Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
109


__ADS_3

Maaf kalo masih ada typo.


-Selamat Membaca-


....


Rain pulang dengan hati yang gundah. ia tidak tau lagi gimana caranya dekat dengan Nala. apalagi skarang sudah ada Axel di sisi Nala. jalannya untuk kembali bersama Nala akan semakin sulit.


Rain membanting kursi kayu yang berada di meja makan, ia melempar botol, piring yang berada di atas meja secara sembarangan. lemaparan terakhir hampir mengenai Bunga yang baru masuk.


Bunga tersenyum sinis melihat keadaan Rain. Bunga skarang sangat membenci Rain. Rasa benci pada Rain sebesar rasa cintanya pada lelaki itu.


Bunga masuk tidak menyapa Rain. ia hendak melangkah ke kamarnya tetapi suara Rain menghentikan langkahnya.


"dari mana saja kamu?" tanya Rain.


Bunga membalikan badannya dan menjawab.


"dari luar" itu saja yang keluar dari mulut Bunga. jujur, Bunga saat ini tidak ingin berdebat. Bunga hanya ingin mendinginkan hati dan kepalanya dari rasa panas yang menggebu.


Bunga masuk ke dalam kamar dan menutup Pintu kamar dengan kasar.


"Bunga, aku belum selesai bicara. dasar istri kurang ajar, tidak tau diri, Murahan" teriak Rain.


Bunga mendengar semua umpatan dan makian Rain padanya. ia menangis di balik pintu yang tertutup itu.

__ADS_1


"hah. hiks hiks hiks. Sakit banget Pa Ma" teriak Bunga di iringi tangisan


Bunga berdiri, mengambil hapenya yang lama dan mencari nomor telepon seseorang. Bunga yakin orang itu pasti akan membantunya.


Bunga menelpon nomor itu, panggilan pertama, tidak di angkat. Bunga mencoba memanggil terus, hingga panggilan kesekian akhirnya di angkat juga.


"hallo" suara bariton terdengar


"hallo Om" Ucap Bunga.


"Bunga? ini kamu?"


"ia Om. ini Bunga" jawab Bunga, suara nya bergetar membuat kekhawatiran orang di seberang sana.


"kamu menangis nak? kamu kenapa? ayo cerita sama Om. siapa yang membuat kamu menangis"


"kamu di mana sayang. masih di London? Om di Indonesia Bunga. tapi Om akan menyuruh orang bantuin kamu"


"Om. sebentar. Bunga gak apa-apa. hanya saja Bunga ingin meminta tolong, tapi sebelum nya, Bunga harus ketemu sama Om. Bunga akan menjelaskan smuanya. Bunga skarang sudah kembali ke Jakarta Om"


"ok Sayang. Om Sementara di Jogja. Besok pagi, Om usahakan ke Jakarta sebelum kembali ke Bali."


"ia Om. makasih. Bunga sayang banget sama Om."


"ia. Om sama tante juga sayang sama Bunga. sampe ketemu esok yah nak"

__ADS_1


"ia Om"


panggilan terputus. Bunga Duduk di depan meja rias nya. menatap dalam wajahnya. tatapannya turun ke perutnya. Bunga mrngusap perutnya yang sudah sedikit kelihatan.


"kamu tenang saja sayang. kita akan berjuang demi kebahagiaan kita, walaupun terpaksa menghancurkan kebahagiaan orang lain"


Bunga sedang memegang perutnya dan membayangkan kehancuran Nala, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. terlihatlah Rain masuk dengan sempoyongan dan memegang sebotol Minuman keras.


"Nala" panggil Rain


"Nala sayang" panggilnya lagi.


Bunga menjadi marah.


"kak Rain cukup" teriak Bunga.


"Nala Nala dan Nala saja yang kakak pikirin. di sini ada aku kak. Bunga, Bunga bukan Nala" ucap Bunga.


"Bunga? sayang. Bunga sini sayang."


Bunga tidak menghiraukan panggilan Rain. dia memilih keluar. dia takut Rain akan menyakiti dia dan bayinya.


namun Bunga tidak sempat keluar karena sialnya Rain mengunci pintunya dan entah di mana kunci itu.


"Sial, lagi mabuk tapi otaknya waras buat ngunciin pintu." batin Bunga.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2