
Maaf kalo masih ada typo.
-Selamat Membaca-
.....
Axel keluar dari bandara dan memasuki sebuah mobil.
“ikuti mobil di depan pak” perintahnya pada sopir pribadinya.
“baik tuan” balas sopirnya
Axel mengikuti mobil Rain. Axel ingin memantau Nala. Ia juga tidak ingin Rain macam-macam sama Nala, padahal hanya ke kampusnya, Axel sangat berlebihan. Hehe
Sampai lah mereka di depan kampus Nala. Axel hanya menunggu di mobil, ia tidak mungkin keluar karna ada Rain, Rain menemani Nala sampai ke dalam kampus, Axel sampai berdecak tak suka.
“ck, sudah kayak pengawalnya saja, bajingan itu” kesal Axel
Sedangkan di dalam kampus, rombongan Nala sudah di sambut dengan meriah, dari kejauhan Nala melihat Juan, Bella dan Bunga.
Bella dan Juan berlari mendekat ke arah Nala dengan begitu girangnya, mereka bertiga saling berpelukan, mereka tidak menghiraukan tatapan Rain yang memandang mereka dengan tajam, tepatnya tatapannya tertuju kepada Juan yang memeluk Nala. Karna ia berpikir tadi sewaktu di bandara Nala menghindari pelukannya karna malu, tapi ini Juan memeluknya ia tidak menghindar malah merasa senang, makanya ia tak suka.
Sedangkan di kejauhan, Bunga melihat Nala dengan tatapan iri, Nala yang merasa di perhatikan memandang ke arah Bunga dengan tersenyum senang. Ia ingin agar Bunga semakin tersiksa dengan hal ini, teman-temannya menyayanginya, kak Rain sangat mencintainya, dan jadikannya hanya yang ke dua. Nala ingin Bunga tau bahwa pengkhianatan yang ia dan Rain lakukan tak akan membuat Nala jatuh. Nala melihat wajah Bunga seperti sedang menahan kemarahan, ia akan menunggu apalagi rencana Bunga selanjutnya.
“kita kangen banget sama loe Na” ucap Bella, Juan mengangguk menyetujui ucapan kekasihnya.
“gue juga kangen banget sama kalian” balas Nala.
“loe makin cantik aja deh Na, uh pasti yang naksir nambah banyak nih” ucap Bella melirik Rain. Ingin memanas-manasi Rain.
“loe kayak tau aja sih, siapa juga yang gak suka sama gue, Nala kejora gitu” ucap Nala.
Rain yang mendengar percakapan mereka sangat tidak suka.
“ huft, ntar cerita yah ke kita kegiatan loe selama di sana, jangan melewatkan secuilpun, termasuk cowok-cowok di kampus itu yang katanya ganteng-ganteng itu loh, apalagi cowok paling tampan itu, siapa namanya gue lupa, yang kata loe berani nembak loe di depan dosen itu” ucap Bella, membuat Rain tidak tahan dan menarik Nala mengikutinya.
Setelah kepergian mereka Bella dan Juan langsung bertos ria, tertawa terbahak-bahak. Ya, mereka hanya mengerjai Rain. Soal tembak-menembak itu hanya karangan Bella saja. Si Bella ada-ada aja ya.
__ADS_1
....
Di luar kampus Axel menunggu hampir sejam, Nala belum juga keluar. Ia tidak tahan dan mengirimi Nala pesan, tapi belum langsung di balas.
Setengah jam setelah pesan terkirim, Axel kembali mengirim pesan lagi, namun tak juga di balas.
“lama banget sih, ngomong apaan sih mereka di dalam?” tanya Axel entah pada siapa, Sopirnyakah? Hehe. Pak sopir yang melihat tuannya melalui kaca spion, menggeleng-gelengkan kepalanya. ia yang tak tahan pun mengeluarkan suaranya.
“em, tuan, kenapa tidak turun dan ikut masuk tuan?” tanya pak sopir.
“kalo bisa juga sudah dari tadi saya sudah turun, tidak ngumpet di sini” jawab Axel
“kenapa tuan harus ngumpet?” tanya sopirnya penasaran.
Dalam hati Axel, kalo sopirnya ini masih orangnya yang dulu dan bukan bapak-bapak, sudah ia lempar ke luar karna banyak bertanya.
“karna ada orang yang saya intai pak, makanya saya ngumpet di dalam mobil, sudah yah, jangan bertanya lagi.” Ucap Axel.
Walaupun Axel ia orangnya pemarah, tapi ia masih pandang bulu. Ia tau siapa yang pantas akan kemarahannya. Sopir itu terdiam, menganggukan kepalanya, ia tidak mau mendapat omelan dari tuannya.
Setelah kegiatannya selesai, Nala melihat hapenya ternyata ada pesan dari Axel. Ia yang menoleh ke arah Rain yang ternyata menoleh juga melihatnya, ia terpaksa mendekat dan meminta izin untuk ke toilet, sebenarnya itu hanya alasan Nala saja karna ingin menelpon Axel.
Nala meninggalkan Rain dan menuju di kamar mandi. Setelah memiksa bahwa bilik-bilik di dalam toilet wanita itu kosong, Nala memulai panggilannya kepada Axel.
“hallo kak” sapa Nala
“hallo sayang, kok gak balas chat aku sih?” tanya Axel
“maaf kak, acaranya baru saja selesai, tadi Nala naroh hapenya dalam tas, ini baru aku liatin kak. Tadi juga ada kak Rain, takut kak Rain curiga kalo aku ngechat kakak, makanya aku skarang nelponnya di dalam toilet kak.” Ucap Nala.
“oh ya sudah sayang. Langsung pulang kan? Orang tua kamu udah nunggu di rumah.” Kata Axel
“ia kak. Langsung pulang kok” balas Nala.”udah dulu yah kak, takut kak Rain nyusulin ke sini” sambungnya.
“ia sayang. Hati-hati yah. By Sayang” ucap Axel penuh senyuman.
Pak sopir yang melihat tuannya begitu heran, tadi saja marah-marah tidak jelas, sekarang tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila. Tuannya sudah seperti anak remaja yang sedang jatuh cinta, batinnya.
__ADS_1
Axel yanng merasa di perhatikan oleh sopirnya menormalkan ekspresinya itu. Ia kembali ke wajah tanpa senyumnya, sambil melihat ke arah dalam kampus.
Sedangkan di dalam kampus, Nala baru saja keluar dari dalam toilet, ia di kagetkan dengan sesosok mantan sahabatnya Bunga yang sudah menunggunya di depan toilet.
“hai Nala.” Ucap Bunga. Nala pura-pura tersenyum membalas senyuman Bunga yang ia tau juga pura-pura itu.
“hai juga Bunga.” Sapa Nala balik.
“boleh ngomong sebentar?” tanya Bunga.
“maaf yah, gue harus cepat-cepat balik, kak Rain udah nungguin gue dari tadi, mau langsung ke rumah gue soalnya” ucap Nala, memanas-manasi Bunga.
Senyum di wajah Bunga, tiba-tiba menghilang.
“yaudah deh. Lain kali saja” balas Bunga.
“ok. Gue duluan yah. By” Nala berjalan meninggalkan Bunga dengan hati yang puas, ia yakin Bunga pasti cemburu. Haaha
Rain yang melihat Nala datang, segera menghampiri Nala.
“ kok lama sih sayang?” tanya Rain
“oh itu, tadi ngantri kak, dan perut aku mules, kita pulang aja yuk kak” ucap Nala berbohong.
“yah udah sayang. Ayo, orang tua kamu udah di rumah kan? Kakak sekalian mau bicara sama mereka, sudah lama kita tidak mengobrol bareng” ucap Rain.
Nala langsung terdiam. Sebenarnya ia tidak mau Rain ketemu sama orang tuanya tapi apa boleh buat.
“ia kak. Ayo” balas Nala.
Rain mengantar Nala pulang ke rumahnya, saat masuk, betapa kagetnya mereka berdua. di sana ternyata bukan hanya orang tua Nala namun keluarganya Rain juga ada.
Yah, walaupun sudah tau kelakuan anaknya, ibunya Rain tidak mau melepaskan Nala, ia akan kasih Rain kesempatan untuk berubah, jika suatu saat Nala akan memutuskan hubungan mereka, ia akan mendukung keputusan Nala.
Ibunya Rain sangat menyayangi Nala seperti anak kandungnya sendiri, sama halnya dengan adiknya Rain, ia juga sangat menyayangi Nala, karna katanya ia dan Nala sebelas dua belas sama cantiknya, makanya itu, Nala sangat dekat dengan keluarga Rain.
Bersambung....
__ADS_1