Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Bunga Histeris


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!!!


Maaf yah kalo masih ada typo.


...


"Selamat untuk kalian berdua pasangan fenomenal yang serasi. Jalan* dan Brengsek. Ayo kita capcus sayang."Nala menggandeng tangan Andre. Bella mengikuti dari belakang. Saat Rain hendak menyusul, ia di tahan oleh Bunga.


"Lepasin"teriak Rain. Rain berlari menyusul Nala. Namun Nala, Bella dan Andre sudah memasuki lift. Rain menggunakan tangga. Rain berlari sangat kencang.


"Tidak. Gue gak mau di tinggal Nala. Sial" kata Rain.


Rain berlari Hingga sampailah ia pada tangga terakhir. Namun sayangnya Nala sudah pergi.


Ia merogoh saku celananya dan mengambil hapenya. Rain menghubungi Nala, hapenya aktif tapi sayang, tak diangkat oleh Nala. Rain menarik rambutnya Frustasi.


Saat Rain ingin menaiki mobil, Bunga mencegahnya. Rain menghempaskan tangan Bunga yang memegang tangannya.


"Lepas Bunga. Oh ia. Gue akan penuhi janji gue untuk menjaga loe. Namun hanya sebatas itu" ucap Rain.


"Maksud kak Rain?"


"Kita putus. Gue gak mau kehilangan Nala. Nala itu hidup gue. Seberapa bejatnya gue, Nala tetap nomor satu. Jadi maaf Bunga. Mungkin ini kesalahan gue. Jadi gue minta maaf skaLi lagi" Setelah mengatakan itu. Rain menaiki mobilnya dan menancapkan gas dengan kecepatan tinggi menuju kediaman keluarga Nala.


...


Di dalam kamar apartemen. Bunga histeris, ia membuang semua peralatan makeup yang ada diatas meja rias. Semua barang yang ada di atas Nakas pingggir tempat tidur di buang semua oleh Bunga. Kamarnya sudah seperti kapal pecah, Berantakan.


Bunga mengambil foto Nala dari dalam Laci, mengambil pulpen dan mulai mencoreng foto itu.


"Kenapa? Kenapa semua orang lebih milih loe dari pada gue. Ha?" Bunga menangis histeris sambil memandang dan meremas foto Nala yang tadi ia coret.


"Nala, Nala. Rencana berikutnya akan gue mainkan sekarang" Ucap Bunga tersenyum smirk


Bunga mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang. Setelah menghubungi orang itu, Bunga tertawa seperti orang gila. Entah apa yang direncanakan Bunga bersama orang suruhannya.


...


Sedangkan di lain tempat, masih di dalam mobil, Nala, Bella dan Andre mengobrol membahas apa yang barusan terjadi.


"Makasih kak. Uda bantuin Nala. Tadi kalo gak ada kak Andre pipi Nala pasti sudah bengkak. Ih. Gak nyangka kak Rain segitunya belain si Bunga" ucap Nala


"It's okay. Gak apa-apa. Yang penting loe aman. Gue akan lakuin apapun demi lindungin loe." Jawab Andre.


Bella yang ada disitu seakan menjadi obat nyamuk. Bella juga penasaran mengapa Andre bisa berada di dalam Apartemen Bunga.


"Eh Na. Gue penasaran deh. Kenapa bisa tiba-tiba kak Andre nolongin loe tadi" tanya Bella penasaran.


Jadi begini ceritanya.


FLASHBACK ON


Saat memasuki Aula untuk pembekalan, Nala tidak menyangka kalo ada kak Andre juga orang yang kerjain dia saat masa Ospek.

__ADS_1


Setelah selesai, Andre berjalan mendekati Nala.


"Hai, boleh duduk di sini?" Sapaan singkat dari Andre di susul pertanyaan.


"Oh. Boleh kak. Silahkan'' balas Nala.


" Emm. Kamu, eh maksudnya loe udah sembuh?" Tanya Andre


"Maksudnya?" Nala bingung.


''itu, cedera di kepala loe"


"Loh. Kenapa kak Andre bisa tau"


"Mm. Sebenarnya gue yang waktu itu bawa loe ke Rumah Sakit." Akhirnya Andre bilang juga ke Nala.


"Yah ampun. Jadi cowok yang ngantar Nala ke Rumah Sakit dan membayar semua tagihan Rumah Sakit Nala itu kak Andre?"


Andre mengangguk. Nala tidak menyangka orang yang selama ini ia kira gak suka padanya sebaik ini.


"Makasih kak. Nala gak tau deh mau balas kak Andre dengan cara apa?"


"Gue ikhlas kok bantuin loe. Karena gue sayang sama loe"


Mata Nala terbelalak. Nala tidak menyangka, kak Andre menyayanginya.


"Nala juga sayang kok. Semua orang Nala sayang"ucap Nala enteng.


"Jangan bercanda deh kak. Gak lucu tau"


"Benaran Nala. Loe mau gak jadi pacar gue"


Nala terdiam sesaat. Saat ini, dia tidak mau menjalin hubungan cinta dengan siapapun dulu. Nala masih trauma di selingkuhi.


"Maafin Nala kak. Nala gak bisa" Nala jadi gak enak sama kak Andre. Kak Andre orangnya baik, ganteng pula, banyak fans-nya. Siapa yang gak suka coba. Hanya Saja Nala sebatas menyukai Andre, bukan mencintainya. Saat dekat Andre, hati Nala tidak bergetar, berbeda jika ia bersama Rain ataupun Axel. Yah Axel, Entah kenapa saat mendengar suara Axel saat di telepon, jantung Nala berdetak sangat kencang.


"Kenapa? Loe udah punya pacar?" Nala menggeleng.


"Nala sebenarnya sudah bertunangan kak. Hanya saja ada Masalah dalam hubungan Nala dengan tunangan Nala kak" mata Nala berkaca-kaca.


"Apa tunangan loe selingkuh? Apa itu yang bikin loe kecelakaan waktu itu?" Tepat sekali pertanyaan Andre.


"Ia kak. Aduh maaf kok jadi curhat sih"


"Gak apapa. Cerita sama gue. Gue akan lakuin apapun asal bisa bikin loe tersenyum Nala. Jangan tangisin cowok seperti itu" kata-kata Andre persis seperti apa yang di katakan Axel.


"Makasih kak. Ya ampun hampir lupa. Bella sama Juan lagi nungguin Nala kak" Nala baru ingat dengan kedua temannya.


"Yaudah. Ayo kita temuin mereka"


Nala dan Andre keluar dari Aula dan menghampiri Bella dan Juan. Mereka berbasa-basi sebentar dan masing-masing berpisah arah.


Saat Bella dan Nala ingin menangkap basah Rain dan Bunga. Diam-diam Nala mengirim pesan meminta bantuan Andre.

__ADS_1


BOLEH NALA MINTA TOLONG KAK.


pesan terkirim dan langsung terbaca.


Ting. Pesan masuk


Kak Andre: minta tolong apa Na.


BANTUIN AKU BUAT BIKIN PERHITUNGAN SAMA KAK RAIN DAN SELINGKUHANNYA.


Kak Andre: boleh. Kirim Alamatnya.


JL. XX APARTEMEN NOXXX


Kak Andre: ok kebetulan dekat dari sini.


MAKASIH KAK.


Nala mengirim pesan balasan kepada Andre saat sudah berada di apartemen Bunga nanti.


Kak Andre: ok. Tenang aja. Loe yang kuat yah Na. Ingat banyak yang sayang sama loe.


IA KAK. MAKASIH 🙏


FLASHBACK OFF


Nala menceritakan semuanya pada Bella. Dan Bellapun mengangguk tanda mengerti.


"Jadi gitu ceritanya Bell."


"Gue ngerti kok. Akhirnya loe lega juga Na. Eh tapi hubungan loe sama kak Andre ini benaran?" Tanya Bella


"Gak kok. Kak Andre cuman berpura-pura jadi pacar gue aja Bell" balas Nala


Andre memandang Nala dengan tatapan yang sangat dalam. "Andai ini bukan pura-pura. Andai ini benaran Na. Kak Andre pasti beruntung sekali. Kamu udah cantik, Baik, penyayang. Entah siapa laki-laki yang bersama kamu nanti, dia pasti jadi lelaki paling beruntung. Sungguh bod*h Rain menyia-nyiakan kamu demi perempuan seperti Bunga" Gumam Andre, Namun hanya di dalam hati.


"Ia Bell. Gue cuman bantuin aja kok. Hubungan kita sebatas teman aja. Eh, kalian gak keberatan kan berteman sama kakak tingkat kayak gue"


"Yak gak keberatan kok kak. Kita yang harusnya ngomong kayak gitu. Kakak gak keberatan kan mau berteman sama kita, iyakan Na? Secara Penggemar kak Andre kan banyak. Banyak juga yang ingin jadi teman kakak" ucap Bella. Nala mengiyakan ucapan Bella.


"Jadi kita sekarang berteman dong"


"Ia kak. Na, gue gak nyangka cowok populer seantero kampus jadi teman kita. Padahal awal-awal Ospek kelihatan kejam gitu kan Na" kata Bella.


"Kok kejam sih. Orang gue baik kayak gini. Kalo yang nganggap gue kejam dan dingin, itu karena belum kenal dekat aja sama gue. Aslinya gue friendly loh"


"Iya deh. Yang skaranG jadi teman kita"


Hahaha


Mereka pun tertawa bersamaan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2