
"Tessa.. Tessa... Loe mungkin pernah ada di hati gue, tapi itu dulu, SkaranG gak ada lagi cinta buat loe."
Rain bergegas menuju Tempat di mana Tessa di sekap.
...
Sesampainya Rain di tempat di mana Tessa di sekap, Rain melihat Tessa yang duduk di kursi dengan tangan dan kakinya terikat.
Tessa yang sedang berontak melihat kedatangan Rain, Tessa pun menangis, ia tak menyangka kalo Rain dengan teganya Memperlakukan dia seperti ini.
"En. Kamu tega banget sama aku En. Kamu bukan lagi Rain yang dulu aku kenal. Rain yang dulu gak tega berbuat seperti ini. Liat aku nangis aja hatinya langsung luluh. Kemana Rain yang aku kenal dulu?" Tangis Tessa lebih kencang.
"Yah. Loe benar. Rain yang dulu gak ada lagi. Loe yang salah. Kenapa loe pergi saat gue lagi cinta mati sama loe. SkaranG semuanya telah berlalu. Gue masih kasih loe kesempatan buat jadi teman gue, tapi loe meminta di perlakukan lebih cih"
"Loe yang salah. Loe yang cepat terbuai dan tergoda dengan Rayuan gue Rain. Loe suka tubuh ini, tapi pura-pura gak suka, dasar maniak"
Plak
Plak
Dua tamparan melayang di kedua pipi Tessa. Tessa meringis. Air matanya tambah deras mengalir. Bibirnya terasa perih, tamparan Rain yang tak main-main membuat bibir pucat Tessa terluka.
"Kalian siksa dia, dan lenyapkan dia" perintah Rain pada anak buahnya.
Rain hendak melangkah meninggalkan Tessa tapi Perkataan Tessa seketika membuat langkah Rain terhenti.
"Aku hamil En" seru Tessa dengan suara bergetar.
Rain berbalik dan mencengkeram dagu Tessa.
__ADS_1
"Gue gak percaya setan"
"Coba cek aja hasilnya di tas aku En. Tasnya anak buah kamu yang ngambil"
"Mana tasnya" tanya Rain
"Ini bos" Salah satu anak Buah Rain mendekat dan memberikan tas itu.
Rain melihat isi di dalam tas itu, di lihatnya sebuah tespeck, ternyata benar garis dua. Bukan hanya satu tespeck tapi ada tiga dan dengan merek yang berbeda, semuanya menunjukan garis dua. Rain bukan orang bodoh. Dia tau kalo garis dua itu berarti Tessa positif hamil. Dia geledah lagi tas itu, terdapat satu buah amplop, di bukanya amplop itu ternyata adalah hasil USG Tessa.
Ternyata anak yang di kandung Tessa sudah berumur satu bulan.
Rain menyesal. Sangat menyesal. Dia ceroboh. Kenapa tidak memakai pengaman saat berhubungan dengan Tessa. Lagian juga bagaimana tidak jebol kalo hampir setiap hari dia dan Tessa ngelakuinnya.
Rain menatap Tessa Sekilas, dia berbalik dan menatap tajam anak buahnya.
Seperti yang di perintahkan Rain, Tessa di lepaskan dan di masukan di dalam mobil Rain.
Rain melajukan mobilnya ke pinggiran kota, dia membeli sebuah rumah kecil untuk di tempati Tessa.
"Sekarang loe tinggal di sini, jangan berbuat yang aneh-aneh. Untung aja loe lagi hamil anak gue, kalo gak loe udah gue lenyapkan"
"Gue usahain setiap bulan datang kesini. Urungkan niat jika ingin kabur dari sini, karna kalo sampe loe nekat, walaupun ada anak gue dalam perut loe, gue gak akan segan buat bikin mati loe, ngerti?" Ancam Rain.
Tessa hanya mengangguk.
"Semua perlengkapan loe anak buah gue yang sediakan. Mereka disini 24 jam. Jadi semua yang loe lakuain terpantau sama gue"
Rain pun melangkah keluar dari rumah itu.
__ADS_1
Di dalam mobil. Rain terdiam sejenak, ada sedikit rasa yang beda pada hatinya. Mendengar Tessa mengandung anaknya, Rain merasa Bahagia.
Rain memasuki apartemennya dengan wajah yang sumringah, lelahnya hilang seketika kala mengingat beberapa bulan lagi ia akan menjadi seorang Ayah.
Rain akan berusaha sebaik mungkin agar semuanya tidak ketahuan Nala.
Ngomong-ngomong tentang Nala, Rain baru teringat belum membalas pesan Nala karna sibuk mengurusi Tessa.
Rain mengambil hape dan menelpon Nala tapi nomornya tidak aktif.
"Nala mungkin sudah tidur"gumam Rain pada dirinya sendiri.
Rainpun membersihkan dirinya dan segera menuju tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
Bersambung...
Segini dulu yha readers
Jangan lupa follow Ig nya author yha
#Nalatue
#Author akan usahakan setiap hari update yha guys
#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author
#Dangke
#Saranghe😍
__ADS_1