Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Rasa yang berbeda


__ADS_3

Rain mengambil hapenya, menghubungi seseorang.


"Loe buat dia celaka, terserah gimana caranya"


"Siap Bos"


Rain tersenyum, tapi senyumannya sangat menakutkan.


...


Rain mengendarai mobilnya menuju rumah Nala. Hari sudah siang ternyata.


Rain menepikan mobilnya di depan toko bunga, buat membeli Bunga.


"Bunga Mawarnya seikat yah"


"Bentar yah mas. Di hias dulu''


Rain mengangguk.


"Ini mas, semuanya jadi 150ribu"


Rain membayar bunga itu dan berjalan ke arah mobilnya.


Beberapa waktu kemudian, Rain tiba di kediaman keluarga Nala.


Rain keluar dari mobilnya, tak lupa mengambil bunga yang tadi sudah di belinya.


Dengan semangat dan senyum yang mengembang, Rain berjalan menuju pintu rumah Nala. Rain menekan bel beberapa kali, tak berselang lama pintunya terbuka. Bukan Nala yang membukanya melainkan si bibi.


''eh. Pacarnya non Nala. Sini masuk dulu. Bibi panggilin non dulu yah"


"Ia bi"


Bibi berjalan ke arah kamar Nala.


Tok tok tok


Pintu kamar di buka.


"Non. Di luar ada pacarnya non Nala Thu"


"Ia bi. Nala turun" Nala dan bibi turun ke bawah.

__ADS_1


"Bi. Tolong bikin minum yah buat kak Rain, Jus jeruk dingin aja bi" kata Nala pada Bi Lila.


"Ia Non." Bibi berjalan ke dapur, sedangkan Nala ke ruang tamu untuk bertemu Rain.


"Kak Rain?" Dulu Nala akan bermanja-manja dengan Rain, berlari dan memeluk Rain erat, tapi sekarang untuk melakukan itu semua Nala agak canggung.


"Sayang" Rain berjalan mendekati Nala"kak Rain kangen banget sama kamu sayang" Rain langsung memeluk erat Nala. Tapi Nala tidak merespon pelukannya. Nala seakan kaku.


Axel melepaskan pelukannya, dan memberikan Nala seikat bunga mawar.


"Buat kamu" Nala menerima bunga itu dengan sedikit tersenyum.


"Makasih kak, Duduk dulu kak. Bibi lagi buatin kak Rain minum'' Rain dan Nala duduk berdekatan.


Mereka sedang mengobrol, bibi datang dengan segelas minuman.


"Di minum dulu den"


"Makasih bi"


Sambil bercerita, Rain menggenggam tangan Nala. Nala seperti merasa risih di pegang oleh Rain. Tapi Nala berusaha biasa saja di depan Rain.


"Oh ia Sayang seminggu lagi kita tunangan, semuanya Uda kak Rain persiapkan"


"Oh ia kak. Nala nGampus siang kak, Nala siap-siap dulu yah" Nala memotong pembicaraan biar Rain bisa pergi.


"Kak Rain gak bisa ngantar sayang, kak Rain harus segera ke kantor" kata Rain.


"Gak apapa kok Kak"


"Kakak pergi yah sayang, kamu hati-hati ke kampusnya" Rain mengecup dahi Nala dan pamit pergi.


Setelah mengantar Rain keluar, Nala segera bersiap-siap pergi ke kampus.


...


Sesampainya di kampus Nala bergegas mencari Si Bella, teman gesreknya.


Saat sedang berjalan menuju tempat nongkrong mereka, ada panggilan masuk dari nomor tak dikenal.


"Hallo. Siapa yah" Nala berbicara.


"Hm, coba tebak ini siapa" Nala bersorak gembira.

__ADS_1


"Bunga. Ini loe. Astaga. Gue kangen banget sama loe, kapan ke sini. Uda lama banget kita gak ketemu. Loe pasti lupa kan sama gue, karna Uda punya banyak teman di tempat loe yang baru.?" Nala saking senangnya, ia tidak berhenti ngomong


"Loh yah. Kelakuan loh gak pernah berubah. Oh ia. Gue kayak mau pindah kuliah deh ke Indonesia. Orang tua gue mau pindah kesitu, jadinya gue ikut. Lagian gue juga kangen sama loe. Gue ngambil jurusan desain. Di kampus loe ada kan?" Bunga sebenarnya sudah tau Nala Mengambil jurusan itu, hanya saja ia berpura-pura gak tau.


"Yah ampun Bunga. Gue juga ngambil jurusan yang sama, akhirnya kita bisa barengan lagi. Gak sabar gue nunggunya."


"Iya, sebulan lagi gue pindah kok. Jangan lupa jemput yah. Gue marah loh, kalo gak loe jemput"


"Siap Nona Bos. si Cantik Nala akan memenuhi permintaan anda Nona. Haha" mereka tertawa bersama-sama.


"Bunga, udah dulu yah. Gue mau masuk kelas ni. Ntar kita lanjutin lagi ngobrolnya. Gue belum puas. Masih kangen" kata Nala


"Sian tuan putri"


Nala memutuskan sambungan teleponnya dan memasuki kelas. Ternyata si Bella Uda duluan masuk kelas.


"Cie. Mukanya berseri amat, jatuh cinta lagi yah. Sama siapa?" Sambutan Bella pada Nala setelah masuk ruangan.


"Jatuh cinta? Ih apaan sih. Orang gue lagi senang banget Bel, teman gue sebulan lagi BakaLan pindah ke kampus sini. Lebih senangnya lagi, ternyata dia ngambil jurusan yang sama loh" Nala antusias bercerita pada Bella


"Siapa nama teman loe?" Bella penasaran


"Namanya Bunga. Teman masa kecil gue. Baik banget deh orangnya. Loe bakalan cepat akrab nanti sama dia. Gue jamin" jawab Nala.


Raut wajah Bella seakan berubah. Entahlah Dari mendengar namanya saja Bella tau itu orang yang turut memberi komentar di postingannya Nala. Bella mempunyai firasat, si Bunga ini bakalan bikin ulah.


"Ah tapi gue gak boleh terlalu berfikir kayak gini, gak baik nanti bikin depresi" gumam Bella dalam hati.


Bersambung...


Segini dulu yha readers


Jangan lupa follow Ig nya author yha


#Nalatue


#Author akan usahakan setiap hari update yha guys


#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author


#Dangke


#Saranghe😍

__ADS_1


__ADS_2