Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Saya Rindu Kamu


__ADS_3

Selamat Membaca!!!


Maaf, jika banyak typo


...


Pesan yang baru masuk itu tiba-tiba membuat Axel tersenyum senang, bagaimana tidak, seminggu lagi Nala orang yang dia cintai akan ke negara ini.


"Aku menunggumu sayang" ucap Axel senang menatap wallpaper hapenya yang adalah foto gadis pujaannya siapa lagi kalo bukan Nala.


...


Malam hari, di Apartemen Rain, Rain sedang memandang fotonya bersama Nala. Rain Mengingat awal ia bertemu dengan Nala, ia jatuh cinta sama Nala.


"Gue harus akhiri semuanya. Hubungan gue, Tessa dan Bunga. Gue gak mau di tinggal Nala" Monolog Rain


Sementara berfikir cara apa yang harus di sampaikan kepada Bunga, tiba-tiba handphonenya berdering. Rain melihat, ternyata Bunga yang meneleponnya.


"Hallo"


"Kak Rain." Terdengar Suara lesu dari seberang sana.


"Bunga. Hei. Kamu kenapa?" Tanya Rain panik.


"Kak. Bisa ke apartemen aku?" Tanya Bunga yang suaranya mulai meredup.


"Kamu kenapa? Ada yang jahatin kamu? Jawab Bunga. Jangan bikin aku panik dong sayang"


"Kak..." Itu suara terakhir Bunga setelahnya telepon pun terputus.


"Bunga, sayang. Bunga. Jawab" teriak Rain.


Tak ada balasan apapun dari seberang telepon. Saking paniknya, Rain menyambar kunci mobil dan langsung berlari keluar apartemennya, menuju mobilnya. Rain melaju dengan sangat cepat. Kecepatan diatas rata-rata.


Sesampainya di Gedung apartemen Bunga, Rain segera menuju dimana Bunga berada. Rain langsung masuk karena sebelumnya ia sudah tahu sandi apartemen Bunga.


Setelah pintunya terbuka, Rain masuk dan mencari Bunga. Apartemen milik Bunga sangat sepi, Rain langsung menuju kamar Bunga, untung saja Kamarnya tidak terkunci. Saat masuk Rain melihat Bunga yang menggigil di tempat tidur. Rain mendekati tempat tidur Bunga dan memegang dahinya, betapa terkejutnya Rain sebab Suhu tubuh Bunga sangat panas.


"Bunga. Bangun sayang. Kamu dengar kan?" Rain panik. Saking paniknya ia sampai bingung.


Bunga mengerjabkan matanya.


"Kita ke Rumah Sakit yah. Badan kamu panas sayang" kata Rain. Namun Bunga menggeleng.


"Temani aku kak" jawab Bunga lemah.


Rain bergegas mengambil air dan kain lap bersih. Ia mengompres Bunga.


"Kak Rain,,," Bunga terus menerus memanggil nama Rain


"Aku disini." Rain menjawab sambil memegang tangan Bunga. Rain melihat di atas Nakas ternyata ada obat penurun panas tapi obatnya sama sekali belum di sentuh.


Rain memaksakan Bunga untuk meminum obatnya. Setelah itu ia bergegas ke luar. Menuju dapur, Rain memasakkan Bunga bubur. Seumur-umur baru kali ini, Rain memasak. Saat bersama Nala Rain tidak pernah memasak. Saat sedang menunggu buburnya masak, Rain melihat hapenya yang kebetulan tadi sengaja Rain hiraukan karena panik dengan keadaan Bunga. Ada dua pesan masuk dari Nala.


Nala: Kak. Uda tidur apa belum. Nala pengen ngomong sesuatu.


Nala: Kak. Balas dong

__ADS_1


Begitulah isi pesan Nala untuk Rain. Rain tidak membalasnya. Yang tadinya Rain ingin menebus segala kesalahannya sebelum nantinya Nala mengetahui semuanya, tapi Rain sekarang malah bingung. Bingung memilih Antara Nala dan Bunga.


Setelah menunggu beberapa menit, Bubur yang Rain masak pun jadi. Rain menyediakan semangkuk bubur panas dan masuk ke kamar Bunga.


Saat masuk, Bunga sudah bangun.


"Bunga, kak Rain Uda masak bubur buat kamu" Rain menggaruk kepalanya yang tak gatal"tapi entahlah ini enak apa gak. Soalnya baru pertama kali kakak masak" lanjut Rain.


Bunga tersenyum. Dia terharu. baru kali ini Rain memasak. Jadi dia orang pertama yang Rain masakin.


"Makasih kak. Uda peduli sama Bunga. Bunga sayang sama kakak" ucap Bunga.


"Kamu makan dulu, habis itu tidur." Bunga mengangguk.


Rain menyuapi Bunga hingga bubur yang di mangkuk tinggal setengah.


"Uda kak. Uda kenyang. Buburnya enak kok" kata Bunga.


"Kamu tidur yah. Jangan banyak gerak"


"Temani aku kak" kata Buna. Rain mengangguk. Rain meraba dahi Bunga, ternyata panasnya Uda turun.


Rain menaiki tempat tidur Bunga dan memeluknya erat. Rain Juga bingung, apa ia suda menyukai Bunga, atau hanya panik karena janjinya harus melindungi Bunga.


Kedua sejoli itupun tidur dengan damai, tanpa memperdulikan seseorang yang sedang menunggu balasan dari pesannya.


Yah, di dalam kamar, Nala sedang menunggu balasan Rain. Tapi Rain tak kunjung membalas.


Akhirnya, Nala memilih untuk mematikan handphonenya dan segera tidur. Tak berselang lama Nalapun masuk kedalam dunia mimpi.


...


Seorang Pria tampan Sedang berkutat dengan pekerjaannya. Walaupun dia di luar negeri, tetapi dia tetap bekerja. Ia sedang memeriksa file yang di kirim sekretarisnya.


Ia tiba-tiba mengingat gadis yang sangat ia rindukan. Sudah beberapa bulan mereka terpisah. Tidak bertatap muka, tidak juga mendengar suara. Pria itu tidak lagi bisa menahan rindu.


Ia mengambil hapenya dan membuka aplikasi chat. Ia mengirim pesan ke gadis yang ia rindukan.


SELAMAT PAGI


pesan pertama setelah perpisahan. Pria itu tau. Disana sudah Jam 7 pagi, makanya ia mengirim pesan. Tapi pesannya tak kunjung di balas. Menunggu hingga 1 jam berlalu, tapi tidak juga ada balasan. Akhirnya ia kembali melanjutkan pekerjaannya.


...


Indonesia


Pukul 07.00 WIB


Nala bangun dari tidurnya, ia langsung mandi. Karena jam sembilan nanti ia harus ke kampus. Setelah mandi Nala langsung sarapan. Habis sarapan Nala baru mengingat hapenya. Ia mengambil hapenya dan menghidupkan nya.


Ada beberapa pesan. Dari Bella, Bunga, Rain dan Nomor tidak di kenal.


Bella: Nala sayang. Gue jemput yah.


Kak Rain: Nala, maafin kakak yah, kak Rain ketiduran.


Seingat Nala pesannya Uda di lihat dari semalam, kok ketiduran? Kak Rain bohong lagi.

__ADS_1


Bunga: gue ijin yah Na. Lagi sakit gue.


08*****: Selamat Pagi


Nala tidak membalas pesan Rain dan Bunga. Ia hanya membalas pesan Bella.


OK. DATANG SEKARANG YAH.


Balasan Nala ke Bella.


Nala kembali melihat pesan dari nomor itu.


SELAMAT PAGI JUGA. SIAPA YAH?


10 menit menunggu, akhirnya Ada balasan.


08****: Axel


Mata Nala tiba-tiba terbelalak. Orang yang tiba-tiba menghilang beberapa bulan lalu dan sempat Nala khawatirkan sekarang muncul. Belum sempat Nala membalas, Pesan baru kembali masuk.


08****: Kamu apa kabar?bisa saya telepon kamu?


Nala menelan ludahnya. Ia sudah sama seperti orang yang sudah lama tidak ketemu mantan.


IA. TELEPON AJA KAK


Setelah pesan Nala di baca.


Drrttt


Drtttt


Getaran pada ponsel Nala. Nala pun mengangkatnya.


"Hallo" Suara khas pria terdengar. Nala deg-degan mendengarnya.


"Yah ampun, jantung Nala" batinnya


"I..ia. Ha..ha..llo kak" Nala terbata-bata


"Saya Rindu Kamu"


Deg


Nala membisu. Jantungnya berdetak kencang. Ia tidak tau hendak membalas apa.


Bersambung...


Segini dulu yha readers


Jangan lupa follow Ig nya author


#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author


#Dangke


#Saranghe

__ADS_1


__ADS_2