Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
111


__ADS_3

Maaf kalo masih ada typo.


Selamat Membaca


....


beberapa bulan kemudian hubungan Nala dan Axel berjalan dengan sangat baik, dukungan dari keluarga Axel dan juga Nala, membuat cinta kasih pasangan itu bertambah kuat saja.


walaupun Axel tidak mengekang Nala, namun ada saatnya Axel di landa cemburu yang amat sangat di kala ia harus melepas Nala ke kampus setiap harinya dan yang pasti yang di ketahui Axel bahwa Nala merupakan salah satu mahasiswi paling cantik di kampusnya itu, jadi tidak di pungkiri bahwa pengagum-pengagum rahasia maupun terang-terangan ada yang mengatakan cinta pada kekasih hatinya itu.


namun karena Axel mempercayai Nala dan Cinta Nala padanya, ia pun sedikit menahan diri, tapi yang Nala tidak tau, banyak yang sudah menjadi korban pukulan atas rencana Axel. tidak mati, atau tidak patah sih, hanya peringatan kecil saja. biar mereka tau Nala sudah mempunyai seseorang yang lebih segalanya dari mereka. hehe


belum lagi tingkah Rain yang masih terus-terusan Merongrong kehidupan mereka. padahal si Bunga Istrinya tinggal menunggu hari untuk melahirkan. tapi Rain tetap saja tidak memperdulikan Bunga.


....


di sisi lain, Leon sedang bahagia-bahagianya di mana ia sudah mengantongi restu dari kedua orang tuanya. Leon dan Lia, duo L itu berjuang mengambil hati mamanya Leon beberapa bulan belakangan ini, dari penolakan secara verbal sampe rencana mamanya Leon untuk menjebak Lia. tapi rencananya di gagalkan oleh Leon yang berakhir Leon di larikan ke RS. sebenci itulah mamanya Leon terhadap Lia.


Leon duduk di tempat tidur pasien, masih dalam keadaan lemah dia mengingat kembali apa yang mamanya lakukan pada kekasihnya Lia.


Flasback On


Leon Sementara menuju kamarnya, ia sudah hampir menyerah untuk meminta restu mamanya menikahi Lia. tapi tidak ia dapatkan. Leon berencana menikah dengan Lia tanpa restu itu. tapi Leon takutnya Lia tidak mau, karena Lia pernah bilang kalo dia tidak mau Leon jadi anak durhaka. Leon frustasi, di saat sedang memikirkan semua masalah ini, Leon menghubungi Rio dan Axel untuk menemaninya ke club, tentu saja Axel harus meminta izin Nala dulu. Leon pun menelpone Rio.


"Rio, temani gue skarang. gue lagi pusing banget ni" ucap Leon.


"gue lagi di tempat biasa. ke sini aja, hubungi juga si Axel, biar dia nyusul ke sini" balas Rio.


"udah, dia lagi minta Izin sama pawangnya" kelakar Leon.


"ckk. calon SSTI si Axel" balas Rio


"apaan calon SSTI?" tanya Rio bingung


"suami-suami takut istri. haha" tawa pecah Rio di seberang sana.

__ADS_1


"gila, kayak loe gak aja. gue tebak loe kalo nikah ntar loe juga nanti kayak gitu. waktu itu waktu masih sama dia, loe bucinnya setengah mati. haha" ucap Leo


"eits, emang loe gak yah, ingat bro loe juga sama. kebucinan Loe ke Lia sama aja."


"hhahahahha" mereka berdua tertawa bersama.


namun tawa Leon akhirnya berhenti kala ia mendengar sesuatu yang membuat dadanya seakan di hantam Palu.


"saya sudah mengirimkan fotonya, kalian jangan sampai salah sasaran. dia skarang berada di kafe xx, kalo sampe salah lagi kali ini, nanti kalian tau akibatnya, saya tidak mau anak saya bersanding dengan wanita tidak tau diri seperti itu"


Begitulah perkataan yang di dengar oleh Leon.Ingin Leon menghajar orang itu kalo bukan orang yang telah melahirkannya. Leon menutup mulutnya rapat-rapat, ia tidak ingin ketahuan oleh mamanya.


"Leon.. Yon "


Leon tersadar.


"Rio pliss. tolongin gue. loe ke kafe xx, loe kan dekat sama tuh kafe, di situ ada Lia. pliss bawa Lia. mama lagi rencanain sesuatu sama Lia." Ucap Leon, saat ini pikirannya tertuju sama Lia seorang.


"serius loe Yon. jangan bercanda, gak mungkin kan Nyokap loe sampe lakuin Semu hal keji seperti ini?" Rio masih tidak percaya.


"sorry bro. oke."


Leon memutuskan panggilan telpon itu, ia segera menghubungi Axel untuk ke kafe itu juga.


selesai menghubungi Axel, Leon segera menancapkan gas ke kafe tersebut, setengah jam kemudian, Sebuah pesan masuk dari Rio bahwa ia sudah bersama dengan Lia dan akan mengantarkan Lia pulang. Leon pun seketika lega.


Leon mengendarai mobilnya menuju rumah Lia. saat sampai, Leon melihat mobil Rio yang sudah melaju pergi, Lia masih berdiri di depan pagar karena Rio terburu-buru, katanya ada hal penting. Rio tidak tau bahwa beberapa motor tengah mengikuti mereka dari tadi.


Leon yang melihat gelagat aneh itu, memilih cepat-cepat turun. Leon memeluk Lia erat, Lia kaget, kenapa tiba-tiba Leon seperti ini, Rio juga tadi sangat aneh pikir Lia.


"Sayang. kamu gak apa-apa kan?" ucap Leon saat melepaskan pelukannya dari Lia.


"gak apa-apa kok sayang. aku baik-baik aja, kamu kok khawatir seperti itu? Rio juga tadi, aku lagi ngobrol sama teman-teman aku, malah dia datang dan bawa aku pulang." tanya Lia heran.


"nanti aku ceritain sayang. kamu masuk dulu, jangan keluar lagi udah mau malam" ucap Leon

__ADS_1


Lia mengangguk. Leon mengantarkan Lia hingga sampai di depan rumah. Leon mengecup dengan sayang dahi Lia, Lia tersenyum senang, ada debaran yang ia rasakan. Lia masuk ke dalam, sedangkan Leon memilih pulang.


saat keluar gerbang, Leon ingin pulang namun sebuah ide cemerlang muncul di otak stenga jeniusnya.


Leon mendekati orang-orang itu, yang kuat dugaan Leon kalo mereka adalah orang suruhan mamanya.


"hai bro" sapa Leon


orang-orang itu tau siapa Leon, karna sebelumnya mereka sudah di beritahu oleh mamanya Leon.


"tuan" panggil mereka.


"apa kalian mengikuti wanita yang baru saya masuk itu?" tanya Leon santai namun nada bicaranya sangat tajam. ingin rasanya Leon membunuh mereka tapi, tidak. Leon tidak mau, karena mamanya pasti menyuruh orang lain lagi untuk menjalankan rencananya.


"tidak tuan." jawab salah satu dari mereka.


"aku sudah tau. mama yang nyuruh kan?"


"tidak tuan"


"ngaku saja. aku sudah tau. wanita yang akan kalian sakiti adalah kekasih saya. mama tidak setuju dengan hubungan kami, makanya mama membayar kalian untuk mencelakai dia. berapa bayaran yang mama kasih buat kalian."


mereka tertunduk.


"aku tau, kalian orang-orangnya kakek. kalo kakek tau kalian berbuat seperti ini di balakangnya aku yakin, dia akan murka pada kalian." ucap Leon. mereka saling melirik satu sama Lain.


"maafkan kami tuan. keluarga kami sedang membutuhkan uang. kami terpaksa menerima tawaran dari mama anda tuan."


"lupakanlah. aku mau kalian bantu aku melakukan sesuatu" ucap Leon.


"bantu apa tuan" tanya salah satu dari mereka.


"kalian.... "


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2