memungut hapenya yang hancur berserakan di lantai. nala masih tetap berdiri di tempat melihat apa yang Axel lakukan.

__ADS_1


Kalo nala pikir-pikir dari pakian yang di pakai pria itu, pasti pria itu orang kaya. kenapa harus bersusah payah memungut benda yang sudah hancur.


Nala berjalan mendekati Axel dan berkata


"Maaf kak. karna aku, hape kakak rusak. kalo di bolehin, aku akan membeli hape baru buat kakak"


Axel terkekeh"gak usah, kalo aku mau, aku bisa beli sendiri, ada hal berharga yang di simpan rapi di dalam hape ini"


"Oh. pasti data penting kantor ya kak. duh maaf yha"


"hal penting itu smuanya tentang kamu Nara. please, jangan bikin aku memeluk kamu nara, wajah sedih kamu aku gak tahan melihatnya sayang" gumam Axel dalam hati


"Gak apapa. oh ia saya Axel. kamu?" tanya Axel pura-pura gak tau


"Aku Nala Kejora, Panggil aja nala kak"


"Ok"


"Sampai jumpa lagi nala" ucap Axel sambil tersenyum berlalu meninggalkan nala


"Semoga ke depannya kita makin akrab Nara. walaupun kamu tidak mengingat aku, aku akan bersabar" gumam Axel


sebelum nala kembali, Axel sudah duluan pergi. ternyata Axel masuk ke dalam restauran. karna tadi dia dan kekasihnya lia sedang makan. Axel mendapat telepon dari rekan bisnisnya skalian mau ke toilet.


nala akhirnya datang, dia menghampiri juan dan mengajaknya pulang. juan menenteng belanjaan yang di dalamnya berisi kado buat mamanya.


"Sayang, coba kamu lihat di sana" tunjuk Lia kekasih Axel yang tak lain adalah wanita yang tadi sempat ribut bersama nala di toko.


Axel mengikuti arah pandang Lia. sontak Axel kaget ternyata Naranya dengan seorang lelaki tapi bukan Rain.


"Sayang tadi aku sama gadis kecil itu berantem, dia begitu kasar sama aku. aku..."


"kamu Apain dia?" potong Axel cepat


Lia kaget.

__ADS_1


"Aku gak ngapa-ngapain dia sayang. aku mana mungkin bersikap kasar. kamu tau sendiri kan?" ucap lia manja di pelukan Axel


sebelum keluar, Nala melihat ke belakang, dan netra mereka kembali bersitatap, Nala yang melihat Axel di peluk cewek, tiba-tiba matanya langsung berkaca-kaca. Nala juga heran kenapa dia seperti ini. Axel yang melihat raut sedih di wajah Nala sontak saja sadar, Ia mendorong lia dan langsung berdiri. Axel menatap mata Nala dan menggeleng-gelengkan kepalanya. seolah-olah Axel ketahuan Selingkuh, dan tidak mau Nala salah paham padanya. Aneh bukan?πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜


Lia yang terjatuh, akhirnya berdiri dan memarahi Axel


"Ax, kamu apaan sih, apa salah aku Axe?" marah Lia


Axel tidak mendengarkan ocehan lia, dia berlari keluar ingin mengejar Naranya tapi di cegah lia.


"kamu mau kemana Ax?"


"bukan urusan kamu" jawab Axel sambil berlalu. belum sempat jauh dari situ, lia berteriak dengan keras dengan tidak tau malunya.


"ih nyibelin banget Axel. kamu kira kamu sendiri Kekasih aku. kamu memang yang paling aku cinta, tapi cinta saja tidak cukup, aku butuh juga kehangatan. dan itu tidak pernah aku dapat dari kamu. kenapa Ax, kenapa kamu nggak pernah mau berhubungan sama aku Ax, apa kurangnya aku? kamu bisa tidur dengan banyak wanita, apakah kamu sebatas itu saja dengan mereka sama kayak aku?"


"mau aku jawab jujur?" tanya Axel dengan aura yang semakin dingin


"ia. aku butuh kejujuranmu Ax" jawab Lia


"Benar. kamu sama saja dengan wanita-wanita lain di luar sana. kamu kira aku mau berbuat sejauh itu dengan kamu atau mereka? mimpi kamu. aku tidak akan pernah mau dengan orang yang sama skali tidak berada disini" tunjuk Axel ke dadanya "tau artinya? itu berarti aku tidak pernah sedikit pun mencintai kamu atau mereka. kamu kira aku nggak tau kamu di luar sana punya banyak selingkuhan? dan kamu tau kenapa aku biarkan saja, karna aku tidak pernah mencintai kamu"


"Apa karna dia, Apa karna Gadis itu Axel?"


"kamu benar. karna dia. dan tidak ada seorang pun yang bisa menggantikannya di hatiku"


"sampai kapan Axel, kamu saja tidak pernah bertemu dengannya lagi Axel."


"kamu salah Lia, dia selalu dekat sama aku. hanya saja..."


"hanya apa Ax?"


"hanya saja, sulit untuk ku gapai saat ini" sahut Axel


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2