
Sorry yha, kalo masi ada typo.
-SELAMAT MEMBACA-
....
Dalam perjalanan Axel dan Nala saling menggoda, rasanya Axel tidak percaya kalo yang duduk di sebelahnya ini adalah Naranya atau Nala Kejora. Penantiannya selama ini, permohonannya dalam diam selama ini di dengar oleh Tuhan juga pada akhirnya.
Sebelum tiba di tempat yang saat ini mereka tuju, Axel menyuruh Nala memakai masker dan kaca mata hitamnya. Nala menuruti Axel tanpa membantah sedikit pun.
Kini tibalah Axel dan Nala di depan sebuah gedung, saat keluar dari mobil itu Nala di buat terkejut, karna Nala tidak menyangka Axel akan membawanya ke tempat ini.
Axel mengambil tangan Nala, menggemgamnya dengan lembut, menciumnya dan Axel berkata”aku ingin membawamu kesini agar cinta kita selalu kuat karna ada penopangnya” Rain membawa Nala masuk ke gedung itu, di sana mereka berdua sudah di tunggu oleh seseorang. Seseorang itu memandang mereka penuh dengan kasih. Seseorang itu adalah Seorang Pendeta. Yah, Axel membawa Nala ke sebuah gedung Gereja, Axel ingin mengajak Nala untuk sama-sama dengan sang Pendeta mendoakan hubungan mereka berdua.
Axel sadar, selwama ini ia jauh dari Tuhan. Axel juga sadar kalo selama ini ia mempermainkan hati banyak perempuan, makanya Axel mau selain ia yang akan mendoakan hubungannya dengan Nala, ia juga meminta Pendeta untuk mendoakan mereka. Kalo dulu perempuan lain Axel ajak ke Club malam atau langsung ke ranjangnya, tapi sekarang, Axel membawa seorang gadis ke hadapan Pendeta, ke dalam rumah Tuhan, terlihat begitu jelas bahwa Axel begitu sangat mencintai gadis ini.
Sesekali juga entah kenapa Axel begitu takut, karena dulu sering mempermainkan wanita, ia tahu, banyak wanita yang ia tinggalkan begitu saja tersakiti, ia tak ingin itu sampai terjadi padanya jika Nala meninggalkannya. Ia sangat mencintai Nala, entah apa jadinya Axel jika ia di tinggalkan oleh Nala.
“selamat datang anak-anak-ku” ucap pak Pendeta.
“trima kasih Bapa” balas Axel. Axel meminta Nala melepaskan kaca mata dan maskernya. Axel juga membuka maskernya.
Pendeta itu mengajak Axel dan Nala untuk duduk.
“jadi ini gadis manis yang kamu ceritakan itu?” tanya pak Pendeta
“ia bapa, namanya Nala. Nala Kejora nama lengkapnya” jawab Axel. Nala terharu, matanya sudah berkaca-kaca. Akhirnya air matanya tumpah juga.
__ADS_1
“sayang, kenapa nangis, hm?” tanya Axel lembut.
“Nala Cuma gak nyangka aja, bakalan di bawa ke sini” ucap Nala masih menangis. Axel dan Pendeta tersenyum. Axel mengusap air mata Nala dan mencium tangannya sekilas di hadapan pendeta. Pak pendeta yang melihat sikap Axel ia ikut terharu, ia tidak menyangka anak muda yang memiliki masa lalu yang sembrono, bisa seperti ini ke gadis kecil ini. Ia begitu meyakini bahwa selain Tuhan dan orang tua gadis ini, pria inilah orang berikutnya yang sangat mencintainya.
“jangan nangis lagi yah, kakak gak mau lihat air ini keluar dari mata indah kamu ini’ ucap Axel
“ ini air mata bahagia kak. Skarang tidak ada keraguan lagi dalam hati aku terhadap cinta kak Axel. Kalo kak Axel mencintai aku, aku juga mau bilang, sejak kebersamaan kita hampir dua bulan ini aku sudah sangat jatuh cinta dan jatuh hati pada kak Axel” ucap Nala. Axel sangat senang.
Skarang tidak ada keraguan mengenai cinta mereka lagi. Yang sekarang yang harus mereka lakukan adalah memupuk terus cinta ini, agar semakin bertumbuh, jangan malah berkurang.
Axel dan Nala menghadap pendeta. pendeta pun mendoakan mereka, dalam doa tangan Nala di genggam terus oleh Axel, sepanjang doa berlangsung, Nala terus meneteskan air mata begitupun dengan Axel, ia begitu terharu, ia berharap Tuhan mendengar setiap pergumulan mereka ini.
Setelah selesai berdoa pendeta berkata ”semoga Tuhan memberkati cinta kalian, jagalah kemurnian cinta kalian ini, jangan menodainya dengan hal yang nantinnya menyakiti salah satu di anatara kalian, terlebih lagi sampai menyakiti hati Tuhan. Semoga hubungan kalian langgeng sampai kalian kembali lagi ke hadapan aku atau hamba Tuhan lainnya dengan memakai pakaian pengantin.” Di akhir kalimat, pendeta sedikit menggoda Axel dan Nala, dan itu juga merupakan salah satu permohonan mereka, hingga ke jenjang pernikahan.
“ia Bapa, kami akan mengingat Nasihat ini. Terima kasih” Ucap Axel
“ia Bapa. Nala akan selalu mengingatnya, semoga sebelum kita menodai cinta ini, dan menyakiti hati Tuhan, Tuhan telah dulu menegur kita. Trima kasih” ucap Nala
Axel dan Nala meminta pamit dari pak Pendeta.
Sekarang mereka berdua sudah berada di dalam mobil, Nala sangat bahagia, dari tadi senyumnya tidak pernah pudar, Axel yang melihatnya hatinya juga ikut bahagia.
Mereka saling memandang, Nala menundukan kepalanya, merasa malu karna Axel memndangnya dengan tatapan penuh cinta.
“hei sayang, kok nunduk?” tanya Axel
“Nala malu kak” ucap Nala. Axel hanya tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
“malu kenapa? Liat aku” Nala melihat ke arah Axel
“tutup mata kamu” Nala menurutinya.
Axel mengeluarkan dua kotak berwarna merah.
“boleh buka matanya sayang” ucap Axel, Nala membuka matanya. Nala kaget Axel telah membuka sebuah kotak yang di dalamnya berisikan kalung dengan mainan cincin yang sangat cantik. Nala menganga” I Love You Nala Kejora, Always Love You, Now and Forever” sambung Axel. Lagi-lagi air mata Nala jatuh, berkali-kali hari ini Nala meneteskan air mata, tapi bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan. Jika Rain memberi luka padanya, Axel justru sebaliknya menyembuhkan luka itu.
Axel tau, Nala menangis karna terharu dan bahagia, ia mengusap air mata Nala itu, dan berkata “ aku tahu, kamu pasti punya cincin pemberian dari Rain, cincin pertunangan kalian, cincin dari Rain kamu boleh sematkan di jarimu, namun trima juga cincin pemberian aku ini, aku sematkan dalam sebuah kalung yang nantinya akan menggantung manis di leher kamu.” ucap Axel penuh cinta.
Nala mengangguk “ ia kak. Nala mau. Mau banget” balas Nala cepat.
Axel ikutsenang, ia mengalungkan kalung berisikan cincin itu ke leher Nala.
“kamu sangat cantik sayang” ucap Axel.
“makasih kak Axel” ucap Nala. Axel mengangguk. Axel kemudian membuka lagi kotak satunya yang ternyata berisikan sebuah cincin yang sama seperti Nala tadi, cincin itu bagian dalamnya tertulis simbol ‘N dan K’ Yaitu berinisial nama Nala. Begitupun juga yang tadi di pakai Nala ada inisial nama Axel ‘A dan A’.
“bisakah kamu pakaikan ke jari manis aku sayang?” tanya Axel.
“bisa kak” ucap Nala antusias. Ini berarti cincinnya sepasang, satu di jari manis kak axel, satu lagi di jari manis aku, batin Nala senang.
“makasih sayang.” Ucap Axel.
Axel memegang tangan Nala.”seminggu lagi waktu terakhir kamu berada di Singapura. Kita bakalan ada jarak nanti kalo sudah berada di Indonesia. Kakak mohon, kita harus slalu menjaga cinta kita, kita harus saling percaya, pasti banyak masalah yang akan kita hadapi, tapi kita harus saling percaya.” Ucap axel.
“ia kak. Kita hadapi masalah yang akan muncul bersama-sama” balas Nala, Axel tersenyum menanggapinya.
__ADS_1
“aku selalu percaya apapun keadaan kamu Nala, tapi aku takut masalah yang datang dari pihak masa lalu aku yang nantinya bikin kamu goyah dan tidak percaya sama aku” batin Axel. Tapi tidak apapa. Asalkan Nala berada di sisinya, ia bakalan melawan apapun itu.
BERSAMBUNG.....