
Maaf kalo masih ada typo.
-Selamat Membaca-
.....
Rain yang melihat Bunga terus memandanginya dengan tatapan memuja langsung menyambar bibir Bunga, melu*atnya. Bunga mengikuti permainan Rain, ini yang selalu ia dambakan dari Rain.
Rain mengangkat tubuh Bunga ke tempat tidur. eNtah kenapa dalam pikiran Rain saat ini di depannya adalah Nala.
Dengan penuh gai*ah Rain melakukan hubungan in*im itu, tapi... untuk kesekian kali nama orang lain yang ia sebut.
“Nala....” teriak Rain untuk yang ke sekian kalinya. Membuat Bunga murka, ia mendorong Rain secara tiba-tiba. Ia sangat marah karna bukannya namanya yang di sebut Rain, malah nama perempuan yang ia benci keluar dari mulut lelaki yang ia cintai saat mereka melakukan hubungan int*m.
“kamu kenapa Bunga.” Tanya Rain. Ternyata Rain belum menyadari kesalahannya.
“aku kenapa? Kakak tanya aku kenapa? Kakak tuh yang kenapa?” teriak Bunga.
Rain bingung.
“yah kamu yang kenapa, tiba-tiba main dorong saja” ucap Rain tanpa dosa.
“kakak tahu aku siapa?” tanya Bunga
“yah tau lah, aku bukan orang bodoh Bunga” ucap Rain santai.
“kalo tau, kenapa kakak dari terus nyebut-nyebut nama Nala kak, kenapa?” teriak Bunga, di susul airmatanya yang tumpah ruah.
Rain kaget, jadi ini alasan kemarahan Bunga.
“aku kok bisa nyebut Nala sih. Bodoh banget kamu Rain” batin Rain.
Rain yang melihat air mata Bunga, segera menarik Bunga ke dalam pelukannya, ia menyesali perbuatannya tadi.
“maafin aku sayang. Aku salah” ucap Rain.
Bunga masih menangis. Rain berusaha membujuk Bunga, hingga beberapa saat kemudian Bunga berhenti menangis, Rain yang tidak lagi mendengar suara tangis Bunga, ia melepaskan pelukannya, ternyata Bunga sudah tertidur pulas.
Rain menidurkan Bunga di tempat tidur, menutupinya dengan selimut, dan Rain memakai celananya, menyusul Bunga di tempat tidur dan memeluknya. Hari ini, Rain tidur sambil memeluk Bunga, yang biasanya Bunga selalu memeluk Rain, kali ini kebalikannya. Mungkin karna rasa bersalahnya.
“maafin kak Rain Bunga” ucap Rain dan menyusul Bunga ke alam mimpi.
__ADS_1
.....
Pagi ini Nala bangun dengan wajah segar, semalam ia begitu nyenyak tidurnya.
Ting. Pesan masuk. Dari Axel ternyata.
My Love: Sambut pagi hari dengan semangat baru. Jangan mengeluh tentang hari kemarin. Jadikan hari kemarin sebagai pembelajaran dan hari ini sebagai upaya memperbaiki diri. Selamat pagi.
“Selamat pagi juga My Love kak Axel Abraham” balas pesan Nala.
My Love: Tidak peduli seberapa baik atau buruk dirimu. Bangunlah setiap pagi dan bersyukurlah bahwa kamu masih diberi kesempatan untuk memperbaikinya.
“Trimakasih. Happy working! Semangat terus kerjanya! Semoga pekerjaanmu dilancarkan, diberi rejeki yang melimpah dan berkah. Keep spirit!” balas Nala.
My Love: ya, dan trima kasih juga. I love You My Angel.
“I Love You too My Love” balas Nala.
Sungguh mendapat pesan penyemangat dari sang kekasih membuat Nala bersemangat menjalani hari ini, ia tidak ingin merusak mood nya karna Rain di hari ini. Biarlah mengikuti apa kata Rain, Nala tidak perduli lagi.
Begitu juga dengan Axel, pagi ini ia terbangun dengan tubuh yang segar, karna semalam tidurnya sangat nyenyak skali, apalagi pagi ini dapat pesan penyemangat dari kekasih hatinya, ia tambah segar dan bersemangat untuk menjalani hari ini.
Ia bergegas ke kamar mandi sambil bersenandung senang, tanpa ia sadari sedari tadi mamanya sedang memantaunya dari celah pintu kamarnya, bukan Cuma mamanya, papa Axel yang ikut penasaran pun mengikuti tingkah istrinya yang sedang memantau anaknya.
“Ma, anak kita kenapa seperti itu?” tanya Papanya Axel Leo.
“lagi kasmaran anak kita pa” balas mama Sandra.
“pasti Lia kan?” tanya papa leo
“bukan, papa gak kenal Axel itu uda cinta lama banget pa sama gadis ini”
“siapa sih ma, papa jadi penasaran deh” ucap papanya
“ntar nanti mama kenalin, yang penting skarang anak kita itu udah berubah pa, gak main perempuan lagi kayak dulu” ucap mamanya.
“ia ma, papa harus mengucapkan trimakasih yang banyak untuk gadis itu”
“ia, mama juga”
“yaudah yuk kita pergi ma, ntar ketahuan Axel lagi.” Ucap papa Leo, sambil merangkul Mama Sandra menuju meja makan.
__ADS_1
“eh ma, tapi papa masih penasaran deh, gadis itu siapa sih kalo bukan Lia.?” Tanya papa Leo.
“itu anak rekan bisnis papa juga loh, keluarganya baik banget pa. Pokoknya kalo besanan sama kita cocok banget pa, tapi...” mama Sandra menjeda kalimatnya.
“tapi apa ma.” Tanya papa leo
“tapi dia udah punya tunangan pa” ucap mama Sandra.
“loh, kalo sudah punya tunangan berarti cinta anak kita bertepuk sebelah tangan dong ma” ucap papa Leo. Ternyata anaknya mencintai gadis milik orang lain.
“mama gak tau pa, kalo cintanya bertepuk sebelah tangan atau tidak, kita doakan saja semoga gadis itu juga mencintai anak kita pa”
“semoga ma. Emang siapa sih tunangannya?”
Mama Sandra menghela napasnya.
“sahabat Axel sendiri pa tunangannya gadis itu” kata mama Sandra.
“sahabat Axel ma? Siapa? Rio, Rain atau Leon?” tanya papa Leo penasaran.
“Rain pa, gadis itu tunangannya Rain Pa” jawab mama Sandra.
“loh loh, astaga. Kok bisa? Gadis itu yang udah di kenalin Rain ke media itu kan Ma?”
“ia pa, itu dia. Namanya Nala. Papa bantuin mama dong atur biar kita jadi besanan sama jeng Nola dan mas Ivan pa” ucap Mama Sandra merayu.
“gadis itu anaknya si Ivan dan Nola ma?” tanya papa Leo. Mama Sandra mengangguk.
“ia pa. Gadis itu putri satu-satunya mereka pa. Mama udah pernah ketemu sama dia waktu di bawa Axel ke butik mama pa. Mama langsung suka sama dia pa. Pantasan anak kita dari dulu tidak bisa melupakannya, karna Nala orangnya baik banget pa, cantik lagi. Mama hanya mau menantu kita Nala pa. Mau ya pa bantuin mama” ucap Mama Sandra.
“tapi ma, bagaimana dengan Rain, trus kita juga kenal dekat sama keluarganya, gimana dong, lalu gimana juga dengan Lia, dia dan Axel kan udah tunangan ma” papa Leo memang pengen anaknya hidup bahagia dengan orang yang dia cintai tapi, kalo untuk menghancurkan kebahagiaan orang lain, apalagi ini sahabat Axel sendiri, ia tidak tega.
Belum tau aja bapak ini kalo Axel koma itu karna sahabatnya sendiri.
“Axel itu gak suka pa sama Lia, dia nganggap Lia sahabatnya pa. Papa kan sendiri tau, gimana Axel mengabaikan Lia selama ini.” Ucap mama Sandra.
“papa pikir-pikir dulu ya ma, papa takutnya keluarganya Rain akan benci sama kita ma, sayang kan, hubungan baik yang selama ini kita jaga hancur begitu saja” ucap Papa Leo, beri pengertian pada Mama sandra.
“ia Pa”
Papa Leo sedikit berfikir, istrinya kok ngebet banget padahal sudah tau kalo gadis itu tunangannya Rain sahabat anaknya sendiri. Pasti ada sesuatu sampai Mama Sandra ingin merebut Gadis itu dari Rain.
__ADS_1
Bersambung.....