Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Rencana Tessa II


__ADS_3

"Maaf Sa. Gue harap kita bisa jadi teman yang baik. Gue akan Lupakan semua yang terjadi semalam." Kata Rain bersungguh-sungguh." gue cabut dulu Sa, ada yang mesti gue kerjakan.


Tessa mengangguk


Setelah Rain keluar, Tessa tersenyum menyeringai


"Loe balum tau siapa gue Rain, malam ini loe akan kembali lagi jadi milik gue"


...


Di Jakarta, Sudah lima hari Axel sengaja mendekati Nala, Mulai dari chat-chatan sama Nala, sampe Pertemuan yang di sengaja Axel. Nala tidak berpikir macam-macam. Malahan Nala pikir Axel Uda kayak Kakaknya Sendiri.


Nala sedang baring-baring di Sofa sambil menonton film Korea favoritnya. Tapi ia kembali teringat pada Rain.


"Kok kak Rain gak pernah hubungi Nala yah, kalo Nala hubungi duluan pasti ganggu kak Rain" gumam Nala pada dirinya sendiri sambil meihat ke arah hapenya


"Mungkin kak Rain nya Sibuk. Kamu harus berpikir Positif Nala" Gumamannya lagi


..


Di tempat Lain, Rain baru menyelesaikan urusan penting terkait pembangunan resortnya.


"Ah, hari ini hari terakhir gue di Sini. Akhirnya semua selesai juga, Fred ayo kita ke Club. Mumpung hari ini hari terakhir, ayo kita minum sedikit Fred" Rain mengajak Fred, dan sang asisten pun menemani.


Saat mereka pergi, mereka dibuntuti oleh Tessa.


"En, mau kemana yah?" Tanya Tessa pada dirinya sendiri.


Tessa mengikuti Rain hingga mereka tiba di sebuah tempat yang begitu ramai dengan hiruk pikuk Kilauan lampu-lampunya.


"Hm, kali ini Tuhan masih berpihak padaku" kata Tessa senang.


Tessa berjalan masuk dengan pakaian yang super ketat dan Seksi. Banyak orang yang memandangnya mendekati Tessa dan mengajak Minum.


"Hai cantik, mau minum"seseorang mendekat dan mulai merayu Tessa. Tessa dengan senang hati menanggapinya, karna hal ini sudah biasa baginya.


"Boleh" ucap Tessa melembutkan suaranya dengan tangannya yang halus meraba dada bidang lelaki itu.


Tessa minum hingga hampir mabuk. Tahan juga dia yah.


Sedangkan tingkah mereka di lihat oleh sepasang mata dingin. Tessa memang pura-pura seperti itu, ia mau tau, apakah Rain masih peduli padanya atau tidak.


"Tessa, kok banyak banget minumnya, ah biarin aja lah, tapi kasihan juga, ia mau di lecehkan sepertinya"

__ADS_1


Rain, memesan minuman lagi, kali ini kadar Alkoholnya sangat tinggi.


"Kenapa liat Tessa seperti itu hati gue kayak gini. Bodoh Rain" Rain mengumpat sendiri.


"Bos, gue ke toilet bentar yah" kata Fred meminta ijin.


Rain menggangguk


Rain melihat seorang lelaki seperti ingin memeluk Tessa, ia menuangkan minumannya yang terakhir dan maju mendekati mereka.


"Bro, maaf. Dia orang saya." Rain menyingkirkan tangan lelaki itu dari tubuh Tessa.


"Oh. Dia sama loe yah. Jagain tuh pacar loe, ntar di ambil orang lagi" kata cowok itu dan berjalan menjauh.


"Sa, ngapain sih loe ke tempat kayak gini, gak baik buat perempuan Sa" kata Rain. Rain tidak habis pikir Tessa yang ia kenal memilih masuk ke sini karna stresss.


"Ayo, gue antar pulang Sa" Rain memegang kepalanya karna pusing.


"Ah. Kadar alkoholnya lumayan juga, gue pusing di buatnya" kata Rain sambil memapah Tessa


Mereka berdua berjalan keluar dengan sempoyongan.


"Sialan. Pusing banget gue"


Rain memasukan Tessa ke dalam mobilnya tak lupa mengabari Fred kalo ia sudah pergi duluan.


Rain memapah Tessa keluar dan membawa Tessa ke Kamarnya.


"Ayo Sa, Tidur loe, lain kali kamu gak usah ke tempat seperti itu lagi" dalam keadaan mabuk, Tessa hanya mengangguk mengiyakan.


Saat Rain hendak berjalan menjauhi Tessa tiba-tiba dia ambruk begitu saja menimpa tubuh Tessa.


"Tidur sini aja En," Rayu Tessa


"Gak. Gue harus ke kamar gue Sa" Tolak Rain.


"Tapi loe pusing En, sini aja En" Tessa mulai merayu Rain.


"Tessa jangan kayak gini, gue bakalan hubungin Fred buat kesini" saat Rain mengeluarkan Hapenya, langsung di tarik dan di sembunyikan oleh Tessa di dalam bajunya


"Haha. Lucu loe En, coba ambil kalo brani" tantang Tessa


"Sini hapenya Sa"Rain mencoba mencari-cari, Tessa tidak dapat menahan gejolak yang ia tahan.

__ADS_1


Tessa mencium bibir Rain tiba-tiba. Tessa mengelus dada bidang Rain. Rain langsung menjauhi Tessa.


"Jangan kayak gini Sa. Kita udah janji kalo kita bakalan berteman baik Sa"


Tessa Tidak mempedulikan Rain.


"Ayo En. Tidur sama gue"


"Gak. Loe bukan Nala Sa"


"Nala lagi Nala Lagi hah?" Teriak Tessa


Tessa kembali menindih Rain.


"Anggap gue Pacar Loe Nala Rain" sambil mencium bibir Rain.


Rain menjadi dilema, lagian hasrat dari tadi di pancing terus oleh Tessa


Na*su mengalahkan segalanya, Rain lupa akan janjinya pada Nala untuk menjauhi Tessa dan gak ngelakuin hal lebih ke Tessa. Rain sudah di penuhi kabut ga*rah.


Dengan cepat-cepat Rain membalas ciuman Tessa.


"Maafin Kak Rain Nala" hanya itu yang keluar dari mulut Rain.


Rain tau, yang di depannya jelas-jelas bukan Nala, tapi setan sudah menguasai dirinya hingga ia lebih mementingkan Na*su dari pada hubungan positifnya dengan Nala.


Rain dan Tessa menghabiskan malam itu dengan begitu panas. Tessa benar-benar membuat Rain puas, hanya yang Bikin Tessa di buat tidak puas, Rain melakukannya dengan terus menyebut Nama Nala.


Rain sudah tidur dengan nyenyak, hanya Tessa yang belum.


"Sekarang kamu uda kembali lagi sama aku En, aku pastikan kamu akan memintanya lagi dan lagi" Tessa berbicara sambil menyentuh wajah Rain.


Bersambung...


Segini dulu yha readers


Jangan lupa follow Ig nya author yha


#Nalatue


#Author akan usahakan setiap hari update yha guys


#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author

__ADS_1


#Dangke


#Saranghe😍


__ADS_2