Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Selamat Tinggal Kenangan


__ADS_3

Maaf kalo masih ada typo.


SELAMAT MEMBACA!!!


...


Nala buru-buru lari ke depan kamar mandi.


"Kak Rain dari mana?"


"Oh. Anu. Dari kamar. Liat hape, tadi ada telepon"


Nala mengangguk.


"Kak. Nala pulang yah. Sampai nanti" Nala ingin cepat cepat pulang dari sana. Ia ingin menangis, tapi tidak mau air matanya jatuh di depan Rain.


"Ia sayang, Kak Rain gak antarin yah, kakak capek banget" bohong Rain


"Ia kak gak apapa"kata Nala. "Karena ada Bunga di sini kan?" Sambungnya lagi dalam hati. Ia tersenyum tipis dan berlalu dari situ.


Sampai dalam mobil, Nala berteriak histeris. Menangis sejadi jadinya.


"Arrgghhh. Kak Rain. Kenapa bohongin aku kak. Aku cinta banget sama kakak. Tapi kenapa kakak lakukan ini, dan Bunga, gue itu sahabat loe, kenapa loe jahat banget sama gue. Hikss hikss hikss. Argghhh" Nala menangis sejadi-jadinya.


"Kenapa begitu sakit Tuhan"


Nala melajukan mobilnya dengan sangat kencang sambil menangis. Hingga tiba-tiba ia memutar setir mobilnya karna frustasi. Mobil Nala menabrak pohon di tepi jalan. Kepalanya terbentur tapi masih dalam keadaan sadar, ia ingin keluar dari mobil tapi kepalanya sakit, ia memegang kepalanya yang sudah di penuhi banyak darah. Tiba-tiba semuanya gelap. Yah, Nala pingsan.


Di luar mobil, banyak orang berlarian menuju mobil Nala.


"Ada apa ini, bikin macet aja." Gerutu seorang pria dalam mobil.


"Itu mas, di depan Sepertinya ada yang kecelakaan" sahut sang sopir


"Saya turun sini aja pak" pria itu mengeluarkan beberapa lembar uang kertas kepada pak sopir. ia melangkah turun dan menghampiri orang orang yang berbondong-bondong melihat mobil yang kecelakaan. Hingga matanya memandang wajah cantik gadis yang ia sayangi.


"Nala?" Pria itu dengan cepat mengambil alih Nala dari beberapa orang yang pertama menolong Nala keluar dari mobil.


Ia memasukkan Nala ke dalam Taxi yang telah ada di situ. Dalam perjalanan ia begitu panik, takut sesuatu terjadi sama Nala. Ia meraba denyut Nadi Nala, ternyata masih ada, dan setahunya gadis ini Baik Baik saja, selain benturan di kepalanya.


Sesampainya di Rumah sakit, ia membawa Nala menuju UGD. Setelah Nala di bawa masuk, ia mengambil tas Nala, melihat isinya, ada handphone Nala di situ. Ia mengambil hape itu, hendak menghubungi seseorang, ternyata ada panggilan masuk, tertera nama Bella di layar handphone.pria itu tahu siapa Bella. Ia menggesek tombol hijau untuk mengangkat panggilan itu.


"Hallo Nala" kata Bella


"Hallo, Bella teman Nala kan? Maaf saya angkat telepon nya, Nala berada di Rumah Sakit xxx, ia mengalami kecelakaan ringan tadi, tolong beritahu keluarganya yah"


"Oh ia. Makasih yah mas, saya akan kesana"

__ADS_1


Lelaki itu memutuskan panggilan teleponnya. Kurang dari setengah jam, Dokter keluar.


"Dokter, bagaimana keadaan gadis itu dok,"


"Tidak apa-apa, ada luka di kepalanya. Sudah di jahit, sebentar lagi ia akan sadar. Tapi tolong nanti di Rongent bagian kepalanya yah mas."


"Makasih yah dok"


Pria itu memasuki ruangan, menggenggam tangan Nala, mengusap wajah pucat Nala.


"Apa yang terjadi sama kamu sih.kok bisa kelepasan bawa mobilnya?" Ia berbicara sendiri sambil menatap Nala yang masih tertidur.


Tak lama panggilan pun masuk dari handphone pria itu.


"Hallo nak. Kamu belum nyampe yah, lama banget sih"


"Ma. Aku kesana SkaranG yah. Maaf yah teman aku masuk Rumah Sakit jadi sempat liat sebentar, ini mau kesana Ma"


"Oke. Mama tunggu yah. Ingat, kamu jangan kabur lagi. Bikin malu keluarga nanti."


"Ia ma. Aku matiin yah."


Pria itu memandang wajah Nala, dan bergumam dalam hati ia akan pergi sebentar, tapi pasti balik lagi.


Pria itu keluar dan menuju bagian administrasi, ia membayar semua biaya pengobatan Nala, tak lupa tadi ia sempat menulis pesan pada selembar kertas dan di taruh di atas Nakas kamar rawat Nala.


Pria itu pun keluar dari Rumah sakit menuju tempat sang penelepon tadi.


Sesampainya ia di sana ia melihat Nala yang sedang terbaring dengan wajah pucat dan kepalanya sedang diperban.


Ia mendekati bed pasien, menggenggam tangan Nala. Nala yang kesadarannya mulai pulih, ia membuka matanya dan mendapati ia berada dalam kamar yang berbeda, tangannya yang sedang di infus di genggam oleh seseorang. Setelah Benar sadar, ternyata ia berada di rumah sakit sekarang. dan Bella yang skaranG menggenggam tangan-nya.


"Na, loe kenapa bisa kecelakaan sih?" Tanya Bella.


Nala tidak menjawab, ia hanya menangis.


"Na, kenapa loe nangis sih, cerita sama gue"


Nala tidak menjawab, ia tambah menangis histeris. Bella yang melihat Nala menangis, ia pun memeluk Nala, menenangkan Nala.


"Loe tenang yah, cerita sama gue"


Nala bangun dan bersandar pada kepala bed. Ia menenangkan pikirannya dan mulai bercerita pada Bella.


"Bell. Kak Rain Bell" Nala mulai menangis lagi.


"Kak Rain kenapa?"

__ADS_1


"Kak Rain Selingkuh Bell, sama Bunga" Bella tertegun. Dalam hati ia berkata, dari mana Nala tau. Kok Secepat ini? Otomatis rencana Bella, Rain dan Juan gagal dong sebelum aksinya.


"Loe tau dari mana Na" tanya Bella.


"Ambil tas gue Sini Bell"


Bella pun mengambil tas milik Nala. Nala membuka tas itu, dan mengambil sebuah camera. Ia memberikannya pada Bella. Bella membuka dan melihat camera itu, ternyata ada sebuah video, video sepasang manusia laknat yang sedang bermesraan.


Bella manaruh camera itu dan memeluk Nala erat. Ia tidak menyangka Nala mengetahuinya secepat ini. Pasti sakit sekali, melihat tunangan sendiri bermain api dengan sahabat kita yang sudah kita anggap lebih dari saudara.


Bella melepaskan pelukannya dari Nala. Menggenggam tangan Nala erat dan mulai bercerita soal Rain dan Bunga. Bella tau habis ini Nala pasti marah besar besaran sama dia, tapi dia akan menceritakan semuanya pada Nala.


"Na. Gue mau cerita. Tapi gue harap sebelum gue habis cerita, loe jangan potong dulu. Mau marah silahkan. Tapi dengar dulu hingga akhir."


"Ia. Gue janji gak motong dan dengarin cerita loe''


"Na, sebenarnya Gue, Juan dan kak Rio sudah tau perselingkuhan Kak Rain sama Bunga. Hanya saja, kita gak tega Na. Gue sama Juan gak tau harus beritahu loe dengan cara apa. Kita takut loe gak kuat Na, kalo tau Kak Rain selingkuh sama Bunga" Bella menghela nafas panjang "makanya waktu di kampus, gue sengaja siram kuah bakso panas ke tangan Bella. Gue gak kuat liat dia sok polos dan baik di depan loe, padahal di belakang loe dia seLinGkuh sama tunangan loe" sambung Bella.


"Kalian jahat banget sih. Walaupun hati gue sakit, tapi harusnya kalian kasi tau aja Bell. Gue di bohongin mentah-mentah oleh sahabat dan tunangan gue sendiri. Hikss hikss"


"Maafin kita Na. Loe boleh marah dan benci sama kita tapi jangan lama-lama yah. Gue gak kuat loe abaikan"


"Hais. Bell. Gue emang sakit hati, gue emang marah. Tapi gue gak mungkin marah nya lama sama loe. Loe tau kan gue orangnya kayak gimana?"


Bella menatap Nala dengan sayang. Air matanya jatuh. Orang sebaik Nala kenapa bisa nasibnya kayak gini.


"Gue sayang banget sama loe Na. Apapun yang terjadi, percaya sama gue, Juan dan Kak Rio. Percaya sama kita. Setelah luka yang loe dapat, gue pastiin, akan datang kebahagiaan yang berlipat ganda dalam hidup loe" Bella memeluk erat Nala. Mereka berdua menangis terharu. Nala tidak menyangka, kalo Bella yang belum terlalu lama ia kenal bisa setia kawan seperti ini, kebalikan dengan Bunga yang dari kecil mereka bersama, hingga sudah ia anggap saudara sendiri dengan tega mengkhianatinya.


"Bella. Gue mau mutusin pertunangan gue sama kak Rain. Walaupun gue cinta banget sama kak Rain, tapi gue gak bisa lanjutin ini Bell" kata Nala


"Jangan. Jangan Nala. Jangan terlalu baik. Jadilah sedikit egois. Kita balas perbuatan mereka"


"Maksud loe?"


"Putuskan saja pertunangannya diam-diam. Jadi gini, loe anggap loe dan Rain Uda gak ada apa-apa tapi berpura-pura lah kayak biasanya. Jangan cepat-cepat mutusin, kalo kayak gitu, Bunga lah yang merasa di atas angin. Gue rasa dari kecil hingga sekarang si Bunga gak tulus berteman sama loe, feeling gue gak pernah salah Na. Dari awal loe ngenalin dia ke gue, gue Uda yakin si Bunglon itu gak baik"


"Gue setuju. Kenapa gue begitu polos sih"


"Yasudah Na. SkaranG lepaskan cincinnya."


Nala melepaskan cincin tunangannya. Sejenak ia berfikir. Ia mengingat kembali saat kebersamaannya dengan Rain saat belum ada Bunga, ia mengingat saat-saat dimana Ia dan Rain saling bertukar cincin.


Nala turun dari tempat tidur. Ia berjalan sambil memegang cincin dan tiang infus. Ia menghadap ke luar. Memejamkan mata sejenak dan berkata.


"Selamat tinggal kenangan. Selamat tinggal kak Rain"


Nala memutuskan membuang cincin tunangannya bersama Rain keluar sana. Entahlah cincin yang begitu mahal harganya ia hempaskan begitu saja.

__ADS_1


Kini Nala hanya Nala. Tidak ada hubungannya dengan Rain. Bella hanya tersenyum. Ia mendekati Nala dan memeluknya dari Belakang. Dalam hati ia berkata Permainan sesungguhnya telah di mulai.


BERSAMBUNG


__ADS_2