Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
82


__ADS_3

Maaf kalo masih ada typo.


-Selamat Membaca-


.....


Rain mengantar Nala pulang ke rumahnya, saat masuk, betapa kagetnya mereka berdua. di sana ternyata bukan hanya orang tua Nala namun keluarganya Rain juga ada.


Yah, walaupun sudah tau kelakuan anaknya, ibunya Rain tidak mau melepaskan Nala, ia akan kasih Rain kesempatan untuk berubah, jika suatu saat Nala akan memutuskan hubungan mereka, ia akan mendukung keputusan Nala.


Ibunya Rain sangat menyayangi Nala seperti anak kandungnya sendiri, sama halnya dengan adiknya Rain, ia juga sangat menyayangi Nala, karna katanya ia dan Nala sebelas dua belas sama cantiknya, makanya itu, Nala sangat dekat dengan keluarga Rain.


.....


“Surprise” teriak mereka kompak.


Nala tersenyum bahagia, saking bahagianya ia bahkan sampai mengeluarkan air mata.


Satu per satu maju dan memeluk Nala.


“ibu Senang skali sayang, kamu sudah pulang. Ibu rindu skali sama kamu. kamu baik kan sayang?” ucap Ibunya Nala sambil masih memeluk Nala.


“ia bu, Nala baik kok, sehat, aman. Puji Tuhan.” Balas Nala


“puji Tuhan. Yuk ayah, ayo peluk anak kita.”


Ayah Nala maju dan memeluknya. Ia sangat bersyukur skali mendapatkan putri seperti Nala. Cantik, baik, berprestasi lagi. Siapa sih yang tidak bangga memiliki anak seperti ini? Semua didikan mereka ternyata tidak sia-sia.


“ayah sangat merindukanmu sayang. Anak ayah satu-satunya” ucap ayah Nala.


“Nala juga rindu sangat sama ayah dan ibu”


Ayah Nala mengajak Nala duduk di Sofa, keadaannya skarang semakin membaik berkat kepatuhannya terhadap nasihat dokter dan pastinya sang kuasa diatas.


Mereka lama melepas rindu, setelah itu, mamanya Rain dan adiknya mendekat dan memeluk Nala erat.


“sayang. Mama kangen kamu”


“aku juga kak. Kangen banget sama kakak. Aku bakalan rajin blajar biar besok-besok bisa seperti kakak. Cantik dan baik kan udah ya, tinggal pintarnya aja” ucap Uni sambil tertawa.


Nala ikutan tertawa mendengar ocehan Uni.

__ADS_1


“hehe. Ia sayang. Kamu udah pintar kok, tinggal nambah blajar dikit lagi, dan kurangi mainnya” jawab Nala.


“ia kak. Udah kok, aku kan skarang mau masuk SMA kak. Aku masuk di skolah kak Nala yang dulu” ucap Uni senang.


“bagus kalo gitu sayang” kata Nala


Nala sangat senang hari ini, terlepas dari Rain yang mengkhianatinya. Ia ingin jika suatu saat nanti hubungannya dan Rain berakhir, hubungan antara kedua keluarga mereka ini tetap terjalin.


Coba saja kak Rain tidak mengkhianati aku, pasti bahagianya dobel, batin Nala.


Setelah melepas kangen kurang lebih sejam, ibunya Nala menyuruh Nala masuk ke kamarnya membersihkan diri dan mereka akan makan bersama.


Setelah setengah jam kemudian, Nala datang sudah dengan pakaian rumahan, wajahnya segar, membuat kecantikannya bertambah barkali-kali lipat.


“ayo, kita ke ruang makan” ajak ibunya Nala.


Mereka semua berjalan menuju meja makan. Di sana ada bi Lila yang sedang menata makanan di atas meja makan.


“selamat datang non Nala” ucap Bi Lila.


Ya, tadi bi Lila tidak ikut menyambut karna sedang sibuk di dapur membersihkan peralatan dapur karna tadi ibunya Nala, mamanya Rain, adiknya Rain dan bi Lila masak bersama menyambut kedatangan Nala dari Singapura.


“ia sayang. Kita masak khusus untuk menyambut kamu, ibu, mamanya Rain, adiknya Uni dan bi Lila masak bersama menyambut kedatangan kamu dari Singapura sayang” ucap Ibunya Nala.


“makasih smuanya. Nala senang banget hari ini. Nala sayang banget sama kalian samua” ucap Nala.


“kamu juga sayang sama kamu” balas mereka serempak. Merekapun sontak tertawa bersama.


....


Setelah selesai makan, mereka mengobrol bareng di ruang tamu. Nala menceritakan semua kegiatannya di sana, satu hal yang tidak ia ceritakan hanya kegiatannya bersama Axel dan hubungan mereka berdua tentunya.


Rain mengajak Nala untuk berbicara berdua. Karna ada keluarga masing-masing, Nala pun menyetujuinya. Padahal tadi Nala ingin menolak dengan alasan ingin beristirahat karena kelelahan. Tapi apa boleh buat, toh Cuma ngobrol kan?.


Kini Rain dan Nala sudahh berada di kursi taman, samping rumah Nala. Rain menggenggam tangan Nala dan mengecupnya sedikit lama. Rain benar-benar merindukan Nala. Nala ingin menariknya, hanya saja, ia tidak mau membuat Rain curiga.


“sayang, kak Rain kangen banget sama kamu.” ucap Rain jujur dari hatinya. Walaupun setelah kepergian Nala ke Singapura, ada Bunga yang menemani kesehariannya dan menemaninya di tempat tidur, tapi tidak bisa menyamakannya dengan Nala. Sungguh Rain, ia sangat Merindukan Nala.


“maafkan kak Rain sayang. Kakak lagi-lagi mengkhianati kamu, kakak lagi-lagi melanggar janji. Tapi inilah kakak. Tidak bisa terlepas dari godaan Bunga. Karna kakak juga membutuhkan sentuhan Bunga, yang selama ini tidak kakak dapatkan dari kamu, lagian juga kak Rain mencintai kamu, karna itu kak Rain tidak ingin menodai kamu. maafkan kakak skali lagi” ingin rasanya Rain ingin mengungkapkan semuanya. Hanya saja itu tidak mungkin, Rain hanya berbicara dalam hati saja, matanya sudah berkaca-kaca, entah karna apa. Karna merindukan Nalakah? Atau karna mengkhianati Nala. Atau mungkin keduanya.


Rain tiba-tiba memluk Nala, ingin menolak tapi pelukan Rain begitu erat.

__ADS_1


“sebentar saja seperti ini sayang. Udah lama skali kita tidak seperti ini.” Ucap Rain. Nala hanya pasrah di peluk oleh Rain.


“maafin Nala kak Ax” batin Nala.


“kamu di sana, kangen sama kak Rain gak sayang” ucap Rain sehabis melepaskan pelukannya.


“ia. Kangen kok kak” bohong Nala.


“syukurlah. Oh ia. Kakak mau bilang kalo kakak udah buka cabang perusahaan kakak di Malaysia” ucap Rain.


“oh yah? Bagus dong kak. Bisnis kakak tambah maju skarang.” Balas Nala.


Padahal Nala sudah tau rencana Rain dari orang suruhannya Axel tentunya.


“ oh ia kak. Gimana keadaan Bunga skarang” tanya Nala tiba-tiba yang langsung membuat wajah Rain membeku.


“oh, mm, di.. dia baik kok. Kak Rain sama dia udah jarang ketemu. Hanya skali-skali dia mengirim pesan, dia sepertinya benar-benar sudah berubah sayang. Dia juga sering menanyakan kabar kamu. katanya, malu kalo bertanya langsung sama kamu” ucap rain Bohong.


“bohong” batin Nala.


“oh yah? Bagus kalo gitu. Aku senang dengar kak. Semoga dia benar-benar BERUBAH” ucap Nala dan ada penekanan di kata terakhir. Membuat Rain mnelan ludahnya.


“ ia sayang. Dia berharap kalian bisa kembali berteman seperti semula lagi.” Ucap Rain menambah kebohongannya.


“ia. Aku juga ingin memaafkan dia, aku ingin kita seperti dulu lagi kak. Tapi sangat sulit bagi aku kak.” Ucap Nala.


“gak apa-apa sayang. Pelan-pelan saja. Dia juga tidak memaksa kamu kok sayang” kata Rain.


Nala mengangguk.


“ia. Boleh aku minta kak Rain untuk jauhin dia? Jangan dekat-dekat lagi sama dia, walaupun skarang dia sudah berubah kata kak Rain” ucap Nala. Melihat Rain kaget, Nala bergirang dalam hati.


“aku mau liat, kalian mau apa. Aku akan buat kalian tersiksa” batin Nala.


“ia sayang. Kakak akan jauhin Bunga. Nggak dekat-dekat lagi sama dia.” Jawab Rain terpaksa.


“walaupun dalam masalah darurat, Nala ingin orang lain saja yang membantunya, jangan kakak.” Ucap Nala lagi.


Dengan terpaksa Rain menyetujui semua ucapan Nala, hanya menyetujui dalam perkataan saja.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2