Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
90


__ADS_3

Maaf kalo masih ada typo.


-Selamat Membaca-


.....


“tiga keluarga? Maksud loe?” tanya Rain.


“ia, tiga keluarga. Penasaran? Hah itu pasti mereka” ucap Axel karena mendengar bunyi kendaraan memasuki halaman rumah kaluarga pujaan hatinya.


Sedangkan yang lain tampak bingung, kecuali Rio pastinya.


‘slamat siang semuanya” suara besar milik seorang pria paruh baya melengking dari arah pintu. Semuanya menoleh ke sumber suara dengan terkejut pasalnya benar apa yang di katakan Axel, bahwa akan datang tiga keluarga, dan inilah mereka.


“loh jeng. Ada apa yah kita di undang ke sini, rame skali?” ucap mamanya Axel.


“ia. Kita di hubungi secara tiba-tiba, katanya penting, makanya saya minta istri dan anak saya cepat-cepat segera kemari. Pak Ivan ada apa ini” suara tambahan datang dari papanya Rain. Sedangkan mamanya Rain dan adiknya hanya diam, mereka mempunyai firasat buruk di sini, di lihat dari wajah-wajah tegang dari keluarga Nala, Rain, Axel, Rio dan juga Tessa. Mereka juga kaget kenapa Tessa bisa berada di Rumah Nala, dengan perut buncit pula.


“ia. Saya juga. Saya kaget pas turun dari mobil di susul orang kalian juga” tambah papanya Bunga.


Rain tak berkutik lagi, lengkap sudah kesialannya. Rain menatap Bunga tajam agar menutup mulut. Sedangkan Bunga yang tidak tau apa-apa juga kaget, ia menatap bingung ke arah Rain.


“trima kasih karna sudah hadir di sini. Pesan yang kalian dapat bukan dari om Ivan, tapi dari Axel” ucap Axel.


“Axel. Ada apa ini. Kok kamu menyuruh kita semua ke sini? Ada masalah apa?” kata papanya Axel.


“sabar pa. Kalian duduk dulu” balas Axel.


Mamanya Rain dan mamanya Bunga yang penasaran akhirnya angkat bicara, apalagi melihat bu Nola menangis sambil menyandarkan kepalanya di bahu ayah Ivan.


“jeng, ada kenapa kamu menangis. Apa yang terjadi.” Ucap Mamanya Rain.


“ia Nola. Kamu kenapa menangis, mas Ivan sakit lagi yah” tanya mamanya Bunga.


“yang bikin hingga tante Nola menangis karna anak kesayangan tante Rain telah mengkhianati Nala, bukan hanya dengan Tessa mantan kekasihnya, tapi juga dengan sahabat Nala sendiri, yaitu anak tante, si Bunga” ucap Axel tegas sambil melihat ke arah mamanya Rain dan Mamanya Bunga.


Bunga yang mendengar itu semua langsung menunduk, ia tidak tau mau berbicara apa lagi. Ia hanya berharap Rain dapat mencari alasan yang bisa mereka percayai.

__ADS_1


“tidak mungkin” ucap papa dan mama Bunga secara bersamaan.


“tidak mungkin anak saya Bunga melakukan itu, kamu pasti bohong kan?” bantah mamanya Bunga. Ia tidak percaya anaknya mengkhianati Nala. Apalagi mereka sudah bersahabat sejak kecil.


“apanya yang tidak mungkin tante. Tante dan om tidak aja kelakuan anak kalian di luar rumah” balas Axel. Papa dan mamanya Bunga menggeleng-gelengkan kepala mereka.


“maksud kamu kelakuan anak saya di luar rumah seperti apa? Kamu jangan mengada-ngada dan menjelekan anak saya” ucap papanya Bunga.


“saya tidak mengada-ada atau pun menjelekan anak kalian. Memang kenyataannya seprti itu, di dalam rumah kalian dan di depan beberapa orang yang akan dia jadikan target, ia berlagak sok polos, namun kalian belum tau kelakuannya yang sebenarnya, dia sudah sepeti seorang JALA*G” tekan Axel di akhir kalimatnya.


Bunga yang mendengar itu, mengangkat kepalanya. ia sakit hati ia menatap ke arah Axel dengan tatapan marah. Ia tidak terima di katakan jala*g.


“cukup atas dasar apa kamu mengatakan anak saya seperti itu hah? Saya lebih tau anak saya dari pada kamu orang luar.” Marah mamanya Bunga.


“anda tidak tau tante, karna selama ini kalian di kelabui oleh sikap sok polosnya. Saya mengatakan seperti ini karna kalo memang dia perempuan baik-baik, dia tidak akan berselingkuh dengan tunangan temannya sendiri” ucap Axel lagi. Nala kali ini hanya menjadi pendengar setia. Ia salut pada Axel, Axel memperjuangkan hubungannya dan membantunya membongkar semua pengkhianatan mereka. Nala sangat bersyukur di pertemukan dengan seseorang seperti Axel.


“itu tidak benar. Kami tidak berselingkuh. Kami hanya saling mencintai. Apa salahnya?” Bunga berdiri. akhirnya berbicara dia juga.


“apa” ucap papa Rain, Mamanya Rain, Mama dan papanya Bunga, mama papanya Axel dan mama papanya Nala.


“tutup mulutmu Bunga” teriak Rain


Plak


Bunga memegang pipinya yang terasa perih karena Tamparan dari mamanya Nala. Bu Nola sudah tidak kuat lagi. Ia memang selama ini sudah curiga dengan tingkah Nala.


“kamu tega Bunga, kamu tau Rain itu tunangan sahabat kamu sendiri” ucap Bu Nola.


“aku tidak tega tante, aku sama kak Rain saling suka, dan semestinya aku yang di posisi Nala menjadi tunangan kak Rain, bukan Nala. Kenapa semua orang menyalahkan aku?” ucapan Bunga membuat semua orang menganga. Mereka tidak habis pikir dengan jalan pikiran Bunga.


“dasar wanita Ular, tidak tau diri, murahan. Cih” teriak Uni adiknya Rain.


Bunga melotot, tidak terima dengan penghinaan adiknya Rain kepadanya. Dia sangat sakit hati, dalam hatinya Bunga ia berjanji akan membalas perbuatan Nala yang mempermalukannya di depan semua orang.


“Rain, papa tidak menyangka kamu bisa melakukan hal keji seperti ini, kamu mempermalukan keluarga kita Rain, kami telah gagal mendidik kamu selama ini ternyata” kata papanya Rain.


“pa, ma. Dengarin Rain dulu. Semua ini tidak benar, Rain mencintai Nala tidak mungkin Rain mengkhianatinya” bantah Rain.

__ADS_1


“baiklah. Cukup Rain, karna loe tidak mengaku juga, maka jangan salahkan gue kalo gue kejam. Eits, gue gak kejam-kejam amat, gue gak mungkin tega mempermalukan loe dengan berat, hanya ringan saja sebagai peringatan, di kemudian hari jangan macam-macam kalo tidak, kartu terakhir akan gue sebar ke seluah negeri ini Rain” ucap Axel.


“hm, perhatian semuanya, Axel sudah mengirimkan sesuatu ke handphohe kalian tolong di lihat dan di cerna sendiri” sambung Axel lagi.


Ting ting


Nofikasi masuk ke hp masing-masing orang di situ hingga mengeluarkan Bunyi.


Semua orang menganga dengan apa yang mereka lihat. Di video yang Axel kirim, menunjukan kemesraan Rain dan Bunga di sebuah Restoran, Rain mencium tangan Bunga dan pipinya, kemudian beralih ke video kedua dimana Rain menggenggam tangan Bunga mesra memasuki apartemen Rain. Video berikutnya menunjukan Rain dan Bunga berjalan sambil bermesraan memasuki sebuah kamar hotel. Video terakhir menunjukan Rain yang sedang berciuman mesra dengan Tessa di Sofa ruangan kerja Rain sendiri.


Axel tidak menunjukan video saat Rain melakukan hubungan int*im dengan Tessa dan Bunga. Karna ia tidak mau keluarga besar mereka masing-masing menon ton video tidak senonoh seperti itu. apalagi ada adiknya Rain di situ.


“ini” semua orang bersama-sama berbicara. Mereka melihat bergantian ke arah Rain, Bunga dan juga Tessa.


“dasar anak kurang ajar”


Bugh


Bugh


Bugh


Rain menerima tiga bogeman dari papanya hingga membuat ia jatuh tersungkur.


“kak Rain” Bunga berlari menghampiri Rain. Ia hendak memegang Rain dan ingin membantunya berdiri namun Rain menepis tangannya. Hingga membuat Bunga mundur.


“kamu bikin malu keluarga. Dasar anak tidak tau diri kamu Rain” marah papanya lagi.


Ayah Ivan berdiri dari sofa, ia melihat ke arah Rain.


“mulai sekarang saya Ayahnya Nala memutuskan pertunangan anak saya Nala sama kamu Rain. Dan skarang kalian pergi dari sini. Pergi dari rumah saya” ucap ayah Ivan dan seketika itu juga ia terjatuh di sofa sambil memegang dadanya yang terasa seperti terbakar.


“ayah” teriak Nala dan Bu Nola


“om”


“Ivan”

__ADS_1


Bersambung...



__ADS_2