
Axel menautkan kedua alisnya
''bercanda kak, yah ampun wajah kakak dingin banget sih, tapi tetap ganteng sih" tanpa malu-malu Nala mengatakannya. Sadar akan ucapannya, Nala menutup mulutnya dan mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Jadi saya ganteng gitu?" Axel mulai menggoda Nala.
Nala mengangguk mengiyakan
Sontak Axel Tertawa lepas
"Muka kamu lucu tau kalo malu-malu kayak gitu"
"Ish, kak Axel. Tambah malu kan Nala" Saking malunya Wajah Nala Uda kayak make blus on aja.
Nala bangkit dan berjalan menjauhi Axel tapi Axel mengejarnya.
Nala berlari karna tau Axel mengikutinya.
"Hei, tunggu saya Nala. Kenapa berlari?" Nala tidak menjawabnya, ia hanya melihat sekilas ke Axel dan tersenyum tanpa berhenti berlari
"Baiklah, kamu mau main-main sama saya, ayo kita bermain" ucap Axel dengan senyuman jahilnya
Axel berlari hingga menggapai Nala. Axel sontak mengangkat Nala kayak sedang memikul karung beras😅
Axel membawa Nala dan menceburkan kedalam air. Axel tidak tau kalo Nala gak bisa berenang, karna takut, Nala malah menggantungkan tangannya di leher Axel, dan kakinya di selipkan ke pinggangnya Axel.
"Aku takut kak" kata Nala sambil memeluk erat Axel. Axel tersenyum penuh misteri
Axel makin menjahili Nala, ia berjalan makin jauh ke dalam air. Dengan sengaja Ia menceburkan diri ke dalam air. Nala tidak melepaskan pelukannya dari Axel, di dalam air Axel melihat Nala yang mulai kehabisan nafas ia mulai berfikir mungkin inilah jalan agar hubungannya dan Nala makin dekat.
"Maafkan gue Rain. Tapi gue gak bisa harus terus liat Nala sama loe, lagian gue gak yakin kalo loe benar-benar bisa bahagiain Nala, sedangkan mantan loe dan masa lalu loe masih ngintilin loe" gumam Axel dalam hati
Axel seketika mencium bibir Nala, Nala terkejut dan melepaskan pelukannya dari Axel. Nala menjauhi Axel tapi karna ia tidak bisa berenang, ia hanya pasrah kembali saat Axel mendekat dan memeluknya sambil menciumnya lagi, perlahan-lahan Axel berenang mendekati pantai tanpa melepaskan ciuman mereka. Hingga Axel kembali ke darat dan meletakkan Nala diatas pasir. Axel sudah siap di maki, di tampar oleh Nala, hanya saja Axel tidak mau di benci oleh Nala.
"My First Kiss" gumam Nala dengan deraian air mata
Axel ingin memeluk Nala tapi takut Nala semakin membencinya. Jadi Axel membiarkan Nala mengeluarkan emosinya dulu.
Nala mulai menangis sambil teriak-teriak memarahi Axel
"Brengsek kamu kak, aku ini pacar teman kakak, kenapa kak Axel lakuin ini sama aku, aku benci sama kakak, aku benci" teriak Nala sambil memukul-mukul dada bidang Axel. Axel Pasrah saja dipukuli Nala.
__ADS_1
Axel memegang tangan Nala dan memeluk tubuhnya erat-erat. Hati Axel sakit saat Nala bilang membencinya.
"Kak Axel jahat, kak Axel ngambil ciuman pertama Aku, padahal harusnya kan aku kasih ke kak Rain, kak Rain kan pacar aku" seketika Axel melepaskan pelukannya dari Nala.
"Yang boleh kamu cium hanya aku, dan hanya aku yang boLeh menciummu, tidak boleh orang lain ataupun Rain. Ingat itu" Axel geram karna Nala hanya ingin Rainlah yang berhak menciumnya.
"Kenapa kak Axel yang marah, kak Axel itu bukan siapa-siapanya aku, kak Axel itu Cuma Teman dari kak Rain, pacar Aku. Teganya lakuin ini sama aku, kenapa harus aku?"
"Itu karna kakak... Karna kak Axel..." Axel tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Ia takut Nala menjauhinya
"Karna apa kak"
"Yah, karna aku takut kamu kehabisan nafas di dalam air, kalo terjadi sesuatu sama kamu aku nanti yang disalahin" ucap Axel membela diri. Dan alasan Axel itu ternyata tepat. Nala sepertinya menerima alasan itu. Diam-diam Axel tersenyum.
"Ayo kita pulang, baju kamu basah." Ucap Axel karna Nala hanya duduk diam saja sambil memegang bibirnya. Mungkin ia masih belum menerima kenyataan kalo Ciuman pertamanya sudah diambil.
Axel berdiri dan mengangkat Nala Ala bridal style. Nala melongo seketika.
"Turunin Aku kak, aku bisa jalan sendiri" Nala memukul dada Axel. Axel tidak bergeming.
Sesampainya di dekat mobil Axel membuka pintu mobil dan meletakan Nala di kursi belakang.
Axel mengambil kamejanya dari bagasi mobil dan memberikan nya pada Nala.
Sambil menunggu Nala menggantikan pakaiannya, di luar juga Axel sedang mengganti pakaiannya juga, Nala diam-diam memperhatikan Axel dari dalam mobil. Nala menelan ludahnya karna dengan santainya Axel melepas bajunya, terlihat otot-otot kekar di dada bidangnya. Tidak tau dirinya lagi Axel mengganti celananya juga, Nala seketika membuang mukanya kearah lain
Axel mengetuk kaca mobilnya dan menanyakan apakah Nala sudah selesai? Nala menjawab sudah, Axel membuka pintu mobilnya dan menyuruh Nala duduk di depan. Nala hanya menurutinya.
Kini Nala dan Axel sudah duduk di depan. Nala duduk dengan tidak nyaman karna ia hanya memakai kemeja Axel yang panjangnya hanya sebatas pahanya. Kalo Nala duduk, pasti tambah pendek lagi.
Axel yang melihat Nala tidak nyaman, mengambil jas miliknya.
"Ini. Nutupin itu" kata Axel sambil melihat kearah itu. Nala mengikuti arah pandang Axel. Nala menutupi pahanya
"Lain kali gak boleh make yang pendek-pendek kayak gini, gak boleh di depan Rain, atau siapapun, hanya di depan aku doang, ini perintah jangan membantah" kata Axel dominan
Entah kenapa, Nala seolah ngikut aja perkataan Axel. SEolah senang aja Axel berbicara seperti itu padanya. Nala juga tidak tau mengapa. Padahal Axel bukan siapa-siapa nya Nala.
Dalam perjalanan pulang, lagi-lagi Nala tertidur. Axel menyandarkan Nala ke pundaknya. Axel senang sekali hari ini. Tidak sia-sia ia mengajak Nala pergi tadi.
Axel membawa mobilnya bukan ke rumah Nala, tapi ke sebuah butik.
__ADS_1
Sesampainya didepan butik itu, Nala belum terbangun. Axel membangunkan Nala, Axel mengecup lembut puncak kepala Nala, turun kebawah ke bibirnya itu, Axel mengecup singkat bibir itu. Axel tersenyum sumringah manakala dalam tidurnya namanya disebut oleh Nala.
Setengah jam kemudian, Nala terbangun dari tidurnya. Ia terkejut ia berada di tempat asing lagi.
"Sudah bangun kamu? Apa nyenyak tidurnya?"
Axel bertanya dengan sayang
"Sudah kak. Kita dimana. Aku mau pulang kak. Ayo antarin aku pulang" rengek Nala
" Axel keluar, dan membuka pintu sebelahnya dan mengangkat Nala masuk ke dalam Butik. Seketika semua karyawan di situ melongo. Ada angin apa Anak dari bos mereka tiba-tiba muncul menggendong seorang gadis muda. Baru kali ini Mas Axel seperhatian ini sama perempuan.
"Eh, mas Axel. Ada yang bisa kami bantu?" Ucap salah satu karyawan butik.
"Carikan gaun yang pas buat dia yah, Jangan terlalu pendek dan jangan seksi juga" kata Axel
Siapapun bisa melihat dan menilai, dari cara Axel yang seperti itu, pasti dia perempuan yang yang sangat dicintai Axel.
"Baik Mas"
Axel membawa Nala masuk kedalam ruangan ibunya. Ternyata ibunya Axel belum pulang.
Nala dan Mamanya Axel sama-sama terkejut. Tapi Axel biasa saja. Axel mendudukkan Nala di Sofa yang berada di ruangan itu.
Jangan di tanya gimana Nala Sekarang, karna Nala sekarang rasanya ingin kembali menceburkan dirinya ke dala air laut. Biarkan saja dia tenggelam dan tak bangun lagi saking malunya dia.
Dari awal Masuk butik hingga dipandangi oleh beberapa karyawan dan beberapa pelanggan juga, bertemu dengan seseorang yang begitu elegan, yang seumuran dengan ibunya Nala. Tebakan Nala, jika ibu cantik yang ada di depannya ini adalah ibunya Axel Maka bertambah malulah Nala.
Bersambung...
Segini dulu yha readers
Jangan lupa follow Ig nya author yha
#Nalatue
#Author akan usahakan setiap hari update yha guys
#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author
#Dangke
__ADS_1
#Saranghe😍