
Maaf yah kalo masih ada typo
SELAMAT MEMBACA!!!
...
Saat Berada di ruang kesehatan, Bunga sudah habis mengobati tangannya. Nala,Bella, Juan dan Bunga bergegas kembali ke ruangan karena masih ada satu mata kuliah lagi yang akan di kuliahkan.
"Guys. Gue gak ikut yah tangan gue perih, gak apapa kan?" Kata Bunga yang beralasan.
"Sakit banget yah Bunga, yaudah gue hubungin kak Rain biar jemput loe yah"
Bella dan Juan sontak berpandangan.
"Kak Rain kan lagi kerja, biar Gue pesanin taksi aja deh. Gak enak juga Na, kalo nganterin kamu sih gak apapa, ini malah nganterin Bunga, Kamu mau kan Bunga?" Bella tidak setuju dengan tindakan Nala yang baiknya berlebihan.
Bunga hanya diam.
"Gak apalah Bell, lagian tadi pagi juga kak Rain bersedia kok jemput Bunga."
"Bunga bukannya gue gak suka atau apa yah. Tapi kak Rain itu tunangannya Nala, gak baik kalo harus minta tolong sama kak Rain." Bella tidak mau kalah
"Duh Bell. Bunga itu sahabat gue. Gak apapa dong, yaudah bentar gue nelpon kak Rain dulu"
Nala mengambil hapenya dan menghubungi Rain
''Hallo kak. Lagi sibuk gak.?" Kata Nala
"Ia bentar lagi mau meeting, emangnya kenapa Na?" Rain bersuara dari seberang
"Yahudah kak kalo lagi sibuk, padahal mau minta tolong jemput Bunga. Bunga lagi gak enak badan, mau nyuruh kak..." Belum selesai bicara Rain sudah memotongnya
"Apa? Bunga sakit? Sakit apa dia, yaudah kakak datang SkaranG."
Tut Tut Tut
Panggilan di putuskan secara sepihak oleh Rain. Nala di buat kaget oleh tindakan barusan.
"Kok kak Rain panik gitu yah saat gue bilang Kalo Bunga lagi sakit"batin Nala.
"Bunga. Kak Rain lagi kesini kok bentar lagi nyampe. Ayo kita antarin ke depan." Kata Bunga
"Eh. Gak usah. Kalian masuk kelas aja, bentar lagi dosennya datang" Kata Bunga menolak ajakan Nala
"Gak apapa. Ntar gue kasi alasan kalo kita berdua habis nganterin loe karena sakit. Tenang aja" Balas Nala
"Yaudah"
Nala, Bunga dan Bella berjalan keluar kampus, menunggu kedatangan Rain. Beberapa menit kemudian mobil Rain muncul. Rain keluar dengan paniknya. Menanyakan keadaan Bunga dan lupa akan keberadaan Nala di sampingnya.
"Bunga, kamu gak apapa? Mana yang sakit, ayo kita ke Rumah sakit." Perhatian Rain ke Bunga Lagi lagi bikin hati Nala sakit.
"Gak apapa kok kak. Cuma tangan Bunga aja yang perih" kata Bunga
"Tangan. Tangan mana? Coba sini kakak liat" sambil Memegang tangan Bunga lembut.
"Kak Rain"kali ini Nala bersuara. Rain sontak tersadar dan melepaskan tangannya dari tangan Bunga.
"Nala. Maaf. Maafin kakak."kata Rain. Rain tidak tau harus bicara apa lagi. Habis ini pasti Nala akan marah tapi sekarang prioritasnya adalah Bunga. Karena ia dalam kondisi kurang sehat.
"Na. Maafin gue yah. Kak Rain gak sengaja tadi"
Bunga bingung dengan sikap Rain. Segitu takutnya Rain kalo Bunga sakit. Mata Nala mulai berkaca-kaca.
"Coba aku pura-pura sakit apa kak Rain akan seperhatian ini sama aku?" Batin Nala
__ADS_1
"Bell"Nala Pura-pura memegang tangan Bella kuat."kepala gue sakit Bell"sambungnya. Bella, Juan dan Rain panik.
Bella dan Juan menopang Nala, sedangkan Rain hendak mendekati Nala tapi di halangi Bunga.
"Gue pusing banget kak" Bunga juga berpura-pura.
Rain bingung. Terpaksa Rain lebih memilih Bunga ketimbang Nala.
"Bell. Kalian antarin Nala yah. Kak Rain antarin Bunga dulu." Rain memapah Bunga ke mobilnya.
Nala yang melihat kejadian barusan hampir tidak percaya.
"Kak Rain. Nala salah apa sama Kakak." Nala mulai menangis tersedu. Sakit kepala yang hanya pura-pura, kini benaran sakitnya.
"Dasar anji*g kalian. Gak ada otak emang."maki Juan. Juan sangat kesal, melihat Rain mengabaikan Nala hanya demi Bunga.
"Kak Rain emang dasarnya gak baik. Percaya sama gue Na, tunangan yang lebih mementingkan gadis lain dari pada gadisnya sendiri itu gak benar Na."
"Gue masih gak percaya. Apalagi tadi gue liat Bunga seperti sengaja Gitu Bell, Ju. Gue salah apa? Gak gak. Kak Rain dan Bunga gak mungkin"
"Ayo antarin gue pulang yah. Gue ijin."
"Kita juga gak masuk kok" kata Bella.
Bella dan Juan mengantar Nala pulang. Dalam perjalanan Nala masih memikirkan kejadian tadi. Juan menyetir mobil Bella, sedangkan Bella duduk bersama Nala di kursi penumpang. Bella terus menghibur Nala sampai tiba di rumah Nala.
...
Sorenya, Nala ingin ke apartemen Rain. Ia ingin Bertanya pada Rain soal kejadian di kampus tadi.
Nala mengenderai mobilnya hingga tiba di depan apartemen Rain. Nala memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju lift. Lift mengantarkan Nala ke lantai di mana Rain tinggal.
Nala memasukkan beberapa angka dan pintu Apartemen Rain pun terbuka. Nala tidak menyangka bahwa ia akan melihat pemandangan yang membuat hatinya terbakar karena marah.
Sebuah pemandangan di mana Rain dan Bunga sedang berciu*an. Awalnya Bunga yang duluan mencium Rain, tapi Nala tidak menyangka bahwa Rain dengan senang hati membalas ciuman itu.
"Kak Rain dan Bunga" gumam Nala"kalian berdua begitu tega"
Nala beberapa menit di luar. Nala sengaja memencet bel Apartemen Rain. Rain pun sontak terkejut.
"Nala?" Kaget Rain
Bunga yang mendengar Rain memanggil nama Nala buru-buru masuk ke kamar Rain.
"Kamu kok kesini gak bilang-bilang?" Tanya Rain
"Mm. Kok kaget gitu sih. Liat aku kayak liat hantu aja."Nala cepat cepat masuk ke dalam.
"Ternyata dia di kamar kak Rain"batin Nala.
Rain berjalan menghampiri Nala. Dalam hati Rain lega karena Bunga sudah bersembunyi. Rain mengajak Nala duduk. Nala yang melihat ada sepasang sepatu wanita disitu pura-pura bertanya.
"Kok ada sepatu cewek sih. Punya siapa kak?"
"Eh. Oh i..itu punya Yunita."
"Kok aku kenal yah, mirip sepatunya Bunga"
"Mana mungkin. Bunga Uda di Apartemennya. Banyak kan sepatu yang samaan" Rain takut Nala Curiga.
"Ia yah. Oh ia kak. Nala mau nanya kak. Nala harap kak Rain jujur."
"Mau nanya apa sayang"
"Kakak suka yah sama Bunga?'' tanya Nala to the point
__ADS_1
Deg. Rain terdiam.
"Gak kok."hanya itu yang keluar dari mulut Rain.
"Kak. Nala pernah bilang, kalo kakak ketahuan duain Nala, maka Nala bakalan tinggalin kak Rain."
Rain memegang tangan Nala. Ia genggam tangan itu kuat.
"Sayang. kakak akan menceritakan sesuatu sama kamu. Dan kamu harus dengar penjelasan kakak."
Rain pun menceritakan semuanya sama Nala. Tentang pertemuannya dengan Bunga dulu dan ia yang berjanji untuk menjaga Bunga.
"Soal yang terjadi di kampus tadi kak Rain minta maaf, kak Rain takut terjadi apa-apa sama Bunga. Itu berarti kak Rain gagal jagain dia. Bunga sudah seperti Nita. Sudah kak Rain anggap adik sendiri sayang"
"Anggap Adik kok bisa saling berciuman. Kamu bohong kak."batin Nala.
"Itu aja. Tidak ada hubungan lainnya kak?"
"Gak ada sayang. Benaran"
"Nala percaya sama kakak"kata Nala"oh ia, Nala ke kamar mandi bentar yah kak." Rain mengangguk
Nala ke kamar mandi. Rain buru-buru ke kamar menemui Bunga. Nalapun keluar dari kamar mandi dan mengambil kamera yang ia taruh tadi. Ia melangkah perlahan menuju kamar Rain. Ia diam-diam menguping pembicaraan mereka berdua.
"Kak Rain lama banget sih. Nala belum pulang yah. Ganggu aja orang lagi senang-senang juga"
"Kamu yang sabar dong. Tenang aja. Habis Nala pulang, kita akan melanjutkan kegiatan kita tadi"
Nala mengepalkan tangannya kuat.
"Tadi kak Rain Uda jujur, tapi hanya sebatas pertemuan kita dulu aja, kalo mengenai hubungan kita, kakak belum berani bilang, belum saatnya sayang"
"Kenapa gak bilang aja kak. Atau batalin aja pertunangan kalian."
"Tidak segampang itu"kata Rain"yaudah, kakak temuin Nala yah. Kalo kelamaan ntar Nala nyariin kesini lagi"
"Tunggu kak."
Cup.
"Kamu nakal yah." Rain balik mencium Bunga
"Tunggu yah."
Nala buru-buru lari ke depan kamar mandi.
"Kak Rain dari mana?"
"Oh. Anu. Dari kamar. Liat hape, tadi ada telepon"
Nala mengangguk.
"Kak. Nala pulang yah. Sampai nanti"
Bersambung...
Segini dulu yha readers
Jangan lupa follow Ig nya author yha
#Nalatue
#Author akan usahakan setiap hari update yha guys
#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author
__ADS_1
#Dangke
#Saranghe😍