
-SELAMAT MEMBACA-
.......
Indonesia
Untuk saat ini, Rain terus menghindari Bunga. Setiap Bunga mengajak ketemu selalu saja Rain beralasan katanya banyak kerjaan. Esoknya lagi seperti itu, atau Rain beralasan lagi ke luar kota. Rain sementara ini ingin mencoba menjaga kepercayaan yang Nala berikan.
Saat Rain kembali merasa bersalah karna membohongi Bunga dan melanggar janjinya, Saat Rain mau membalas atau mau ketemu Bunga, Rain teringat kembali pesan Nala. Entahlah, semoga Rain tidak goyah dan tetap menjaga kepercayaan yang sudah di berikan Nala.
Di kampus, Bunga merasa sangat marah, karena Rain terus mengabaikannya.
“gak. Ini sudah seminggu setelah kepergian Nala. Kak Rain masih menghindari aku. Aku harus ketemu sama kak Rain, aku harus bicara sama dia” gumam Bunga.
Setelah selesai perkuliahannya di hari itu, Bunga bergegas pergi ke kantor Rain. Walaupun awalnya Rain sudah mengatakan jangan ke kantornya karna ia tidak ada di kantor, namun Bunga tidak mempercayainya, Bunga yakin itu hanya alasan Rain saja untuk menghindarinya.
Bunga menaiki taxi yang telah ia pesan saat masih di dalam kampus tadi. Ia bertekad hari ini ia akan kembali mendapatkan Rain.
Taxi melaju dengan cepat,sambil memikirkan Rain, tak terasa oleh Bunga bahwa taxi yang ia tumpangi sudah berada di depan perusahaannya Rain. Bunga pun bergegas masuk ke dalam.
Bunga menanyakan kepada Recepsionis apakah Rain berada di kantor, dan ia membalas ada di ruangannya.
__ADS_1
“ckkk, ternyata benar. Kamu menghindari aku karna Nala” batin Bunga
“makasih mba, aku uda punya janji sama kak Rain” ucap Bunga berbohong, Bunga tidak mau mereka menelpon ke ruangan Rain dan otomatis Rain tidak mengijinkan dia masuk.
Recepcionis itu mengangguk, karena beberapa kali juga mereka pernah melihat Bunga datang kesini tanpa Rain maupun bersama Rain. Jadi mereka mempercayai apa yang di katakan oleh Bunga.
Di dalam ruangan kerjanya Rain sedang duduk dan mengecek berkas-berkas yang di berikan oleh sekretarisnya. Saat sedang memberi tanda tangannya pada berkas-berkas itu, “ceklek” Rain di kagetkan dengan kedatangan seorang perempuan yang saat ini coba ia hindari. Rain berdiri dari duduknya, mencoba bersikap biasa saja di depan Bunga. Bunga berjalan mendekat ke arah Rain. Dan menanyakan kenapa Rain harus membohonginya.
“Bunga, ngapain kamu ke sini” tanya Rain
“harusnya Bunga yang bertanya di sini kak, ngapain kak Rain bohongi Bunga. Katanya lagi keluar kota, nyatanya kak Rain bohong, kak Rain hindarin Bunga kak.” Bunga mengeluarkan jurus ampuhnya, yah air mata tentu saja.
“astaga, jangan nangis dong” Rain menahan diri mati-matian agar tidak luluh terhadap Bunga.”aku baru saja dari luar kota langsung ke sini. Aku gak hindarin kamu Bunga” bohong Rain.
“kak Rain gak lupa kok. Hanya saja, kak Rain mencoba adil di sini. Menjaga pesan Nala dan kepercayaannya, dan juga kita kan sudah sepakat kalu benar-benar kamu butuh bantuan baru kak Rain datang, dan itu tidak setiap hari, hanya benar-benar butuh saja. Kita seperti ini kan lebih baik. Keadaan kamu baik-baik saja, lagian kamu tetap aku pantau kok. Aku tidak melupakan janjiku untuk selalu jagain kamu, tapi maaf, dari jauh saja” tutur Rain. Ia harus memberi pengertian ke Bunga. Dan Bunga juga harus mengerti bahwa prioritasnya di sini itu Nala bukan Bunga.
“tapi kak. Beberapa bulan ini Bunga sudah terlanjur terbiasa sama kehadiran kak Rain di sisi Bunga” ucap Bunga lagi. Yah, belakangan ini Bunga yang tidak merasakan kehadiran Rain menjadi frustasi. Ia sudah terbiasa sama Rain, entah mengapa kalo ada Rain, membuatnya merasa nyaman. Egois? Yah sudah pasti..
“tapi sekarang ini tidak bisa lagi Bunga, aku gak bisa di sisi kamu terus, aku gak mau Nala kembali salah paham.” Kata Rain lagi
“tapi aku sudah berubah, aku mencoba jadi yang terbaik. Walaupun perasaan aku ke Rain masih sama, tapi aku belajar menghargai hubungan kak Rain dengan Bunga. Kalo seperti ini kak jangan salahkan aku kalo kembali seperti dulu. Aku Cuma pingin berada di sisi kak Rain. Emang kak Rain yakin bisa jauh dari sentuhan aku? Aku tau sudah lama kak Rain tidak berhubungan int*m kan?” Bunga mendekati Rain yang sudah kembali duduk di kursinya” aku mau ngetes aja, apakah kak Rain bisa menolak aku?” ucap Bunga kembali yang kini mulai naik dan duduk di pangkuan Rain.
__ADS_1
“Bunga, ngapain kamu. turun gak?” jujur kalo seperti ini, Rain bisa khilaf lagi
“susstt. Kak Rain diam saja.” Bunga mulai menghembuskan nafasnya ke bagian telinga dan leher Rain, sambil menggerakan bagian bo*ongnya di pangkuan Rain. Sumpah demi apapun Rain menahannya dengan sangat.
“ah, Bunga” runtuh sudah pertahanan Rain. Bunga menertawakan Rain. Bunga dengan berani men*ium Rain, Rain yang sudah terbawa suasana membalas ci*man Bunga. Rain memang mencintai Nala, namun dia laki-laki normal, saat seperti ini dia tidak kuat menahannya walaupun sudah berusaha tadi. Rain berdiri dari kursinya, mengangkat Bunga ke atas meja kerjanya, Rain Men*ium Bunga dengan sangat Na*su. Rain membuka kamejanya dan kameja Bunga,menurunkankan celananya dan Bunga. Rain mencecap seluruh bagian leher Bunga. Saat Rain mau memasuki Bunga, tiba-tiba ia teringat Nala, Rain pun kembali mengangkat celananya dan berlari ke kamar mandi yang berada di ruangannya itu.
Bunga mendengus kesal saat Rain pergi meninggalkannya dalam keadaan seperti ini, Bunga berteriak dengan sangat kencang, mencaci-caci Nala, mengumpatnya dengan segala macam nama Binata*g. Namun walaupun kesal, Bunga juga sedikit senang, karna berhasil memancing hasratnya Rain.
Di dalam kamar mandi Rain sedang mandi dan melakukan kegiatan solonya . “Sial, hampir saja gue kelepasan lagi. Huftt. Ini yang bikin gue menghindar selama ini. Bunga benar gue menginginkan dia melakukan itu, gue gak nahan, belakangan ini gue gak ngalakuin itu. Tapi gak, gue harus banyak-banyakin nahan has*at gue. Harus. Entah sampai kapan gue begini, jangan sampai luluh lagi” ucap Rain sambil tangannya melakukan kegiatan itu .
Rain kelaur dari kamar mandi dengan keadaan segar, Bunga menunjukan wajah kesalnya. Namun seketika ia tersenyum dan berjalan mendekati Rain.
“jangan mendekat Bunga. Tetaplah di posisi mu” ucap Rain. Rain tidak mau mandi lagi.
“kenapa? Bukannya kak Rain menyukainya? Sebenarnya Bunga gak tega khianatin Nala kok. Tadi juga Bunga ingin menghentikan kak Rain, tapi kak benar-benar menyukai sentuhan Bunga, kita seperti ini aja kak, kita diam-diam lagi kayak dulu. Tapi usahakan tidak ada yang tau. Biar gak nyakitin Nala. Aku di sini juga tersiksa kak, bukan Nala doang. Kak Rain boleh menahannya kali ini, tapi Bunga yakin dua tiga kali lagi kak Rain tidak bisa berpura-pura lagi. Sampai jumpa lagi kak Rain ‘Sayang’.” Bunga menekankan kata sayang.
“hufff.”
Rain menghela nafasnya panjang. Dia mengkhianati Nala lagi. Tapi Rain juga harus gimana dia manusia biasa. Dia tak luput dari godaan.
“maaf Nala, maaf kalo kelalaian kakak yang tidak kuat menahan godaan, kembali membuatmu terkhianati lagi” Rain meminta maaf karena ia tau lain kali ia pasti tergoda lagi, dan tidak menutup kemungkinan ia bakalan melakukannya lagi dan lagi dengan Bunga.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......