
MAAF KALO MASIH ADA TYPO.
SELAMAT MEMBACA!!!
...
Singapore
Axel sedang berbaring santai di tempat tidur, entah mengapa, perasaannya tak karuan dari tadi.
"Apa Nala baik-baik saja?. Kayaknya gue harus pulang dulu deh. Gak tenang kalo kayak gini. Gue harus pastikan sendiri, kalo Nala baik-baik saja".
Beberapa menit berperang dengan pikirannya antara balik ke Indonesia atau tidak, akhirnya Axel memutuskan untuk balik hari itu juga. Karena kalo tidak, semua urusan yang ia kerjakan akan terbengkalai.
Axel mengambil handphonenya, dan menghubungi orang tuanya perihal kepulangannya ke Indonesia.
Axel juga menelpon seseorang di Indonesia untuk memantau Nala. Perasaan Axel benar-benar tidak enak.
"Tunggu kakak sayang. Kak Axel gak akan biarkan orang lain menyakitimu".
...
Indonesia
Keesokan harinya, Nala pergi ke kampus tanpa Bella, karena Bella hari ini memiliki halangan ke kampus. Ada acara keluarga di rumahnya.
Saat dalam perjalanan menuju kampus, mobil Nala di cegat. Tampaklah dari dalam mobil lain yang mencegatnya, beberapa pria badan kekar berotot dan bertato.
Nala yang melihat pria-pria itu seketika merinding. Ketakutan menghantui dirinya.
"Sial. Jangan sampai gue jadi korban begal. Disini sepi lagi" gumam Nala."mana gue gak bisa berantem lagi."lanjutnya
"Tenang Nala, tenang."
Salah satu pria menggedor-gedor pintu mobil Nala. Karena ketakutan, Nala tidak membukanya.
"Buka pintunya cepat." Teriak pria itu. Nala belum juga membukanya.
Karena Nala tidak kunjung membuka pintu mobil, pria itu terlihat berjalan ke sekitar, Nala tampak kaget karena melihat pria yang wajah dan badan yang menyeramkan itu membawa sebuah balok kayu yang begitu besar.
Akhirnya Nala dengan gemetaran membuka kaca mobilnya.
"Maaf Om. Ke.. kee..Na..pa yah" Nala bertanya dengan terbata-bata karena takut.
"Keluar kamu" perintah pria itu.
"Maaf Om. Om mau uang, Nala bakalan kasi kok Om. Tapi ijinin Nala pergi yah" Nala memohon sambil meneteskan air matanya.
"Kami tidak butuh uang kamu. Kamu yang kami butuhkan"
Deg
Bagaikan tersambar kilat, Nala mendengar pernyataan mereka itu. Apa Nala pernah menyinggung mereka?
"Maaf. Tapi Nala adA buat salah apa?"
"Kamu bakalan tau nanti" pria itu menodong Nala dengan sebilah pisau. Nala turun dari mobil dengan tangan yang gemetaran.
"Tuhan tolonglah Nala" Nala terus berdoa dalam hati, semoga ada yang bisa menolongnya.
Sedangkan dari kejauhan sebuah mobil sedang memantau pergerakan dari pria-pria di depan.
__ADS_1
"Sial. Gue sendiri lagi."gumam pria itu.
Pria itu mengirimkan sebuah pesan singkat kepada bosnya.
BOS, NALA DI CULIK. terkirim dan langsung terbaca.
Pria itu terus mengikuti dari jauh mobil yang membawa Nala.
Di tempat lain, Axel yang sedang berganti pakaian sehabis mandi, kaget setelah membaca pesan dari orang suruhannya. Tangannya mengepal.
IKUTI MEREKA, JANGAN SAMPAI KEHILANGAN MEREKA. KIRIM LOKASI KAMU SEKARANG. JANGAN LUPA SETELAH MEREKA SAMPAI DI TEMPAT MEREKA MEMBAWA NALA, KIRIM ALAMATNYA JUGA
08****: Baik Bos
Axel menghubungi Rio, dengan tergesa-gesa Axel menyambar kunci mobilnya dan pergi.
...
Di sebuah Kamar yang cukup mewah, di sinilah Nala berada. Di ikat kaki dan tangannya, di perban mulutnya.
Nala dari tadi memberontak terus. Hingga ia terjatuh ke lantai dengan tubuh yang masih terikat di atas kursi.
"Kamu bisa Diam tidak" bentak pria bertato.
Pria itu melepaskan perban dari mulut Nala.
"Lepaskan saya. Lepaskan"
"Haha. Sayang sekali kamu saya lepaskan sekarang. Saya ingin kamu menghasilkan uang yang banyak untuk saya"
"Maksud kamu apa? Saya tidak mengerti"
"Ckk. Bodoh. Kamu tau dengan kemolekan tubuh kamu ini, saya akan menjadi bertambah kaya haha"
"Jangan. Saya mohon. Berapapun uang yang kalian minta akan saya berikan. Tapi tolong lepaskan saya. Hiks hiks"
"Ok. Kalo kamu mau bebas, saya minta kamu berikan seluruh harta milik kamu"
Nala tersentak mendengarnya. Orang ini benar-benar pintar.
'' jangan diam saja. Bisa tidak kamu berikan seluruh kekayaan keluarga kamu? Tidak kan?"
Nala terdiam. Bagaimana bisa, dia tidak mau keluarganya jatuh miskin, bukan karena tidak bisa hidup sederhana, namun Nala tidak ingin orang tuanya menderita. Tapi bagaimana dengan dirinya sendiri sekarang? Apa yang harus Nala lakukan.
Klek
Pintu terbuka. Seseorang masuk dan membisikkan sesuatu.
Pria itu mendekat dan membuka ikatan itu. Saat ikatannya terlepas, Nala berlari menuju pintu, tapi sayang, pintunya terkunci.
"Mau kabur kamu hah?" Bentak pria itu.
Pria itu menarik Nala dan melemparkannya ke kasur. Menaiki kasur itu dan menampar Nala dengan keras. Merobek baju Nala hingga pakaian dalam bagian atas keliatan.
Pria itu akhirnya pergi dari situ. hati Nala menjadi lega. Sekarang bagaimana caranya ia bisa keluar dari ruangan terkutuk ini. Nala melihat sekelilingnya mencari selimut tapi tidak ada. Ia gemetaran memeluk lututnya.
Baru beberapa menit merasa lega. Nala di kagetkan dengan kemunculan seorang pria cukup Tampan, berbeda dengan pria-pria tadi yang membawanya.
Pria itu menatap Nala dengan datar."cantik juga"
"Kamu siapa?" Tanya Nala
__ADS_1
"Saya yang akan menjadi teman bermain kamu sayang" balas pria tampan itu.
"Jangan. Saya mohon. Lepaskan saya. Saya bukan wanita panggilan. Saya di bawa kemari oleh beberapa orang yang tidak saya kenal" Nala menangis.
Pria itu melihat air mata yang keluar dari mata Nala seketika merasa iba.
"Sial. Apa Bunga yang memaksa wanita ini? Ah bukan wanita, di lihat dari gelagatnya, dia seperti masih gadis. Sialan Bunga" batin pria itu
"Kamu. Siapa nama kamu?" Tanya pria itu sambil menghembuskan asap rokok.
"Nama saya Nala. Nala Kejora Om, eh kak"
Deg. Nala Kejora? Sial. Hampir saja.
Pria itu Membuang puntung rokoknya, berjalan mendekati Nala dan ingin melepaskan jasnya.
Seketika Nala berteriak histeris.
"Jangan. Tolong. Jangan sentuh saya. Saya mohon"
Pria itu memandang dengan iba gadis di depannya ini.
Dengan masih memohon. Nala di buat kaget manakala telah tersampir di tubuhnya sebuah jas yang menurutnya sangat mahal itu.
Nala mengeratkan tangannya untuk memegang jas itu. Pria itu menangkap wajah Nala.
"Hei. Tenanglah. Kamu aman." Tubuh Nala di peluk erat oleh cowok itu.
"Anjir loe Bunga. Sialan. Tunggu aja loe" batin pria itu. Ia geram. Bunga melakukan ini pada gadis di depannya.
Nala masih gemetaran. Ia masih de peluk erat oleh Pria ini. Pria tampan ini melepaskan pelukannya dan mengecup kedua mata Nala yang di penuhi air mata.
Nala kaget. Sikap pria ini sangat manis padanya.
"Kamu tenang yah, saya akan mengantar kamu pulang Nala" dengan lembut pria itu mengusap air mata Nala. Ia menjerit sakit dalam hati melihat Nala menangis.
Dengan posisi Masih di tempat tidur, pria itu kembali ingin membawa Nala ke dalam pelukannya, namun teriakan seseorang menghentikannya.
"Berhenti"
Nala dan pria itu berbalik. Sial.. batin pria itu.
Sedangkan Nala masih tidak percaya dengan kedatangan seseorang itu. Entah mengapa ia merasa sangat senang. Yah, Axel adalah orang itu
Melihat keadaan Nala yang berantakan. Rambut kusut, mata bengkAk, bibir berdarah, baju berserakan di lantai, seketika membangunkan sisi kejam Axel.
Dengan membabi-buta Axel memukul pria itu. Mereka berdua berkelahi tanpa henti.
"Brengsek Loe Leon. Loe apain Nala gue hah?"
"Nala gue?" Batin Nala dan Leon
"Loe sama aja pria brengsek kayak Rain, Leon. Gue benci dan menyesal pernah jadi teman kalian. Sialan"
Leon menangkis serangan-serangan yang di berikan Axel. Ia tau siapa Axel. Makanya jika ia membalas, Axel semakin menjadi-jadi lagi untuk membuatnya babak belur.
Melihat perkelahian yang tak berujung Nala berniat menghentikannya.
"Kak Axel cukup" teriak Nala.
Kedua orang itu seketika berhenti. Mereka berbalik dan menatap Nala dengan tatapan yang sulit di artikan.
__ADS_1
'
Bersambung....