Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
61


__ADS_3

Maaf yah kalo masih ada typo.


Selamat Membaca!!!


...


Setelah mengantar Nala kembali ke rumahnya, Axel segera menuju Club xx untuk bertemu Leon.


Setelah masuk, Axel langsung menuju ruangan VIP yang ada di Club tersebut. Seperti biasa, di dalam ruangan, terlihat Leon di kelilingi wanita-wanita j*Lang.


Leon yang melihat kedatangan Axel segera menyuruh wanita-wanita itu keluar dari ruangan.


"Loe Uda datang bro?" Tanya Leon.


"Cih. Kelakuan loe masih sama aja" sinis Axel


"Santai Ax. Setidaknya gue bukan Rain yang berpura-pura Alim padahal nyatanya brengsek" geram Leon.


"Gak usah basa-basi. Cepat ngomong, gimana bisa Nala berakhir di tangan bajingan kayak loe" Axel tidak sabar lagi ingin mengetahui yang sebenarnya terjadi pada Nala.


"Sorry bro. Awalnya gue gak tau kalo cewek yang di bawa ke rumah itu adalah Nala." Ucap Leon" Gue emang mesan orang, kenalan gue bilang ada cewek cantik yang baru bergabung. Dia menjadi incaran banyak pria hidung belang. Nah gue penasaran kan, yaudah gue mau dan yang gue gak habis pikir mereka minta bayaran yang wah banget. Karena bayarannya tinggi, gue yakin orang yang mereka maksud pasti waow juga. Pas gue nyampe, gue sempet tersentak, gue terpesona, ceweknya emang cantik. Gue sempat berpikir juga dimana yah pernah ketemu. Saat gue nanya namanya, gue kaget bukan main kalo cewek yang ada di hadapan gue adalah Nala. Orang yang selama ini loe dan gue cintai diam-diam. Sayangnya gue pikir cuma sekedar perasaan suka gue doang terhadap anak kecil berusia 10 tahun. Namun nyatanya setelah dia beranjak dewasa, dia benar-benar menjelma menjadi malaikat yang sangat cantik" cerita Leon sambil mengingat-ingat kembali wajah cantik Nala.


Saat mendengar cerita Leon, Axel geram. tangannya sudah gatal ingin memukul orang, namun ia berpikir dalam hal ini Leon tidak salah, dia bersyukur, karena orang itu adalah Leon. Kalau orang lain, Axel tidak tau bagaimana kondisi Nala sebelum dia datang.


"Siapa yang nyuruh loe ke tempat itu, dan bilang kalo Nala wanita yang begituan" tanya Axel.


"Seseorang. Dan dia sangat membenci Nala. Dia gadis muda juga kayak Nala. Oh bukan gadis lagi dia, wanita j*Lang juga dia. Gue juga sering main sama dia" ucap Leon


"Siapa wanita itu?" Tanya Axel dengan menatap tajam Leon, seakan-akan tatapan mengisyaratkan jika bohong loe tanggung akibatnya.


Leon menatap Balik Axel sambil menelan ludahnya."Bunga. Namanya Bunga"jawab Leon.


"Brengsek" Axel Menggerebek meja membuat Leon kaget"sudah gue duga"sambung Axel.


"Loe kenal Bunga juga Ax? Wah jangan-jangan loe sama dia sering.."


"Diam loe." Axel memotong pembicaraan Leon.

__ADS_1


"Terus loe bisa tau Bunga dari mana Ax?" Tanya Leon penasaran.


"Gue belum pernah bertemu sama Bunga. tapi selama gue di Singapura gue tetap mantau Nala. Bunga itu sahabat Nala dan juga selingkuhannya Rain" Jawab Axel datar.


"What?" Leon kaget dengan perkataan Axel"Jadi Rain khianatin Nala? Kurang ajar banget loe Rain. Anji*g banget tu si Bunga"Leon ikutan marah juga.


"Eh. Loe juga brengsek. Main cewek sana-sini. Kalian itu sama aja"


"Loe kira loe gak. Mungkin sekarang kagak. Dulu-dulu setiap loe ingat Rain sama Nala ujung-ujungnya loe lari kesini kan?"


Leon tak mau kalah. Karena yah mereka sama aja. Sama-sama Brengseknya. Sayangnya Axel memang tidak sampai sejauh berhubungan se**. Ia sudah berjanji akan melakukannya hanya dengan Nala, orang yang ia claim sebagai miliknya.


"Gue udah berubah Leon. Semenjak gue berjanji buat kejar Nala. Gue buang sifat-sifat gue dulu." Ucap Axel.


"Ia. Gue tau. Terus sekarang gimana? Gue juga suka sama Nala. Lupain masalah kita dulu. Udah lebih dari delapan tahun kalian musuhin gue, jauhin gue. Emang gak capek apa?"


"Loe sendiri yang minta di musuhin. Yaudah kita terima aja tantangan loe"


"Brengsek kalian emang."umpat Leon" kesalahan gue emang banyak banget sama kalian. Gue minta maaf ke kalian. Jujur, selama ini gue merasa bersalah banget. Gue mau minta maaf dulu, hanya saja, gue gengsi" sambung Leon.


"Jadi?" Tanya Leon


"Apa?" Balas Axel


"Loe maafin gue gak"


"Iya. Gue Maafin" kata Axel santai. Yah, Axel akhirnya memaafkan Leon. Karena Axel tau Leon sebenarnya dulu tidak sengaja memusuhi mereka. Ada kesalahpahaman saja. Namun mereka mempertahankan ego masing-masing dan tidak mau saling memaafkan.


"Thanks bro" ucap Leon senang, berjalan menghampiri Axel di tempat duduknya dan memeluknya.


"Apaan loe, lepas woe. Gue masih normal. Jijik banget gue"


"Gue masih normal juga kali" balas Leon" btw, gimana rencana loe selanjutnya "


"Gue sementara ini ada rencana kembali ke Singapura dulu. Ada yang belum beres di sana. Lagian beberapa hari lagi Nala juga akan ke Singapura. Gue nunggu dia aja di sana. Tapi tetap orang kepercayaan gue akan pantau Nala terus. Untuk urusan Bunga, gue serahin ke loe. Gue tau apa yang mesti loe lakuin ke Bunga karena sudah berani Membuat Nala kayak gini" ucap Axel. Leon mengangguk.


..."Loe tenang aja, untuk urusan Bunga. Serahkan sama gue" balas Leon....

__ADS_1


"yaudah. Gue cabut dulu. Kepala gue sakit coy" kata Axel.


Semenjak kecelakaan itu, kepala Axel emang sering sakit. Axel emang di anjurkan OLeh dokter untuk banyak istirahat dan Jangan terlalu banyak pikiran. Hanya saja sejak siuman dari koma, Axel tidak pernah menuruti kata-kata dokter. Di tambah sekarang masalah Nala membuat tenaga dan pikirannya terkuras. Itu yang membuat sakit kepala Axel bertambah.


Axel pun keluar dari Club itu dengan sesekali memegang kepalanya yang terasa pusing.


...


Di tempat lain, Nala sedang duduk termenung di kamarnya. Memikirkan semua yang terjadi padanya akhir-akhir ini. Mulai dari pengkhianatan Rain sampai dirinya yang di culik dan hampir menjadi santapan lezat para pria hidung belang.


"Mengapa setelah kedatangan loe Bunga, hidup gue jadi hancur seperti ini. Fealing gue ini pasti rencana loe kan Bunga. Setega itu loe sama gue. Padahal gue sayang banget sama loe." Nala menangis sambil memeluk lututnya.


Semua yang terjadi pada Nala, belum diketahui oleh keluarga Nala. Hubungannya dengan Rain maupun penculikan barusan. Semua itu belum di kasih tau sama Ayah dan ibunya. Nala tidak mau mereka khawatir. Apalagi sampai tau kalo penyebab hubungannya kandas adalah Bunga, orang yang sudah mereka anggap sebagai anak mereka sendiri. Apalagi yang paling Nala takutkan adalah Penyakit jantung ayahnya itu. Nala tidak mau sesuatu terjadi pada Ayahnya seandainya ia memberi tahu mereka. Ini yang menjadi dilemanya.


"Gue harus cari waktu yang pas untuk memberi tahu Ayah sama Ibu. Untuk sekarang jangan dulu. Yah itu sudah benar Nala. Apa kabar Ibu sama Ayah di luar kota yah. Gue nelpon aja"


Nala mengambil handphonenya dan menghubungi orang tuanya.


"Hallo Yah" ucap Bunga.


"Anak Ayah kenapa? Kangen ya, tapi Ayah sama ibu gak kangen tuh sama Nala" kata sang Ayah di seberang sana.


"Nala kangen Ayah sama Ibu. Kok kalian gak kangen Nala sih. Jahat banget sama anak sendiri" Nala mulai merajuk.


"Hahahaha. Kamu percaya sayang, duh Ayah sama ibu juga kangen sama si manja ini. Esok lusa kita udah balik kok sayang"


"Benaran? Nala tunggu ya, oh ia. Ada yang mau Nala kasi tau, Nala terpilih mewakili kampus bersama beberapa rekan Nala yang lain untuk pertukaran mahasiswa di Singapura yah"


"Wah. Bagus sayang. Anak Ayah memang selalu membanggakan. Ayah selalu bangga sama kamu nak"


"Loh ayah kan lagi sakit, ngapain telpon-telponan. Kata dokter harus banyak istirahat, urusan pekerjaan biar di handle asisten dulu. Gak sayang apa sama jantungnya?"


Deg. Ayah sakit? Batin Nala


Suara tambahan itu, mengagetkan Nala. Jadi ayah sama ibunya telah menyembunyikan Sakit sang Ayah darinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2