
"ia Ma. BEsok aku ingin bicara sama Rio ma"
"Ia sayang. Sekarang kamu istirahat dulu yah. Nala pasti baik-baik saja disana."
"Ia Ma"
Mama Sandra keluar dari situ menyusul suaminya yang tadi sudah duluan ke kantin Rumah sakit.
"Nala sayang. Kak Axel Rindu. Kamu di sana baik-baik sajakah? Perasaan kakak gak enak sayang" gumam Axel
"Semoga Rain gak kecewain kamu lagi sayang"
..
Di tempat lain Rio mendapatkan informasi dari temannya kalo pasien yang bernama Axel Abraham berada di Rumah sakit xx yang berada di Singapura.
Rio langsung menghubungi Bella.
"Hallo Bell. Kak Rio sudah tau Axel ada di Singapura. Kebetulan, esok kakak akan ke Singapura. Ada urusan bisnis. Jadi kak Rio bakalan cari Axel dan ceritain semuanya sama dia"
"Makasih kak. Kita harus bantuin Nala kak"
"Iya. Itu pasti. Kak Rio nyesal kenapa gak dari dulu gak lakuin ini. Pasti SkaranG Nala bahagia sama Axel"
"Semua Uda terjadi kak. Yang skaranG yang harus kita lakukan membantu Nala dan kak Axel k bersatu diam-diam kak."
"Kamu benar Bell. Yaudah. Sebentar lagi kak Rio ada rapat. Kak Rio matiin yha"
"Iya kak." Rio mematikan sambungan teleponnya
"Rain dan Bunga. Kenapa kalian saja yang bisa punya hubungan diam-diam. Kita juga bisa bikin Nala jatuh cinta pada Axel dan menjadi hkubungan diam-diam juga. Biar impas" gumam Bella.
Bella menghubungi Nala buat ke kampus bareng. Bella berpikir, dimana ada dia, harus ada Nala.
Di sisi lain, Nala sudah terlanjur menghubungi Rain buat menjemputnya. Jadi dengan terpaksa Bella harus nungguin mereka di kampus.
Nala keluar dari rumahnya dan menemui Rain.
''kita gak jemput Bunga dulu sayang?" Tanya Rain. Karena tadi sebelum Rain ke rumah Nala, Rain juga di telpon sama Bunga buat menjemputnya. Jadi biar Nala gak curiga, Rain mengantarkan keduanya sekaligus seperti biasanya.
__ADS_1
"Jemput kok kak. Ayo kita ke apartemen Bunga" kata Nala.
"Ok sayang" Rain tersenyum senang.
Sesampainya di apartemen, ternyata Bunga sudah menunggu di depan.
"Bunga. Ayo naik" ajak Nala.
Nala dan Bunga duduk di kursi bagian belakang. Mereka bertiga bercerita, Bunga yang sesekali mencuri pandang lewat cermin depan bertatapan dengan pandangan Rain, mereka berdua saling berbalas senyum tanpa kecurigaan apapun dari Nala.
Hingga sampailah mereka di depan kampus.
"Kak. Kita turun yah. Oh ia. Ntar Nala gak usah di jemput yah. Soalnya, Bella minta di temanin ke rumahnya." Kata Nala
"Hm, Nala, Bisa gak ntar pulangnya kak Rain yang jemput gue. Kalo loe keberatan sih gak apapa.?" Bunga berharap Nala ngisinin. Dengan begitu hubungan mereka tidak ada curiga.
"Boleh kok. Kalo kak Rain gak sibuk aja." Jawab Nala
"Kakak gak Sibuk kok. Tenang aja. Nanti hubungi yah kalo mau pulang?" Rain tersenyum dan memandang Bunga, tatapan Rain ke Bunga tidak terlepas dari pantauan Nala. Seperti seorang pria memandang kekasihnya. Tapi Nala tidak ambil pusing karena tidak mungkin Rain menyukai Bunga.
"Ia kak." Bunga membalas dengan senyuman yang menggoda.
Bunga dan Nala turun dari mobil Rain. Sedangkan Rain melajukan mobilnya meninggalkan area kampus.
"Na. Lama banget sih. Kalian Duluan ke kampus, kok gue nyampenya duluan?"
"Maaf yah Bella cantik, gue sama kak Rain itu jemput Bunga dulu, jadinya sedikit terlambat. Hehe"
"Emang gak bisa naik taksi yah loe Bunga, manja amat sih." Bella yang tidak tahan melihat Bunga Akhirnya kata-kata itu yang terlontar dari mulut Bella.
"Maaf yah. Yaudah, lain kali gue bakalan naik taksi kok" ucap Bunga pura-pura merasa bersalah.
"Apaan sih kalian berdua. Bella, Bunga ini sahabat kita, dia Uda gue anggap sodara, jadi gak apapa kali, gue senang kok. Lagian kak Rain juga gak keberatan tuh" ucap Nala.
"Yaudah deh. Bunga, maafin gue yah" ucap Bella berpura-pura minta maaf.
"Ia. Gue maafin kok. Kita kan sahabat"
"Gue bakalan ngikutin permainan loe Bunglon" gumam Bella dalam hati.
__ADS_1
"Ayo kita masuk." Ajak Nala.
Mereka bertiga pun masuk ke ruangan kuliah.
Keesokan harinya, seperti kata Rio pada Bella, Rio SkaranG sudah berada di Bandara internasional Singapura.
Sebelum ke Hotel untuk menginap, Rio lebih dulu ke Rumah Sakit menemui Axel.
Di sisi lain, Rain meminjam hape mama Sandra untuk menghubungi Rio. Tapi nomornya Rio sedang tidak aktif.
"Kok gak aktif sih,"Axel frustasi karena tidak bisa menghubungi Rio.
Nomor Rio memang tidak aktif karena ia mematikan handphonenya saat naik pesawat, tapi ia lupa menyalakannya.
Kurang lebih dua jam dari Bandara, tibalah Rio di Rumah Sakit itu.
Rio berjalan mendekati meja Petugas di situ dan menanyakan Keberadaan Axel. Setelah mendapati kamar Axel di rawat, Rio pun berjalan menuju kamar itu. Ia tak sabar ingin bertemu dan mely keadaan Axel.
Saat pintu di buka, terlihat seorang pria tampan dengan wajah yang sedikit pucat berbaring di tempat tidur pasien.
Rio mendekati Tempat tidur Axel dan melihat keadaannya. Rio seakan kaku, tidak tau harus berkata apa melihat keadaan temannya.
Axel yang sedang tidur tidak tau kalo Rio berada di sampingnya.
Bersambung...
Segini dulu yha readers
Jangan lupa follow Ig nya author yha
#Nalatue
#Author akan usahakan setiap hari update yha guys
#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author
#Dangke
#Saranghe😍
__ADS_1