
Maaf kalo masih ada typo.
-Selamat Membaca-
.....
"what"
Lia, Axel, dan Nala sama-sama berteriak.
"kenapa kalian kaget?" tanya Leon santai.
"Leon Loe gila yah, masa mau lari kawin sih. sinting loe, yang ada Nyokap loe tambah benci sama Lia" Ucap Axel melotot ke arah Leon yang masih menunjukan sikap tak ada rasa bersalahnya.
"benar kak Leon" tambah Nala.
"ia Yon. mama kamu pasti cap aku sebagai wanita yang tidak tau malu lagi. yang ada semua kesalahan mereka limpahin sama aku. karena aku, kamu jadi anak pembangkang." ucap Lia.
"hufff" Leon menghembuskan nafasnya kasar.
"makanya, kita berdua harus berjuang sama-sama. jangan pernah menyerah, sehabis dari sini, kita ke rumah aku yah. aku gak mau menunggu lagi Li" Ucap Leon
"iya. mari berjuang sama-sama" ucap Lia penuh semangat.
"hah gitu dong. semoga di restui kalian berdua" ucap Axel.
__ADS_1
"Amin" Jawab Lia dan Leon Bersamaan.
setelah cukup lama berbincang dan makan bersama, Axel dan Nala pamit dari Lia dan Leon.
"Yon, nanti kabari yah, gue tunggu penjelasan loe. gue sama Nala mau balik dulu." Ucap Axel.
"ia. nanti gue kabarin loe sama Rio. kalian duluan aja, gue masih mau di sini sama Ayang. hehe" balas Leon terkekeh seperti ABG di akhir kalimatnya.
"ok. Lia. gue sama Nala cabut yah"
"kak Leon, mbak Lia, kita pergi dulu yah. kapan-kapan kita ketemu seperti ini lagi" kata Nala sembari tersenyum ramah.
"iya. kalian hati-hati" Ucap Lia dan Leon.
....
"Nala" panggilnya.
Axel dan Nala mengenal betul suara itu. yah, dia Rain.
Nala berbalik, begitu pun dengan Axel. Axel menatap sinis pria yang berjalan mendekati mereka itu.
"ngapain loe ke sini? loe ngikutin kita?" tanya Rain sinis.
"gue gak sengaja. ada keperluan di sini. gue gak ngikutin atau pun buntutin kalian" jawab Rain bohong. karena sebenarnya Rain sudah mengikuti mereka sejak sedari kampus Nala tadi.
__ADS_1
"terus, ngapain manggil-manggil Nala?" Axel seposesif itu terhadap Nala. dia tidak mau Rain kembali dan mengganggu hubungan mereka berdua.
"kebetulan kita ketemu di sini. gue mau minta maaf sama Nala. Maafin kak Rain Nala, karena udah khianati kamu. jangan benci sama kak Rain yah. bisa tidak kita jadi teman" ucap Rain.
"apa-apaan teman. gak ada, masak mau berteman sama mantan. lagian Nala belum bilang maafin loe, nyosor aja buat jadi teman. sinting" kata Axel tidak suka.
"kak Ax, bisa tinggalin aku sama kak Rain gak. aku mau ngomong bentar, boleh yah" ucap Nala.
"gak. ngomong aja di sini. ada aku juga gak apa-apa" balas Axel. dia tidak mau meninggalkan Rain sama Nala. Axel takut Rain kembali merayu Nala dan Nala akan luluh sama rayuan tak berkelas Rain.
"please, sebentar aja kak" ucap Nala sedikit memohon. membuat Axel akhirnya menjauh dari mereka.
setelah Axel menjauh, Nala mulai berbicara serius dengan Rain.
"kak Rain" Panggil Nala.
"ia say... Nala" hampir aja Rain keceplosan memanggil Nala sayang. seperti kebiasaan dia dulu. Rain menggaruk kepalanya.
"Sebenarnya berat buat maafin. Nala boleh bilang maafin secara lisan, Nala ngomong uda maafin, tapi... Hati Nala belum sepenuhnya memaafkan kalo mengingat pengkhianatan kakak sama Bunga. maka dari itu, Nala mencoba berdamai dengan rasa sakit yang Nala rasakan. untuk menjadi teman, Nala rasa gak bisa kak. yaudah Nala pergi yah. semoga kak Rain dan Bunga bahagia slalu" jelas Nala, yang membuat Rain mengepalkan tangan nya.
Nala hendak berlalu, namun Rain memegang erat tangan Nala.
"lepasin dia, brengsek" Suara Axel naik tinggi kala melihat Rain Memegang tangan kekasihnya. membuat emosinya memuncak, inilah kenapa tadi dia tidak mau pergi meninggalkan Nala, dia tidak mau kalo Nala di sentuh orang lain.
Bersambung.....
__ADS_1