Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Gadis Licik


__ADS_3

...


Di Sebuah club terkenal di kota Jakarta, Seorang Pria tampan nan dingin bersama asistennya sedang duduk bersama teman-teman mereka. Pria itu adalah Axel. sehabis dari Mall tadi berakhirlah dia di club ini. sudah hampir 2 jam dia disini.


"Pesan minum lagi" Perintah Axel


"Baik Bos" jawab sang asisten


"Bro loe uda kebanyakan minum, gue tau loe kuat, tapi ini uda terlalu banyak Bro" tegur Rio temannya


"gue masih kuat bro"


"gimana kalo gue hubungi kekasih loe Lia biar dia jemput" tanya Rio


" nggak usah, ada asisten gue"


"yaudah, gue juga akan nungguin loe di sini bro" kata Rio.


Rio memang teman setianya Axel selain Rain. mereka berteman semenjak di Sekolah Menengah Pertama. mereka bertiga sudah seperti saudara. semua hal yang mereka rasakan tidak mereka pendam tapi saling terbuka. hanya saja, 2 tahun terakhir ini Axel sepertinya sedikit menjauh dan lebih tertutup dari biasanya. dan Rio paham itu, hanya Rio yang tau. karna Axel bercerita semuanya pada Rio, tidak dengan Rain. Rio tau Axel Mencintai Nala kekasihnya Rain, Rio tidak bisa berbuat apa-apa, dia berdiri di tengah saja pikirnya, karna kedua pria ini sahabat baiknya.


Axel, Rio dan Rain. tiga pemuda tampan paling berpengaruh sejak SMP-SMA hingga lulus kuliah pun masih menjadi incaran kaum hawa. mereka bertiga memang suka ke club malam. dari memesan minuman beralkohol tinggi hingga wanita malam. hanya saja Rain tidak playboy, berbeda skali dengan Axel sama Rio.


"Bro, gue mau mesan kamar ni, loe mau nggak? kalo gue pikir-pikir loe udah seminggu nggak kesini bro, eh atau jangan-jangan loe udah punya sugar baby lagi? seingat gue, seminggu lalu ada yang ngejebak loe kan bro dengan obat pe******ng? dan katanya yang sama loe masih tersegel man? wah parah loe"


Walaupun masih mabuk, tapi Kata-kata Rio mengingatkan Axel kembali pada malam kejadian seminggu lalu.


Flashback On


Seperti biasa Axel, Rio, Rain sedang minum-minum di tempat biasa club xx, Rain yang memang nggak suka wanita malam memilih pulang duluan dari pada harus berakhir seperti Axel dan Rio. Rio dan Axel ngobrol sambil di temani para wanita cantik yang Rio pesan.


"Bro, kenapa loe nggak coba jujur aja ke Rain kalo loe juga suka sama Nala" kata Rio


"blm saatnya bro" jawab Axel dingin


"terserah loe deh, gue cuman mau ngingetin jangan ampe berantem aja loe berdua" nasihat Rio


"tergantung bro, tergantung Rain, apakah dia bisa bahagiain Nara atau malah nyakitin dia"

__ADS_1


Rio hanya mengangguk dan terdiam


mereka tidak tau bahwa percakapan mereka di dengar oleh sepasang mata dan telinga milik seorang gadis cantik.


" Nala? Nala Kejora? hahaha. kamu memang sok polos. kita lihat aja nanti orang-orang yang dekat sama kamu skarang apakah nanti masih bertahan atau ngejauhin kamu" ucap gadis itu dengan menekankan tiap katanya, tersenyum jahat sambil mengepalkan tangannya.


"Pak, tolong antarin minuman ini ke meja sana yha, pastikan yang meminumnya cowok yang itu" tunjuk Si gadis


"ok baik" kata pelayan itu sambil berjalan ke meja itu dan memberikan minuman itu pada Axel


tanpa curiga Axel pun meminum perlahan hingga habis. gadis itu melihat Axel telah menghabiskan minuman itu memilih keluar dari club dan menunggunya di luar. Beberapa menit kemudian, mereka pun berpamitan untuk pulang. Rio yang terlalu mabuk akhirnya menelpon Sekretarisnya buat jemput. sedangkan Axel tidak mau menghubungi asistennya, katanya masih sanggup menyetir sendiri.


Saat hendak berdiri dan berjalan keluar, Axel tiba-tiba merasa gerah, dia pikir mungkin kebanyakan minum, lama-lama panas di tubuhnya makin menjadi. Axel keburu pamit duluan. Rio pun merasa ada yang aneh sama Axel.


"bro loe kenapa? apa ada yang salah sama minuman loe? tanya Rio


"kurasa juga begitu Rio, Brengsek siapa yang brani naruh obat itu ke minuman gue, sial. Esok cari tau Cctv disini bro"


Rio hanya mengangguk.


Axel sudah melangkah cepat ke luar, Rio yang hendak berjalan nyusul tapi karna kelebihan minum, dia terjatuh, dia buru-buru keluar mengejar Axel.


Axel yang sudah mabuk berat di tambah obat itu membuatnya berjalan sempoyongan dan tak tau arah lagi. Axel hendak membuka pintu mobil tapi gagal, kuncinya jatuh. tiba-tiba ada tangan lembut yang mengambil kunci itu dan menawarkan diri buat mengantar.


"Ini kunci mobilnya kak, kakak uda sangat mabuk, nggak baik nyetir sambil mabuk kak? aku bisa ngantarin kakak kalo mau" tawar sang gadis


karna sangat mabuk, Axel melihat wajah gadis di depannya adalah Nala.


"Nara?" Panggil Axel sambil memeluk erat gadis itu?


"Ia kak. ini aku Nara, ayo aku bantu kak"


Axel hanya mengangguk


Gadis itu memapah Axel ke dalam mobil, dan mulai melajukan mobilnya.


di tengah jalan Axel tambah gerah badannya terasa panas. dia sudah membuka jasnya, ikutan kamejanya juga.

__ADS_1


"Nara, buruan ke rumah sakit sayang, kakak udah nggak kuat"


"kenapa harus ke rumah sakit kak, aku ada di sini, aku akan bantuin kakak" Kata sang gadis sambil memberhentikan mobil di pinggir jalan


"Nara" ucap Axel yang nggak kuat nahan lagi


"ia kak, ayo kak" gadis itu mulai menunjukan sisi nakalnya.


"Aku cinta sama kamu Nara, sangat"


"Aku juga cinta sama kakak" sang gadis mulai merayu, mengelus dada bidang Axel sambil mengecupnya, beralih ke telinga Axel dan menghembuskan nafas hangat memancing n**** Axel yang memang hampir di ambang batas. balik mengelus wajah Axel dan berakhir di bibir seksi itu, tanpa mulai menunggu, gadis itu mulai menc*** bibir Axel, Axel yang memang terbawa N**** dengan agresif membalasnya tanpa pikir panjang. gadis itu sudah membuka kamejanya dan kini duduk di pangkuan Axel.


"ah Nara"


"Ia kak Axel"


Axel hendak ******* kedua gunung kembar gadis itu, tiba-tiba tersadar. Nara kenapa bisa kenal sama Aku, perasaan aku belum bertatapan langsung sama dia semenjak kejadian itu. Sial.


Axel langsung mendorong gadis itu menjauh darinya. kini Axel sudah sedikit sadar, walaupun sakit karna obat itu, Axel tidak mau melakukan dengan wanita lain selain Nara.


"keluar kamu"


"kak"


"aku bilang keluar. dasar Murahan" kata-kata yang keluar dari mulut Axel membuat gadis itu mencucurkan air mata.


Axel keluar, dan membuka pintu sebelah, menarik gadis itu keluar dari dalam mobil, dan melajukan mobil menuju Rumah sakit meninggalkan gadis itu di pinggir jalan dengan pakian yang masih berantakan.


Sial diatas sial, gadis yang di tinggal itu di datangi sebuah mobil yang di dalamnya berisi dua orang pria mata keranjang yang memang saat itu membutuhkan wanita. gadis itu ditarik ke dalam mobil dan di bawa entah kemana.


Flashback Of


Bersambung...


Author kejam gak sih sama tuh gadis


coba nebak, siapa sih gadis itu?🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2