
...
Mereka bertiga makan dengan diam. Dalam keadaan hening itu membuat Nala merasa tidak nyaman, yang tadinya dia merasa sangat lapar, SkaranG tidak begitu berselera untuk makan.
"Na, kok makanannya gak di habisin?" Tanya Rain
"Oh.. gak. Uda kenyang kak"
"Makan dua suap aja di bilang kenyang. Kamu ada masalah yah, jangan di pendam ayo cerita sama kakak"
Axel hanya diam saja mengamati dua sejoli di depannya ini sambil menahan cemburu yang mulai naik
"Gak masalah kak. Oh ia, kita pulang aja yuk kak, Uda malam juga, aku mau nyiapin perlengkapan buat Ospek di esok hari kak"
"Yaudah. Bro, gue bayarin dulu yah, tolong temani Nala" ucap Rain berlalu pergi
Axel tak tau mau ngomong apa sama Nala. dan Nala juga seperti kehabisan kata-kata. Mereka berdua saling diam-diaman sampai Rain datang lagi.
"Ayo bro, sayang kita pulang"
"Ia" Jawab Nala
Sedangkan Axel dia tidak bicara apapun, dia hanya berdiri dan berjalan mendahului mereka berdua. Dia tidak mau di belakang mereka dan melihat kemesraan mereka berdua. Tambah naik darah dia nantinya🤣
Mereka bertiga berpamitan. Rain mengantar Nala, sedangkan Axel memutar balik mobil karna rumahnya dan rumah Nala tidak searah.
" Nanti aku akan beli rumah yang searah dengan rumahnya, biar perlu berdekatan dengannya" gumam Axel pada dirinya sendiri
...
__ADS_1
Pagi menjelang, suara alarm membangunkan si bidadari cantik yang masih bergelut dalam mimpinya.
Kring kring kring
"Hoam, semangat baru di hari pertama Ospek. Yey" Kata Nala bersemangat
Jam 6 Nala sudah siap. Kameja putih polos, celana kain panjang hitam, wah. Gak kalah keren juga nih, gumam Nala pada dirinya sendiri di depan cermin.
"Apapun yang aku pakai selalu terlihat sempurna, yaiyalah, orang cantik mah selalu tetap terlihat cantik dalam balutan apapun" Nala terkikik sendiri
Nala tidak menyadari kalo dirinya sedang diperhatikan oleh ibunya
"Duh aduh, anak ibu. Cantik banget sih"
"Hehe. Eh ibu, oke kan Bu penampilan Nala?"
"Oke Pake banget sayang" kata mamanya" ayo sarapan dulu, ntar telat lagi" sambungnya
"Ibu nungguin ayah kamu sayang, 1 jam lagi ibu akan sarapan sama ayah kamu. Ibu nemanin kamu sarapan aja. Ayo"
Selesai sarapan, Nala berpamitan sama ibunya dan memacu kendaraannya ke kampus.
Sesampainya di kampus, ternyata Uda di tungguin Juan sama Bella
"Hai Na" sambut Juan dan Bella bersamaan
"Hai. Wah aku keduluan kalian berdua"
"Iyalah, kamu itu dandannya terlalu lama" kata Bella
__ADS_1
"Siapa bilang, aku mandinya emang lama, tapi kalo dandan mah sih gak" bela Nala
"Sama aja, issttt" Bela memutar bola matanya
Juan yang melihat hanya tersenyum, dia berpikir Nala yang pendiam pasti akan betah dengan sikap ceplas-ceplosnya si Bella, dan sepertinya si Bella orangnya tulus berteman sama Nala, pikir Juan.
"Yaudah, ayo kita masuk, di dalam udah pada mau ngumpul tuh" sela Juan
"Ayo capcus" kata Bella sambil menggandeng lengan Nala sama Juan
...
"Sayang, semangat yah hari ini"
Pesan masuk ke hapenya Nala sebelum hapenya di matiin
"Makasih kak Rain sayang" balas Nala diiringi dengan senyum andalannya
"Cie cie, siapa sih" tanya Bella kepo
"Pacar aku" jawab Nala
Dikantor seberang, seseorang juga lagi mengetik pesan dengan wajah penuh senyum, sekretarisnya bingung sendiri ada gerangan sampe bosnya senyum-senyum sendiri
"Selamat Pagi dan semangat pagi. Jangan lupa sarapan, waktu jam makan siang jangan telat makan juga"
Axel menunggu barangkali ada balasan, eh, Sampe 1 jam berlalu tidak ada balasan, bahkan pesanya pun hanya centang satu
"Hapenya mungkin dimatiin" gumamnya pada diri sendiri
__ADS_1
Tingkah lakunya dari tadi tak terlepas dari pantauan Sherly, sang sekretaris cantik nan seksi.