
Maaf kalo masih ada typo.
SELAMAT MEMBACA!!!
...
Nala memutuskan membuang cincin tunangannya bersama Rain keluar sana. Entahlah cincin yang begitu mahal harganya ia hempaskan begitu saja.
Kini Nala hanya Nala. Tidak ada hubungannya dengan Rain. Bella hanya tersenyum. Ia mendekati Nala dan memeluknya dari Belakang. Dalam hati ia berkata Permainan sesungguhnya telah di mulai.
...
Apartemen Rain.
Rain dan Bunga yang baru saja memadu kasih, tiba-tiba pikiran Rain tidak enak. Ia tiba-tiba saja memikirkan keadaan Nala. Walaupun ada Tessa dan Bunga, jauh di lubuk hati yang paling dalam, hanya ada Nama Nala di situ. Karena tidak mau Bunga curiga, Rain berjalan menuju kamar mandi.
Di dalam kamar mandi, Rain mengeluarkan handphonenya dan menghubungi tunangannya itu. Namun, nomor yang ia tuju sedang tidak aktif.
Rain pun keluar dan menghampiri Bunga. Ia melihat Bunga yang tertidur pulas di atas Ranjangnya dengan keadaan polos. Seketika lagi dan lagi perasaan bersalah menghantui dirinya. Rain merasa dirinya berubah sejak Tessa kembali. Dimana pertama kali nya ia berhubungan intim dengan Tessa. Ia menginginkan sentuhan seperti itu lagi. Karena tidak mau merusak Nala, dan pasti Nala pun tidak mau berbuat melebihi batas.
SkaranG rasa penyesalan tidak ada artinya lagi. Ia sudah melakukan hal itu dengan dua orang yang berbeda. Walaupun keduanya sama-sama tidak suci lagi. Yah, pertama Tessa, dan kedua Bunga. Rain heran saat melakukannya dengan Bunga. Ia kaget karena Bunga sudah tidak Pera*an lagi.
Saat sedang melamun memandangi wajah Bunga, Bunga tiba-tiba membuka matanya.
"Sayang"Ucap Bunga.
"Hm. Tidurlah lagi" balas Rain.
"Kamu kenapa?" Bunga yang melihat wajah Rain sayu, ia jadi berfikir bahwa Rain pasti mikirin Nala.
"Kamu lagi mikirin Nala yah, yaudah. Aku pulang aja"Sahut Bunga dengan nada bicara yang di buat sesedih mungkin. Bunga Tau kelemahan Rain. Karena Rain berjanji akan menjaga Bunga, pasti Rain tidak mau melihat Bunga sedih. Dan benar saja, Rain menjadi tidak tega.
"Gak. Gak mikirin siapa-siapa kok. Jangan sedih yah."Rain memeluk Bunga. Bunga pun melingkarkan tangannya di leher Rain dan kembali mencium bibir Rain mesra. Rain kembali terbuai dan adegan erotis kembali mereka ulangi.
Kesalahan pertama sejak Rain terbuai Rayuan Tessa menuntunnya untuk lagi dan lagi mengulangi kesalahan itu.
Aura panas kian terpancar memenuhi seisi kamar itu walaupun Alat pendingin ruangan sudah pada derajat terendah. Rain dan Bunga melakukannya berulang-ulang.
...
Di Rumah Sakit, setelah selesai membaca Notes yang berada di atas Nakas, Nala bertanya pada Bella, siapa yang menaruh pesan itu. Bella pun memberitahu Nala bahwa ia tidak tahu menahu soal itu. Hanya saja sewaktu ia menelpon Nala yang mengangkat Adalah suara cowok.
Nala hanya mengangguk.ia sempat berpikir siapa yang telah menolongnya.
Nala dan Bella melakukan serangkaian pemeriksaan penunjang untuk mengetahui keadaan tubuh Nala. Dan Puji Tuhan, semuanya baik-baik saja.
__ADS_1
Nala di tuntun salah satu perawat kembali ke ruang rawatnya. Sedangkan Bella menuju bagian administrasi.
Saat ingin membayar biaya Rumah Sakit, petugas administrasi mengatakan Pasien atas Nama Nala Kejora semua biayanya telah lunas.
"Maaf Mba. Siapa yang bayarin yah" tanya Bella
"Mohon maaf, orang itu minta di rahasiakan identitasnya mba" jawab petugas itu.
"Boleh tau, perempuan atau laki-laki mba"
"Laki-laki mba"
"Ok. Makasih yah. Permisi"
Bella pun kembali ke ruangan Nala. Hari ini juga Nala sudah bisa pulang, nanti ia akan kontrol kembali tiga hari kemudian. Sambil berjalan Bella memikirkan siapa yang telah melunasi biaya Rumah Sakitnya Nala.
"Mungkin cowok yang mengangkat telepon Nala. Yah, pasti itu dia. Tapi siapa sih dia? Hingga menyembunyikan identitasnya seperti itu"
Tak lama Bella telah sampai di ruangan Nala. Bella menceritakan semuanya pada Nala. Nala ikut terkejut. Dalam hati ia sangat berterima kasih kepada orang itu.
Bella dan Nala pun keluar dari kamar rawat itu, tak lupa berterima kasih kepada Para perawat yang telah merawat Nala.
...
"Mikir apa sih. Kak Rain yah"
"Gak kok" elak Nala.
"Jangan bohong loe. Gue tau loe mikirin kak Rain. Boleh loe mikirin Kak Rain, tapi yang buruknya aja, biar loe gak terlena lagi nanti saat Bersama Rain dan menjalankan semua rencana kita" tutur Bella.
"Ia Bell. Maaf yah. Loe tau kan kak Rain cowok pertama gue. dan loe tau sendiri gimana cintanya gue ke kak Rain."
"Jangan lemah Nala. Loe harus kuat. Buktikan bahwa loe bisa. Dan balas perlakuan mereka sama Loe"
"Ia Bell. Makasih yah." Bella mengangguk.
Setelah beberapa menit. Sampailah mereka di rumah Nala. Bella membuka pintu mobil untuk Nala. Saat masuk orang tua Nala terkejut melihat anak mereka pulang dengan balutan putih melingkari kepalanya.
Sebelum menjadi runyam, Nala menjelaskan bahwa ini hanya luka ringan. Walaupun demikian orang tuanya masih khawatir dengan keadaan anak semata wayang mereka.
Mereka menuntun Nala ke dalam kamar dan menyuruh Nala istirahat.
Bella yang melihat Nala telah berbaring. Ia pun meminta pamit untuk pulang.
Bella melangkah keluar dari rumah Nala. Ia menghubungi Juan untuk bertemu. Sesudah menghubungi Juan, Bella kembali mengirim pesan kepada kak Rio. Kalo Nala sudah tau perselingkuhan Rain dan Bunga.
__ADS_1
Bella melajukan mobilnya ke tempat pertemuan nya dengan Juan.
Setengah jam kemudian, Bella telah sampai di sebuah Restoran mewah. Ia melihat ke dalam sosok lelaki tampan sudah menunggunya. Ia tersenyum sejenak dan menghampiri lelaki itu yang tak lain adalah Juan kekasih-nya.
"Hai Sayang." Sapa Bella
"Hai. Kenapa ajak ketemu padahal tadi baru aja kita ketemuan. Kangen yah." Bella tersenyum. Ia senang, Juan yang sekarang menjadi kekasihnya ini sudah tidak kaku lagi seperti Juan pertama kali mereka bertemu.
Bella hanya tersenyum mendengar godaan Juan.
"Ia. Aku kangen. Tapi ada yang lebih penting Ju. Ini mengenai Nala"
"Nala?"
Bella mengangguk.
"Nala, dia udah tau Ju hubungan kak Rain sama Bunga"
"Ha?" Penjelasan Bella membuat Juan kaget.
"Tapi siapa yang kasih tau Nala Bell." Tanya Juan
"Dia tau sendiri. Saat itu..."
Bella menjeda kalimatnya.
"Saat itu, Nala ingin mendengar penjelasan dari kak Rain mengenai kejadian saat kita di depan kampus. Jadi Nala memutuskan Pergi ke apartemennya kak Rain. Tau-taunya dia malah memergoki pasangan yang tidak tau diri itu sedang melakukan adegan mesum."
Juan yang mendengar cerita Bella merasa iba dengan keadaan sahabat yang pernah mengisi hatinya itu.
Bella mengeluarkan Camera yang diberikan Nala sewaktu di Rumah Sakit itu. Saat Juan menontonnya matanya langsung terbelalak. Ia tidak tau bagaimana perasaan Nala sewaktu melihat langsung kejadian itu.
Bersambung...
Segini dulu yha readers
Jangan lupa follow Ig nya author yha
#Nalatue
#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author
#Dangke
#Saranghe😍
__ADS_1