Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Bara yang Membara


__ADS_3

"Maafkan Tante Rain, Tante egois, tapi memang benar kan, Tante yakin kamu masih ada rasa sama Tessa, Tante gak mau suatu saat nanti kamu kembali nyakitin gadis polos ini. Kalo dia tersakiti, Axel juga akan ikut sakit" ucap Mama Sandra dalam hati.


"Hm, Baiklah, dari tadi Tante belum ngenalin diri Tante ke kamu, nama Tante Sandra, kamu bisa manggil Tante atau mama Sandra. Ayok kita keluar, Axel pasti udah nungguin kamu" mama Sandra menarik tangan Nala dan membawanya keluar.


''lama banget sih ganti bajunya?" Sungut Axel


"Mama ada urusan bentar sama Nala. Sekarang kamu antarin Nala pulang, ingat harus antarin sampe rumah"


"Ia Ma. Ayo Na," Axel menggenggam tangan Nala sontak saja ia kaget dan melepaskannya


"Maaf, ayo aku antarin pulang"


"Tante, Nala pulang dulu yah" Nala pamit sambil memberikan senyum terbaiknya


"Iya sayang. Kalian hati-hatilah" balas Mama Sandra penuh perhatian


Axel dan Nala keluar dari dalam ruangan mama Sandra, di luar semua karyawan memandang mereka, Nala hanya menundukkan kepalanya hingga tiba di luar.


"Hu"Nala membuang nafas lega saat sudah berada dalam mobil Axel


"Kamu kenapa" tanya Axel


"Nala tegang kak, Hampir kehabisan nafas Nala. Kak Axel juga, ngapain gendong Nala, malu tau di liat banyak orang, apalagi ada mamanya kakak" balas Nala sambil menutup wajahnya tanda malu


"Gak usah malu, nyantai aja'' kata Axel tanpa dosa


Axel melajukan mobilnya hingga berhenti di depan pagar rumahnya Nala.


"Kak, aku masuk yah, baju kakak sama jasnya nanti Nala cuci dulu yah baru kasi ke kak Axel, nggak Enak kalo kembalikan nya masih kotor"


Axel hanya mengangguk mengiyakan


"Masuk gih, kakak pergi dulu yah"


Nala mengangguk dan masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Axel menjalankan mobilnya menjauh dari situ.


...


Bali..


Di salah satu hotel mewah di Bali, Rain sedang duduk bersama asistennya mengerjakan beberapa tugas terkait pembangunan hotel di Bali.


Sudah Lima hari ia berada di Bali, dan karna kesibukannya ia tidak pernah menghubungi Nala, Nalapun juga tidak pernah menanyakan kabarnya.


"Pak, udah jam makan malam, makan dulu pak, akhir-akhir ini bapak sibuk dengan pekerjaan sampe makanpun tidak teratur" Kata sang Asisten Fred


"Ia. Ayo kita makan Fred, habis itu kita lanjutin lagi, kita makan di restoran Hotel aja yah, lagi malas keluar saya"


"Baik pak"


Saat mereka keluar dari kamar, hendak memasuki lift terdengar suara orang menjerit. Rain dan Fred perlahan-lahan mendekat


"Jangan, sakit, tolong lepaskan. Kenapa kamu kayak gini, kalo tau seperti ini, aku gak mau Nerima perjodohan ini dan ninggalin En" jerit orang itu

__ADS_1


Deg


Kaki Rain terhenti. Suaranya. En? Tessa? Di dalam benar Tessa? Apa yang terjadi padanya, kenapa dia ada disini? Terka Rain dalam hati.


Yah, Rain mendengarnya karena kamar itu sedikit terbuka.


"Hei *****, gak sadar loe, gue itu gak pernah suka sama loe, lagian gue gak peduli, loe mau sama siapa aja, gue dapetin loe juga udah gak P****an lagi Anji*g. Gara-gara keluarga loe Kesya ninggalin gue. Loe tau seberapa pentingnya dia dalam hidup gue, dia segalanya gue se*an?" Marah Orang itu sambil mendorong wanita itu jatuh tersungkur


Hiks hiks hiks


Tangis wanita itu semakin menjadi.


Dengan teganya ingin menampar wajah wanita itu tapi tangan Rain mencegahnya.


Tessa mendongakkan kepalanya ke atas


Deg


"Rain" lirih Tessa. Yah orang itu benar Tessa dan Suaminya


"Oh. Pahlawan loe udah datang, ternyata Cinta kalian begitu kuat yah" tawa Bara pecah.


"Loe gila yah, ngapain loe lakuin ini sama dia ha?" Marah Rain.


Rain berdiri mendekat pada Bara.


Bugh


Satu tinju berhasil mengenai wajah tampan Rain.


"Ada urusan apa loe sama gue dan dia. Ingat kalo loe lupa, dia istri gue, mau diapain terserah gue, mau gue bikin menghilang juga urusan gue, itu patut mereka terima.. loe gak tau permasalahan apa yang terjadi sampe gue kayak gini" bentak Bara histeris kala mengingat seseorang


Rain terdiam


Bara menangis


Tessa yang masih duduk di lantai ternganga melihat seorang Bara yang dingin dan kejam meneteskan air matanya.


"Gue benci dia" tunjuk Bara pada Tessa. gue benci keluarganya. Gue benci semua orang yang sudah berbuat kejam pada gadis yang gue sayang" Bara menangis tersedu-sedu.


Rain yang melihatnya juga merasa prihatin. Dia saat ini baru mengerti, Tessa gak bahagia sama suaminya karena tekanan-tekanan yang suaminya berikan, dan kenapa sampai suaminya seperti itu karna Tessa dan keluarganya.


Bara yang baru saja meredamkan emosinya seketika diam. Tak bersuara. Hingga ia berlalu dari hadapan mereka. Ia menuju kamar mandi dan berganti pakaian.


Drrtt


Drrtt


Drrtt


Suara getaran ponsel. Tessa hanya melirik ponsel yang terletak diatas meja, Bara keluar dan melihat ada yang menelpon langsung mengangkatnya saat itu.


"Hallo bos" kata orang di seberang telepon

__ADS_1


"Katakan" auranya makin dingin


"Kami sudah menemukan titik dimana Nona berada bos, tapi..." Katanya terputus takut buat mengungkapkannya.


"Tapi apa set*n" marah Bara tak sabar.


"Dia.. dia sudah menikah bos"


"Apa menikah, gue gak mau tau, cari dia sampe ketemu, mau menikah atau belum, mau dia sudah punya anak, gue gak peduli. dia hanya akan kembali padaku"


"Kirim alamatnya sekarang dan loe kirim biodata suaminya. Sekarang" sambung Bara


Bara menutup matanya sebentar. Dia gak mau berpikir berlebihan dia takut barusan hanyalah khayalannya saja. Karna beberapa kali dia sudah di bawah ke psikiater.


"Kesya..." Gumam Bara pelan tapi masih di dengar mereka


Bara berjalan ke meja, dan mengambil sesuatu dari sana.


"Ini. Tinggal loe tanda tangani saja. Gue udah tanda tangan. Loe bebas sekarang, mau dengan siapa saja loe bebas. Ingat. Jangan gangguin gue lagi. Gue tau loe dan keluarga loe bekerja sama dengan orang lain buat misahin gue dan Kesya, kalian bersikukuh gak mau beritahu orang itu, tapi gue akan cari tau sendiri." Kata Rain sambil melempar map ke wajah Tessa. Tessa hanya menundukkan kepalanya. Dia karna ada Rain di situ.


"Gue jamin. Loe gak akan bisa bersamanya Bara. Ingat itu." Dalam keadaan seperti itu, dia masih kuat untuk membalas perkataan Bara.


"Ckk. Ini yang buat gue, kenapa gak bisa jatuh cinta sama loe. Loe itu licik dan picik"


Bara mendekati Rain.


"Bro. Gue tau loe pernah suka padanya, tapi semua yang terlihat di depan mata loe hanya kepalsuan. Gue yakin loe ngerti ucapan gue. Kalo loe mau ambil, silahkan ambil bekas gue, dan juga bekas orang lain sebelum gue pastinya" Bara menepuk pundak Rain dan bergegas pergi dari situ


Brak


Pintu dibanting dengan sangat kuat. Mungkin make tenaga dalam pastinya hingga bunyinya sekeras itu.


"En" panggil Tessa


"Kalo loe mau cerita gue dengarin Sa. Tapi emosi loe, loe tenangin dulu, gue janji sebagai teman gue gak akan ninggalin loe, besok. Kalo uda siap cerita, hubungi gue Sa. Kalo loe ngerasa gak mau cerita yaudah gue gak maksa. Kita pergi dulu Sa" Rain dan Fred meninggalkan Tessa sendirian.


Sepeninggal mereka, Tessa menangis meraung-raung. Ia menghempaskan semua barang yang ada diatas meja.


(Kisah Bara dan Kesya nanti disatuin yah, dengan kisahnya Rio)


Bersambung...


Segini dulu yha readers


Jangan lupa follow Ig nya author yha


#Nalatue


#Author akan usahakan setiap hari update yha guys


#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author


#Dangke

__ADS_1


#Saranghe😍


__ADS_2