
Maaf, kalo masih ada typo.
-selamat membaca-
.......
Indonesia
Rain sedang berada di apartemennya, sebulan setelah Nala pergi, ia tidak pernah pulang ke rumah keluarganya, karna ia sudah kembali menjalin hubungan dengan Bunga, ia takut ketahuan oleh keluarganya, ia juga takut tiba-tiba Bunga muncul di rumahnya sama seperti yang ia lakukan setiap kali ke kantornya, muncul tiba-tiba tanpa di undang.
Seperti biasanya, setiap hari ia meluangkan waktu untuk bisa menelpon Nala, walaupun ia bersama Bunga, ia tetap menyempatkan waktu menelpone Nala. Setiap sabtu minggu, Rain dan Bunga pasti berduaan dua hari penuh itu, entahlah apa yang mereka lakukan.
Seperti sekarang ini, Rain bersiap-siap menyusul Bunga yang sudah menunggunya sejak siang di kamar hotel yang mereka sewa.
Hotel
Di hotel Bunga sudah menunggu, ia menyiapkan kejutan untuk Rain. Ia menyiapkan sebuah kotak yang di bungkus kertas kado. Sementara menunggu, Bunga bergegas mandi dan bersiap-siap. Ia memakai gaun yang paling seksi. Kamar hotel yang mereka tempati sekarang ini, sudah di isi dengan semua perlengkapan mereka berdua. Kamar hotel yang tak ada seorang pun tahu ini, merupakan rumah ke tiga bagi ke duanya, pertama rumah keluarga, kedua apartemen, ketiga kamar hotel ini. Bedanya kalau rumah keluarga dan apartemen mereka tidak biasa leluasa bertemu namun tidak dengan hotel ini, mereka berdua tinggal bersama, melakukan segala sesuatu tanpa harus takut untuk di ketahui keluarga masing-masing maupun Nala dan keluarganya.
Tak lama menunggu, bel berbunyi, Bunga tau itu pasti Rain. Ia membuka dengan cepat. Dan benar yang datang memang Rain. Bunga berpose menggoda di depan pintu, Rain yang melihat Bunga seperti itu, dalam pikirannya Bunga sangat cantik. Tidak menunggu lama lagi, Bunga menarik Rain masuk ke dalam, mendudukannya ke sofa, dan mengambil kado yang telah ia siapkan.
Bunga memberikan kado itu kepada Rain. Rain mengerjit, dalam hatinya ini bukan hari ulang tahunnya, mengapa Bunga memberikannya hadiah.
“di buka kak” ucap Bunga
“apa ini? Ulang tahun aku uda lewat” ucap Rain
“ia, aku tahu. Itu hadiah karna sudah berhasil memenangkan tender kemarin.” Ucap Bunga.
__ADS_1
“kamu tau?” tanya Rain terkejut. Bunga mengangguk.
“ya tau lah, apapun menyangkut kak Rain aku tau. Semua hal tentang kak Rain, termasuk semua yang ada di badan kak Rain” ucap Bunga menggoda. Rain tanpa sadar tersenyum sangat manis.
“jangan di liat aja, di buka dong kak” kata Bunga. Rain mengangguk.
Rain pun membuka hadiah yang telah Bunga berikan, Rain kaget, Bunga memberikannya jam tangan yang bernilai fantastis. Rain melihat ke arah Bunga.
“trima kasih, tapi dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak itu untuk membeli jam tangan ini. Apakah kamu meminta dari orang tua kamu?” tanya Rain.
“gak. Aku gak minta dari papa dan mama. Aku belinya pake uang yang aku tabung kok” jawab Bunga. Dan emang benar adanya, Bunga menghabiskan uang simpanannya hanya untuk membeli jam tangan buat Rain.
Di sini Rain cukup terharu. Ia tidak menyangka Bunga melakukan semua ini. Bukan membandingkan, tapi emang belum pernah mendapatkan hadiah dari Nala. Sejak pertama kali pacaran sampe tunangan, Nala tidak pernah membelikannya sesuatu, ia yang sering membelinya untuk Nala.
Saking terharunya, Rain tiba-tiba memeluk Bunga. Bunga kaget, tidak biasanya Rain seperti ini, apa mungkin karna hadiah yang ia berikan?
Hari ini, entah mengapa, jantung Bunga berdetak sangat cepat. Ia entah kenapa sangat bahagia.
“ jadilah milikku Bunga. Mari kita kayak dulu lagi, mari kita menjalin hubungan kekasih seperti dulu lagi” ucap Rain, yang sudah menindih Bunga. Bagai mendapat lotre miliaran rupiah, begitulah betapa bahagianya Bunga saat ini.
“akhirnya kak Rain seutuhnya kembali lagi sama aku. Aku cinta sama kak Rain. Apa kak Rain juga sama, cinta sama aku?” tanya Bunga.
Rain diam saja, ia tidak menjawab pertanyaan Bunga. Entahlah, apakah ia mencintai Bunga atau tidak, yang ia tahu hanya ia sangat mencintai Nala. Tapi kalo tidak mencintai Bunga, lalu apakah berhubungan int*m seperti ini hanya karna na*su semata. Oh tidak, karna Rain juga menikmatinya. Rain mungkin sudah sedikit mencintai Bunga tapi ia tidak menyadarinya.
Bunga hanya tersenyum karna Rain tidak menjawab, tapi ia akan berusaha sampai Rain sepenuhnya menerimanya dan melupakan Nala.
Kemarin sebelum membeli Jam itu, Bunga berperang melawan hatinya, jujur, awalnya ia mendekati Rain untuk membuat Nala hancur, ia tidak mencintai Rain, tapi mencintai Axel. Namun sekarang ia benar-benar telah mencintai rain sepenuhnya, rasa yang ia punya makin bertambah karna stiap hari bersama Rain, makanya ia memutuskan untuk melupakan cintanya terhadap Axel dan mengejar cintanya Rain.
__ADS_1
“tidak apa-apa kak. Aku tau kak Rain mencintai Nala, tapi bersama kak Rain seperti ini sudah membuatku bahagia” ucap Bunga, yang membuat Rain tersenyum lagi.
“trima kasih karna sudah mengerti, harusnya dulu kakak tidak salah mengenali, kakak tidak salah orang, harusnya dulu cinta ini buat kamu, harusnya dulu kakak mencari tau tentang kamu, kalau semua seperti ini dulu, mungkin saat ini kita sudah bahagia, kakak hidup sama kamu. tapi takdir mempermain kan kita, orang yang kakak kira itu kamu ternyaata salah, tapi mau gimana lagi, kakak sudah terlanjur mencintai Nala. Jika saja, saat itu kamu muncul sedikit lebih awal, semuanya ini tidak akan terjadi” ucap Rain mengusap rambut Bunga.
“tidak apa kak. Bunga baik-baik saja kak. Yang penting kita terus seperti ini. Tapi kak...”
“tapi apa?” tanya Rain.
“apakah kak Rain bakalan nikah sama Nala?” tanya Bunga, wajahnya di buat lesu.
“ia. Kakak mencintai Nala sayang kamu tau itu kan? Dan kakak ingin secepatnya menikahinya” ucap Rain
“lalu bagaimana sama hubungan kita kak. Bagaimana sama aku?” mata Bunga berkaca-kaca
“kamu tenang saja, walaupun sudah menikah nantinya, hubungan kita tidak berubah, kita akan menjalin hubungan seperti ini.” Ucap Rain.
“benarkah? Jadi kakak tidak akan meninggalkan aku?” tanya Bunga, Rain menggeleng.
“kalo ketahuan gimana kak” ucap Bunga.
“dengarlah, asalkan kamu mengikuti semua yang kakak usulkan dan rencanakan mulai sekarang” ucap Rain.
“aku akan mengikutinya, asalkan bersama kakak. Apa yang kak Rain rencanakan?” Ucap Bunga tersenyum.
“aku sudah mendirikan perusahaan cabang di Malaysia, kamu nanti tinggal saja di sana, aku bakalan siapkan tempat tinggal dan segala keperluan kamu, aku akan mempekerjakan kamu di sana saat kamu sudah lulus nanti. Setiap bulan aku akan ke sana melihat perkembangan perusahaan dan melihat kamu tentunya, hari ini aku janji bahwa Aku tidak akan meninggalkan kamu. aku tidak bisa jauh dari sentuhan kamu ini sayang.” Ucap Rain.
Bunga tersenyum, ia kembali menggoda Rain dengan sentuhan-sentuhannya. Mereka pun melanjutkan semua aktifitas panas mereka di tempat tidur entah sampai berapa lama.
__ADS_1
BERSAMBUNG...