
Maaf kalo masih ada typo.
-Selamat Membaca-
.....
Di luar butik.
“kak Rain apa-apaan sih, main narik-narik aja” ucap Nala sambil melepaskan pegangan Rain.
“masuk” ucap Rain kasar.
Kenapa kamu sangat berubah jauh seperti ini kak Rain, kamu berbeda jauh kak, sangat berbeda. Batin Nala.
Nala menyusul Rain masuk ke dalam mobil tanpa berkata apa-apa. Mereka berdua hanya saling diam seperti sebelumnya mereka datang ke sini.
Rain melajukan mobilnya, ia mengenderai mobil dengan kecepatan yang tinggi, ia tidak menyadari bahwa gadis yang duduk di sampingnya skarang sudah ketakutan dan berkeringat dingin. Rain seakan di butakan dengan kemarahannya, sehingga ia tidak menoleh sedikit pun ke arah Nala yang ketakutan.
“kak.. kak Rain” panggil Nala dengan bergetar.
Rain tidak menghiraukan panggilan itu. ia semakin memacu lagi mobilnya.
“kak Rain, hentikan kak” ucap Nala.
“kak, berhenti” teriak Nala ngos-ngosan.
Ckitttttt
Rain tersadar dan tiba-tiba menghentikan laju mobilnya. Ia menoleh ke samping, di lihatnya gadis yang sangat di cintainya sudah bermandikan keringat. Rain sangat menyesal apa yang barusan ia perbuat hingga membuat Nala ketakutan seperti ini. Shiitt, umpatnya. Ia mengangkat tangannya ingin menenangkan Nala, namun Nala menepis tangannya dengan kasar.
“maaf. Maafin kakak sayang” ucap Rain. Sungguh ia mengaku akan kesalahannya. Karena ia tidak bisa mengontrol emosinya yang sedang menanjak, makanya jadinya seperti ini.
“kak, kenapa kak, kenapa kita harus seperti ini.?” Ucap Nala berderai air mata
“sayang, kakak minta maaf, kakak tidak sadar tadi karna di pengaruhi amarah. Kakak tidak mau kamu dekat-dekat sama mamanya Axel ataupun Axel” ucap Rain menyesali perbuatannya.
“kenapa aku gak boleh kak, sedangkan kakak boleh” tanya Nala pelan.
“apa maksudmu aku boleh sayang” tanya Rain
__ADS_1
“kenapa aku gak boleh dekat sama orang lain, sedangkan kak Rain bebas dekat sama cewek lain bahkan berbuat yang lebih sama mereka, kenapa kak” marah Nala.
“sayang, itu masa lalu. Skarang tidak lagi. Hanya kamu” ucap Rain bohong.
“mengapa terus membohongiku seperti ini kak”
“tidak, kakak tidak pernah berbohong lagi sayang, kakak sudah janji sama kamu”
“lalu apa yang kakak dan ****** kakak lakuin di hotel pinggir pantai kak?”
“jalang? Apa maksudmu”
“ia. ******, Bunga kak, si ****** Bunga”
“hentikan Nala, dia sahabat kamu, tidak sepantasnya kamu menuduhnya seperti itu.” Rain merasa geram, karena Nala menyebut Bunga seperti itu.
“apa aku salah? Aku rasa sudah cukup kita seperti ini, kita hanya menjalani hubungan yang toxic kak”
“omong kosong apa yang kamu bicarakan. Sampai kapan pun kamu tidak akan aku lepaskan”
“maaf kak. Aku mau hubungan ini berakhir, jangan memaksaku kak”
“tapi aku sudah tidak mencintai kamu lagi kak” ucap Nala
Deg
Seakan dunia Rain terhenti. Ia tidak siap menerima kalo Nala tidak mencintainya lagi. Nala yang melihat Rain seperti melamun, ia dengan cepat-cepat membukakan pintu mobil dan dengan pelan keluar dari situ, ia memberhentikan taxi yang kebetulan lewat. Ia menaiki taxi itu cepat-cepat.
Rain yang baru tersadar, dan melihat Nala menaiki Taxi, ia melajukan mobilnya, mengejar taxi yang di tumpangi Nala.
Di dalam mobil, Nala mencoba menelpone Axel. Ia tau Axel sibuk namun ia berharap Axel akan mengangkat teleponenya. Dan Nala bersyukur, bahwa pada panggilan pertama Axel langsung mengangkatnya.
“hallo Angel” sapa Axel
“hallo kak Ax” jawab Nala terisak.
“sayang kamu kenapa? Kamu di mana skarang?” Axel panik mendengar isakan Nala.
“aku di dalam taxi kak, menuju ke rumah. Aku gak tahan lagi kak hadapin kak Rain, aku mau semuanya berakhir” ucap Nala.
__ADS_1
“kamu tenang yah sayang. Jangan nangis. Tunggu kakak. Kakak akan segera nyusul kamu ke rumah sayang” ucap Axel menenangkan Nala, padahal dia sendiri sudah sangat panik.
“ia kak. Cepatan. Kak Rain juga sedang menyusul aku” ucap Nala
“ia sayang”
Tut.
Di kantor Axel, ia memang sedang menunggu kedatangan tamunya. Namun masalah Nala sangat penting melebihi pekerjaanya skarang ini. Ia meminta asistennya untuk berdiskusi mengenai kerjasama mereka karna Axel mempunyai urusan penting yang tidak bisa ia tinggalkan. Asisten pun menyetujuinya.
Axel dengan tergesa-gesa mengambil kunci mobilnya, ia berlari menuju lift. Karyawan Axel yang melihat aksinya tersebut merasa heran, pasalnya Axel seperti orang ketakutan akan di tinggal seseorang. Ia memencet tombol menuju lantai satu. Di dalam lift ia berdecak marah dikala lift yang ia naiki berjalan lambat. Haha
Saat keluar dari lift juga, Axel langsung lari ke arah di mana mobolnya terparkir. Ia menaiki mobil itu, dan melajukan dengan kencang. Axel sangat bersyukur hari ini karna tidak ada kemacetan yang menghalanginya karna saat ini masih jam kerja.
Kembali lagi ke Nala dan Rain.
Nala sudah sampai di depan gerbang rumahnya, ia memberi uang untuk membayar ongkos taxi dan berjalan menuju rumahnya. Saat itu juga, Rain datang. Rain dengan cepat keluar dari dalam mobil dan berjalan mengejar Nala. Ia mencekal tangan Nala yang hendak masuk ke dalam rumah.
“kita harus bicara Nala” ucap Rain datar. Nala melepaskan cekalan tangan Rain.
“tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi kak. Hentikan sandiwara ini. Semuanya sudah berakhir” ucap Nala” silahkan sesuka kakak temui selingkuhanmu itu, lagian aku tidak masalah kak. Tau kenapa? Karna aku tidak mencintaimu lagi kak. Tidak ada rasa yang tersisa di sini lagi untukmu kak” sambung Nala sambil menunjuk dadanya.
Rain merasa sakit mendengar Nala berbicara seperti itu. tidak ia tidak sanggup kehilangan Nala.
“bohong. Kamu bohong kan sayang. Kakak tau, kamu marah sama kakak, makanya kamu mengatakan ini semua, iyakan sayang” ucap Rain.
“tidak kak. Aku tidak bohong, inilah isi hatiku. Aku tidak merasakan apapun lagi buat kakak, semenjak kakak ketahuan berselingkuh dan melakukan hal hina dengan sahabat aku sendiri. Kakak tau? Mulai saat itu kalian terlihat sangat menjijikan di mata aku kak” jawab Nala jujur.
Rain tiba-tiba selangkah mundur ke belakang. Ia tidak sanggup mendengar hinaan yang keluar dari mulut Nala untuknya. Sehina itu kah dia?
“sayang. Kakak sudah tobat. Kakak mau memulai semuanya dari awal lagi sama kamu sayang. Jangan seperti ini. Dan apakah kamu lupa bahwa kamu tidak berhak mengakhiri hubungan ini? Apa kamu mau orang tua yang kamu sayangi mengetahui semua ini dan membuatnya jatuh sakit lagi”
“kakak tidak usah takut, aku yakin orang tua ku akan mempercayai aku seratus persen kak, dan aku sudah siap menyudahinya skarang.” Ucap Nala” oh ia dan juga kamu bohong kak, bahkan tadi pagi saja kamu baru pulang dari menemui selingkuhanmu itu kak. Itu yang kamu bilang memulai lagi dari awal? “ sambung Nala
“Selingkuhan siapa...?”
Deg
Nala dan Rain terkejut kala suara dari pintu yang barusan terbuka lebar terdengar.
__ADS_1
Bersambung....