Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Berbohong Lagi


__ADS_3

Maaf yah, kalo masih ada typo.


SELAMAT MEMBACA!!!


...


"Gak. Gak akan. Kakak bisa ninggalin Nala kalo kamu mau sayang" Rain membelai wajah cantik Bunga.


"Terus kita harus gimana dong kak."


"Kamu mau kan jadi milik kakak. Nala menjadi urusan kakak. Kamu tenang saja. Kita jalanin hubungan ini diam-diam dulu. Kalo kakak Uda batalin pertunangan kakak sama Nala, Kaka akan ngenalin kamu sama orang tua kak Rain, bahkan ke semua Orang" Bunga mengangguk dan memeluk erat Rain


Rain melepaskan pelukannya dari Bunga.


"Kita bungkus aja yah makanannya, biar makan di apartemen kamu aja, biar Skalian kakak antarin kamu yah" kata Rain. Ia ingin berlama-lama berduaan dengan Bunga tanpa ada yang melihat.


"Ia kak. Boleh" ucap Bunga dengan senang hati. Karena emang ini yang dia mau.


Tanpa mereka berdua sadari, sedari tadi ada dua pasang mata yang melihat segala kemesraan dan keromantisan mereka.


"Gue Labrak tuh cewek gatel sama cowok yang gak tau diri itu" marah gadis itu hendak beranjak dari pojokan tapi di halangi kekasihnya.


"Jangan. Biarkan saja dulu. Bukti sudah kita pegang. Kita akan kasih tau Nala" ucap cowok itu sambil menunjukkan hapenya.


"Tapi Ju, tangan aku gatel ini mau bunuh orang rasanya" bantah Bella.


Kedua orang itu memang Juan dan Bella. Sedari kampus, mereka emang sengaja mengikuti Bunga. Mereka tidak menyangka kalo Rain dan Bunga bisa melakukan hal ini pada Nala.


"Sabar sayang. Kita akan bantuin Nala dengan cara kita sendiri"Juan sejenak berpikir" Bel, aku punya ide. Kita gak usah dulu kasi tau Nala. Gue liat Rain cinta emang sama Nala, hanya saja rasa bersalah dan tanggung jawab nya pada Bunga, makanya dia harus melakukan ini" sambung Juan.


"Cinta cinta. Apaan ini, gue gak trima Nala di duakan"


"Satu-satunya cara agar Nala tidak sakit hati mengetahui semuanya, apa yang Rain dan Bunga lakuin, Nala harus jatuh cinta ke orang lain duluan sebelum Rain memutuskan hubungannya dengan Nala" Ucap Juan memberi ide.


"Dan satu-satunya orang yang bisa lakuin itu hanya Kak Axel Ju" Juan mengangguk."tapi kak Axel sampai sekarang entah dimana Ju" sambung Bella Frustasi.


"Hanya Kak Rio yang tahu"


"Ayo kita ketemu kak Rio sayang" ucap Bella tak sabar.


"Jangan dulu. Kita harus ngikutin mereka. Kita harus banyak ngumpulin Buktinya Sayang"


"Yaudah deh"


"Jadi ingat. Di depan Bunga sama Rain, kita harus bersikap biasa aja, anggap aja kita tidak tau hubungan mereka"


"Ia Ju. Tenang aja. Di kampus adalah bagian aku. Aku akan memainkan sandiwara ini dengan sebaik mungkin. Haha" pikiran Licik Bella mulai berkeliaran.


"Kamu gak akan tenang Bunglon, berpura-pura lah, kamu memang salah cari lawan. Gue Bella, bakal lindungi Nala apapun yang terjadi" gumam Bella dalam hati.

__ADS_1


Setelah pesanan mereka yang telah di bungkus rapih datang, Rain dan Bunga berlalu dari tempat itu. Bella dan Juan tetap mengikuti mereka dari belakang. Tapi agak jauhan, biar tidak ketahuan oleh mereka.


Rain terlihat membukakan pintu mobil untuk Bunga. Dengan tersenyum senang Bunga masuk ke dalam mobil di Susul oleh Rain.


Beberapa menit kemudian, mobil mereka telah sampai di apartemen nya Bunga. Seperti biasa, Rain membukakan pintu mobil untuk Bunga, Rain dan Bunga berjalan kearah lift dengan berpegangan tangan. Semua itu tak luput dari pantauan Bella dan Juan.


Sehabis memata-matai Bunga dan Rain, Juan sama Bella menghubungi Rio, mereka ingin menanyakan tentang Axel.


...


Di tempat lain, Nala terus menghubungi Rain, tapi hape Rain tidak aktif.


Nala terpaksa mendatangi perusahaan Rain. Tetapi saat kesana, Sekretaris Rain mengatakan Rain sudah sejak beberapa jam yang lalu pulang dengan terburu-buru.


Pilihan terakhir Nala adalah rumah Rain. Nala yakin Rain sudah di rumah. Lagian Uda mau gelap juga.


Penjaga yang melihat kalo yang datang adalah tunangan majikan mereka, langsung saja membukakan gerbang buat Nala.


Nala memencet bel di depan pintu rumah Rain. Tak lama pintu itu terbuka.


"Kak Nala"teriak Yunita senang, Yunita adalah adik perempuannya Rain.


"Hai Yuni" Sapa Nala dengan senyum.


Yuni langsung menarik tangan Nala masuk ke rumah.


Nala terdiam. Rain juga tidak ada di rumah. Jadi kemana Rain pergi tadi.


"Kakak kirain udah pulang Dari tadi. Soalnya tadi kak Nala ke kantor tapi katanya kak Rain udah pulang dari tadi. Nomor kak Rain juga gak aktif"


"Kalian ada masalah yah kak"


"Gak kok. Gak ada Masalah. Mungkin kerjaan kak Rain lagi banyak kali yah Yun"


"Mungkin aja kak. Yuni juga kurang tau kak"


"Yaudah. Kalo gitu kak Nala pulang dulu yah, by sayang" Nala mengecup pipi Yuni dan berlalu dari situ.


Sepanjang perjalanan pulang, Nala berpikir apa ia ada buat salah yah sama Rain, hingga sudah tiga hari Rain tidak pernah menghubunginya.


..


Sedangkan di apartemen Bunga. Bunga dan Rain lagi menikmati Makanan mereka. Rain melihat ke arah foto yang berada di atas meja di pojokan. Rain seketika mengingat Nala. Ada perasaan bersalah pada dirinya. Di lubuk hatinya yang terdalam Rain belum siap untuk melepaskan Nala. Karna Rain benar-benar mencintai Nala, tapi rasa bersalah dan tanggung jawab nya pada Bunga lah Rain terpaksa melakukan ini.


Rain mengambil hapenya yang sedari tadi sengaja ia matikan. Menyalakan handphone itu. Ada beberapa pesan masuk dari Nala.


Sayangku: Kak Rain. Kakak kemana.


Sayangku: Kenapa gak angkat telepon Nala kak. Nala ada buat salah apa.

__ADS_1


Sayangku:kak Rain sibuk yah. Yaudah kalo sibuk. Rindu kakak.


Rain meminta ijin dari Bunga untuk ke kamar mandi, di dalam kamar mandi Rain memejamkan matanya.


Seandainya Nala tau semuanya, Apa reaksinya?


"Apa keputusan gue benar yah, diam-diam di belakang Nala memiliki hubungan dengan sahabatnya Bunga?" Gumam Rain pada dirinya sendiri.


Rain membalas pesan Nala. Rain beralasan sedang ada urusan dengan Kliennya. Rain berharap Nala percaya. Dan benar. Nala yang polos itu percaya begitu saja dengan kebohongan Rain.


Di seberang sana Nala lega, akhirnya Rain membalas pesannya juga.


"Aku hampir berpikir macam-macam sama kak Rain. Ternyata dia lagi banyak pekerjaan.," Ucap Nala pada dirinya sendiri.


Karena sudah ada kabar mengenai Rain, Nala pun menjadi tenang dan mengeluarkan Buku kuliahnya.


Masih di apartemen Bunga, Rain pamit pulang sama Bunga. Karna dia tidak mau ada yang curiga.


Sesampainya Rain di Rumah, Rain telah di sambut oleh sang adik.


"Dari mana aja kak'' tanya Yuni.


"Ketemu klien"jawab Rain


"Tadi kak Nala kesini loh. Nyariin kakak. Katanya uda beberapa hari kak Rain gak hubungi kak Nala"


"Ia. Kakak lagi sibuk. Tapi Uda Kasi tau Nala kok barusan?"


"Yaudah. Kalo ada Masalah bicarakan baik-baik kak. Eh tapi Aku lupa bilang loh kak, teman kelas aku yang cowok pada nitip salam sama kak Nala, haha. Banyak benar penggemar kak Nala, Kalo jadi artis pasti ngetop deh"


Rain yang mendengar kalo teman adenya nitip salam sama Nala merasa tidak enak. Anak SMP aja ngefans sama Nala apalagi anak seusia Nala atau diatas Nala.


Tanpa menghiraukan perkataan Adiknya, Rain pun berlalu menuju kamarnya.


Bersambung...


Segini dulu yha readers


Jangan lupa follow Ig nya author yha


#Nalatue


#Author akan usahakan setiap hari update yha guys


#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author


#Dangke


#Saranghe😍

__ADS_1


__ADS_2