
Maaf yha, kalo masih ada typo.
SELAMAT MEMBACA!!!
...
Rain Memandang sebuah kotak kecil. Mengambilnya dan membukanya. Terlihat bsebuah sapu tangan yang masih ia simpan rapih. Sapu tangan dengan gambar Bunga Melati. Yah, sapu tangan pemberian Bunga dulu.
Rain sekarang menjadi dilema. Dia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Janjinya dulu pada Bunga, tapi bukan Bunga sekarang yang menjadi Tunangannya melainkan sahabatnya Nala.
Berulangkali Rain menutup dan membuka matanya. Berharap siapa yang sekarang benar-benar ada dalam pikirannya. Namun Rain kini bertambah bingung, karna kedua gadis itu yang saat ini menguasai pikirannya.
Argghhh
"Gue kenapa bisa seceroboh ini sih. Gue pikir yang waktu itu sama Orang tua itu Nala"
"Apa yang harus gue lakuin, gak mungkin kan gue ingkarin janji gue. Sedangkan Bunga lah orang yang selama ini cari" Rain frustasi.
Sudah dua hari Rain tidak menemui Nala. Ia merasa kacau. Ia harus memilih melepaskan salah satunya.
...
Nala dua hari ini menghubungi Rain tapi tidak pernah di angkat.
"Kenapa dengan kak Rain yah, kok dua hari ini gak pernah hubungin aku atau ngangkat telepon dari aku" gumam Nala.
Nala mengingat kembali kejadian waktu di mobil, saat Rain bertanya soal kalung dan foto dirinya dan Bunga. Nala sempat berpikir yang bukan-bukan tapi hempaskan pikiran jelek itu dari otak nya. Lagi-lagi ia mensugesti dirinya dengan hal-hal Yang positif.
"Aku harus tetap berfikir positif, mungkin kak Rain lagi banyak urusan"
...
Kantor Rain
"Fred, lima menit, cari tau nomor ponsel Bunga, temannya Nala." Fred mengangguk.
Sebelum lima menit, Fred sudah kembali dan memberikan nomor ponsel Bunga.
Rain menekan nomor itu. Pada dering pertama, sudah diangkat oleh Bunga.
"Hallo, siapa yah" tanya Bunga.
"Aku Rain" jawab Rain
"Kak Rain tunangannya Nala?" Tanya Bunga Lagi. Ia gak nyangka secepat ini Rain menghubunginya.
"Ia. Kamu dimana?"
"Lagi di kampus kak, sama Bunga."
__ADS_1
"Boleh kita ketemu, tapi jangan kasih tau Nala"
"Boleh kak" dalam hati Bunga senangnya bukan main.
"Ok. Nanti kakak sharelok yah. Sampai ketemu Bunga"
"Sampai ketemu kak"
Bunga senyum-senyum sendiri. Nala yang melihat Bunga tersenyum tiba-tiba datang dan menggodanya.
"Cie. Senyum sendiri, lagi jatuh cinta yah" Bunga tanpa sadar mengangguk.
"Siapa Sih? Cerita dong. Penasaran gue"
"Gak ah. Oh ia Na. Gue habis ini janjian sama teman gue, gue duluan yah"
"Oke. Gue bisa pulang sendiri kok"
"By sayang" Bunga mengecup singkat pipi Nala dan berlalu pergi.
Bunga berjalan sangat cepat menuju depan kampus, ia tak sabar ingin ketemu Rain.
Bunga memberhentikan taksi, menaikinya dengan wajah yang ceria.
Sesampainya di Tempat yang tadi di katakan Rain, sebelum keluar, Bunga mengeluarkan cermin dan alat makeup nya. Merapikan rambutnya, tak lupa menyemprot banyak parfum ke pakaiannya.
Di dalam Rain sudah menunggu di Salah satu Restoran Mewah di Mall itu. Bunga membaca pesan itu dan mengikuti Rain ke dalam Restoran.
Dari dalam Restoran terlihat Rain melambaikan tangan pada bunGa. Dengan masih tersenyum, Bunga berjalan dengan anggun mendekati Rain.
Rain menarik kursi untuk Bunga duduk. Rain memperlakukan Bunga seperti kekasihnya saja.
Jantung Rain berdegup kencang begitupun dengan Bunga
"Apa gue jatuh cinta sama kak Rain yah, ah tapi kan gue cintanya sama kak Axel, bodoh amat lah, yang sudah ada di depan mata mana bisa di anggurin" batin Bunga.
"Hm. Kak Rain ada perlu apa sama Bunga" tanya Bunga langsung.
Rain mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam saku jasnya.
"Bukalah"
Bunga membuka kotak itu, ia terdiam sejenak, kemudian terkejut.
"Loh. sapu tangan ini, ini kan punya Bunga dulu. Tapi sapu tangannya sudah Bunga kasih ke orang itu dulu, kok ada sama kak Rain?" Kaget Bunga
"Orang itu kak Rain Bunga. Ternyata benar, itu kamu Bunga" ucap Rain tanpa memalingkan wajahnya dari Bunga. Tatapan Rain sulit untuk di artikan. Tapi bagi Bunga, Rain Melihatnya dengan penuh cinta.
"Jadi cowok nakal yang hampir ketabrak itu kak Rain?" Rain mengangguk.
__ADS_1
Ia berdiri dari duduknya, mendekati Bunga, tiba-tiba memeluk Bunga Sangat erat.
"Terimakasih, Maaf" hanya dua kata itu yang Rain ucapkan.
Bunga dengan senang hati balik Memeluk Rain erat.
"Bunga gak nyangka bisa ketemu sama cowok Itu lagi. Dari dulu gak berubah banyak yah dari diri kakak. Tetap ganteng"
Rain terkekeh. Ia melepaskan pelukannya, tapi beralih menggenggam tangan Bunga erat.
"Kak. Apa Bunga salah suka sama kakak" Ucap Bunga to the point
Rain terkejut dengan ungkapan perasaan Bunga. Tapi ia menggeleng. Memang seharusnya dari dulu Bunga yang menjadi kekasihnya.
"Jadi gak salah kak" Rain mengangguk.
"Kakak sudah salah, ngenalin Nala sebagai kamu"
"Jadi kak Rain pacaran sama Nala karena tau Nala itu Bunga kak?" Tanya Bunga gak percaya. Rain mengangguk.
"Nala.. kehancuran kamu sudah di depan mata" batin Bunga.
"Jadi gimana dong kak. Kakak Uda bertunangan sama Nala. Nala juga sahabat aku kak. Kakak cinta sama Nala?" Rain Diam saja. Tidak tau harus menjawab apa. Rain emang sudah mencintai Bunga. Tapi ia diam saja.
Bunga juga terdiam. Kak Rain emang cinta sama Nala. Tapi Bunga tak membiarkan itu terjadi.
"Maaf kak. Itu janji kakak waktu dulu. Kita lupain aja yah. Kakak terusin hubungan kakak sama Nala" dengan wajah lugu, sok baik dan sok polos, Bunga mengutarakan pendapatnya. Dia yakin Rain gak setuju"Bunga juga akan membuang perasaan Bunga sama kakak" dan benar dugaan Bunga. Rain tidak mau
"Gak. Gak akan. Kakak bisa ninggalin Nala kalo kamu mau sayang" Rain membelai wajah cantik Bunga.
"Terus kita harus gimana dong kak."
"Kamu mau kan jadi milik kakak. Nala menjadi urusan kakak. Kamu tenang saja. Kita jalanin hubungan ini diam-diam dulu. Kalo kakak Uda batalin pertunangan kakak sama Nala, Kaka akan ngenalin kamu sama orang tua kak Rain, bahkan ke semua Orang" Bunga mengangguk dan memeluk erat Rain.
Bersambung...
Segini dulu yha readers
Jangan lupa follow Ig nya author yha
#Nalatue
#Author akan usahakan setiap hari update yha guys
#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author
#Dangke
#Saranghe😍
__ADS_1