
Maaf yah. Kalo masih ada typo.
SELAMAT MEMBACA!!!
...
Di Sebuah Negara, tepatnya di Singapura sepasang suami-istri duduk memandang sendu seorang pria yang tubuhnya terpasang berbagai selang.
"Pa, sudah 2 bulan anak kita belum sadar juga, mama takut Pa." Wanita paruh baya itu menangis.
"Sabar aja Ma, kita bantu doa biar Anak kita cepat sadar. Kata dokter Ax sudah tidak apa-apa. Hanya saja tidak punya keinginan untuk bangun"
"Pa. Apa Ax nunggu seseorang yah pa," Mama Sandra termenung sejenak, berfikir"benar pa, Ax mungkin nungguin Nala pa" lanjut mama Sandra.
"Ngaur kamu ma, gak ada hubungannya sama Nala. Papa yakin sebentar lagi Ax pasti bangun"
"Mama akan buat Ax cepat bangun Pa"
Mama Sandra mendekat ke Tempat tidur yang di tempati Axel.
"Ax sayang. Kamu lama bangat bangunnya. Apa kamu gak sayang sama Nala, kamu gak kangen sama dia yah Ax" Mama Sandra mulai bercerita seputaran Nala di Telinga Ax. Tak menyangka kalo air mata keluar dari mata Axel.
"Kamu dengar mama kan sayang. Cepat sadar yah sayang. Mama dan papa pulang dulu"Mama Sandra mengecup singkat kepala Axel dan berlalu dari kamar itu.
...
Sedangkan Di Indonesia. Nala sedang santainya duduk di depan meja rias. Tak lama hapenya berbunyi. Nala melirik sekilas terlihat nama Bunga tertera di layar telepon. Dengan cepat-cepat Nala mengangkatnya.
"Hallo sayangnya Nala"
__ADS_1
"Ia sayangnya Bunga, jadikan jemput gue. Gue duluan loh, sendiri lagi. Mama sama Papa seminggu lagi baru kesini"
"Yah pasti dong gue jemput, gue sama pacar gue..biar Skalian kalian berdua langsung kenalan"
"Ok deh. Sampe ketemu yah, gue udah di bandara ni. Loe tau kan jam berapa harus jemput?"
"Yah tau lah sayang. Tenang aja"
"Ok. Uda ada panggilan buat masuk ni, gue matiin yha"
",Iya Bunga Sekar sayang. Hehe"
Bunga mematikan sambungan teleponnya.
"Ok. Yang pertama gue rebut, cowok loe mungkin, setelah cowok loe Ups tunangan loe ninggalin loe, gue baru cari cara buat ngedeketin Mas Axel tersayang" gumam Bunga pelan pada dirinya sendiri di sertai senyuman mematikan.
...
Selang beberapa menit, mobil Rain sudah terparkir di depan rumah Nala.
Nala keluar dari mobil dan Rain melajukan mobilnya ke Bandara.
Sesampainya di Bandara, Nala melihat kembali jamnya, sudah waktunya.
"Lama benar keluarnya, aisst"
"Kamu yang sabar dong sayang. Gak sabar yah pengen ketemu teman masa kecil kamu" kata Rain. Nala pun mengangguk.
''iya kak. Nala emang Uda gak sabar, Uda lama soalnya kita gak ketemu, jangan naksir yah. Soalnya Bunga itu cantik dan baik, ntar kecantol lagi walaupun masih cantikan Nala sih. Hehe"
__ADS_1
"Hm. Gimana yah." Rain pura-pura seakan sedang berpikir.
"Gimana apanya? Mau berpaling? Awas yah" ancam Nala.
"Yah gak. Mana mungkin. Sini-sini peluk dulu" Nala memeluk Rain. Rain mengecup puncak kepala Nala dengan sayang.
Saat mereka sedang berpelukan, Mata Nala menangkap sosok gadis cantik dengan gaun biru muda selutut sedang berjalan ke arah mereka. Nala melepaskan pelukannya dan sontak berteriak kegirangan.
"Bunga" Nala berteriak sangat kencang.
Deg
Saat mata Rain menangkap sosok Bunga, ia seakan mengenal sosok itu, tapi dimana yah pernah ketemu.
"Nala" Bunga dan Nala saling berpelukan tak menghiraukan Rain yang melihat mereka.k
Bersambung...
Segini dulu yha readers
Jangan lupa follow Ig nya author yha
#Nalatue
#Author akan usahakan setiap hari update yha guys
#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author
#Dangke
__ADS_1
#Saranghe😍