
Maaf kalo masih ada typo.
-Selamat Membaca-
.....
Rain mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju apartemennya. Sesampainya di apartemen, Rain mengobati memar di wajahnya, setelah itu ia masuk ke dalam kamar dana mengambil foto dirinya Nala di atas meja.
Rain memeluk foto itu sambil menangis. seakan foto itu adalah Nala Rain mencurahkan semuanya pada foto yang ia peluk.
“maafin kak Rain sayang.” Rain menangis menyesali perbuatannya itu. ia tidak menyangka semuanya bakalan seperti ini pada akhirnya.
“kak Rain cinta sama kamu. kamu tau itu kan? Kak Rain cinta banget. Kenapa skarang dengan mudahnya kamu mengatakan tidak mencintai kakak lagi”
Rain menangis kemudian tertawa memandang foto Nala, seakan ia yang berbicara dengan Nala.
“sayang, jangan benci sama kak Rain yah. Kak Rain tidur dulu. Muachhh” seperti kehilangan separuh hidupnya beginilah keadaan Rain.
Rain tertidur dan terbangun kemudian masih dengan foto Nala yang di peluk. Ia tersadar kini bahwa ia dan Nala sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi. Rain kembali menangis. Beberapa menit kemudian,ia menghentikan tangisannya dan bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi. Rain membersihkan dirinya, setelah bersiih-bersih dan berganti pakaiannya, ia mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang.
“hallo” ucap Rain
“hallo bos?” balas seseorang di sana.
“ada tugas baru buat kamu” ucap Rain lagi.
“tugas apa bos”
“orang yang sama, yang dulu. Buat dia mati. Ingat harus. Saya tidak mau menerima kegagalan”
“siap bos.”
Tut.
Rain mengakhiri panggilan itu, sekarang ia seakan tidak mengenal kata sahabat lagi karna cinta. Ia rela kehilangan semuanya asalkan jangan Nala.
“Axel. Loe masih hidup sampe skarang karena loe beruntung. Ayo kita lihat, apakah keberuntungan itu masih berlaku? Hahaha” ucap Rain sambil tertawa.
“Nala sudah di takdirkan menjadi milik Rain. Dan selamanya akan tetap seperti itu” lanjut Rain lagi.
__ADS_1
....
Di rumah sakit. Dokter sudah selesai dengan operasinya ayahnya Nala, kini ayahnya di pindahkan ke ruang ICU. Dokter memanggil Bu Nola da Nala ke ruangannya.
“bagaimana keadaan suami saya dokter” tanya mamanya Nala.
“begini bu, pak Ivan saat ini dalam keadaan koma, mohon doa kita semua agar pak Ivan bisa melewati masa kritisnya. Kita sudah berusaha melakukan yang terbaik, kita serahkan sisanya kepada yang Kuasa, semoga mujizatnya di nyatakan pada pak Ivan” jelas dokter pada bu Nola dan Nala.
Bu Nola dan Nala yang mendengar semua perkataan dokter, saling menatap dan menggenggam.
“trima kasih dokter, sudah berusaha semaksimal mungkin. Ia kami sekeluarga selalu berdoa demi kesembuhan mas Ivan” balas Bu Nola.
“ia bu. Saya percaya kuasa dan mujizat Tuhan itu ada.” Ucap Dokter
“ia dokter. Amin” balas Nala dan bu Nola mengiyakan ucapan dokter.
Setelah mendengarkan penjelasan dokter mengenai kondisi kesehatan pak Ivan, Bu Nola dan Nala keluar dari ruangan dokter menuju ruangan pak Ivan. Tetapi sementara mereka belum bisa di ijinkan masuk. Pak Ivan masih dalam pengawasan tim medis usai operasi yang di jalaninya, pak Ivan boleh di jenguk, apabila ia telah melewati masa kritisnya.
Bu Nola dan Nala masih tetap berada di depan ruangan di mana pak Ivan di tempatkan. Beberapa saat kemudian Axel dan Rio mendekati mereka.
“tante dan Nala. Ayo antarin makan dulu, sejak tadi kalian belum makan apa-apa, Rio nanti yang gantiin sementara buat berjaga di sini.” Ucap Axel.
“tidak apa-apa nak, tante tidak lapar. Kalian pergi saja.” Ucap bu Nola.
“tapi tante belum makan apa-apa loh tante. Tante harus makan biar gak sakit tante. Om Ivan pasti sedih kalo liat tante sama Nala begini. Om Ivan sayang banget kan sama kalian berdua, Om Ivan pasti gak mau kalo terjadi apa-apa sama tante dan juga Nala” ucap Rio membujuk dan di anggukin setuju oleh Axel.
Mendengar apa yang di katakan oleh Rio, dengan terpaksa bu Nola mengiyakannya. Bu Nola berpikir Rio benar, ayah Ivan pasti tidak mau istri dan anaknya kenapa-kenapa. Lagian kalo bu Nola dan Nala sampai sakit, siapa nanti yang menjaga dan merawat ayah Ivan nantinya, pikir bu Nola.
“baiklah. Tante sama Nala akan ikut pergi makan. Maaf merepotkan kalian nak Axel dan nak Rio” ucap Bu Nola tulus.
“ia tante sama-sama. Kita sama skali tidak merasa di repotkan kok tante” balas Axel
“ia tante tenang saja. Jangan merasa tidak enak sama kita.” Tambah Rio
“skali lagi tante mengucapkan trima kasih. Kalo gitu tante sama Nala pergi makan dulu yah nak Rio” ucap Bu Nola.
“ia bu”
Axel, Nala dan Bu Nola menuju kantin rumah sakit untuk makan. Sepanjang jalan ke kantin, Axel mengambil kesempatan untuk menggenggam tangan Nala. Nala tersenyum memandang Axel. Selain ibunya dan sahabatnya, Axel juga merupakan salah satu penguatnya. Dia bersyukur, walaupun di khianati oleh tunangan dan sahabatnya, Tuhan menggantikan berkali-kali lipat orang-orang baik di sekelilingnya.
__ADS_1
“Tuhan memang maha adil” batin Nala.
Sesampainya di kantin, Axel memesan makanan sesuai apa yang di katakan bu Nola dan Nala. Sedangkan keluarga Rain yang sudah duluan makan ingin menghampiri Nala dan Bu Nola namun mereka merasa canggung. Begitu pun juga keluarga Axel, mereka tau ini bukan waktu yang tepat. Takutnya orang tua Rain berpikir mereka seakan ingin mendekati keluarga Nala. Padahal keluarga Rain juga tidak berpikir sampai ke sana, mereka malahan merasa sedikit lega, karena ada Axel di samping Nala.
“Nala” panggil Bella.
Bella dan Juan mendekati Nala dan bu Nola.
“hai Bell, Ju” balas Nala
“loe yang kuat yah Na. Tante juga yang kuat dan sabar yah” kata Juan.
“iya. Makasih yah Bell, Ju” ucap Nala
“iya. Trima kasih karna sudah ada setiap Nala ada masalah” ucap Bu Nola.
“iya tante. Sama-sama” balas Juan dan Bella.
Tak lama Axel datang membawa makanan untuk Nala dan Bu Nola. Bu Nola mengucapkan trimakasih kepada Axel. Axel, Juan dan Bella duduk bersama Nala dan Bu Nola.
Dari meja di ujung, mamanya Axel menyenggol papanya Axel.
“kenapa Ma” tanya papanya Axel.
“papa liat kan, anak kita tadi ngambil makanan buat Nala dan mamanya”
“papa liat kok ma. Terus?”
“ih papa. Axel gak pernah tuh lakuin itu ke orang lain.”
“ia ma. Papa liat sendiri berarti Axel sangat mencintai Gadis itu ma”
“itu maksud mama pa. Senang deh liat Axel yang skarang”
“ia ma”
Mama Sandra sangat bersyukur. Sejak Axel dekat sama Nala, Axel tidak macam-macam lagi.
Bersambung....
__ADS_1