Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
70


__ADS_3

-SELAMAT MEMBACA-


.........


Hari ini merupakan hari keberangkatan Nala dan teman-temannya ke Luar negeri. Nala sudah bersiap-siap sedari tadi menunggu Rain yang akan mengantarnya ke kampus.


Sebelumnya juga Nala sudah memberitahu orang tuanya tentang keberangkatannya. Hari ini Nala merasa senang, karena dengan kepergiannya ke Singapura, ia jadi menghindari Rain dan semua otoritasnya pada dirinya.


Nala berharap Semoga dengan kegiatan ini, sejenak bisa membuat dirinya melupakan semua yang terjadi menyangkut kisah cintanya.


Setelah kurang lebih setengah jam menunggu, Rain pun datang dan menjemput Nala ke kampus, kali ini tidak ada Bunga bersama mereka. Namun Nala tidak peduli lagi, ada maupun tidak, tidak terlalu berpengaruh besar baginya. Banyak yang mereka obrolkan sepanjang perjalanan menuju kampus. Nala masih menunjukan sikap manisnya ke Rain, dan itu membuat hati Rain senang.


Sesampainya di kampus, Teman-temannya sudah pada menunggu. Nala orang yang datangnya paling belakangan, tidak terlambat sebernarnya karena acara pelepasan akan di mulai setengah jam lagi.


Sebenarnya Rain ingin menunggu dan bersama-sama mengantarkan Nala ke Bandara, hanya saja ada pekerjaan yang harus ia lakukan, karena ini merupakan bagian dari kerjaan kemarin yang tidak bisa ia tinggalkan.


“kak Rain ingin turut mengantarkan kamu ke Bandara, hanya saja ada kerjaan yang harus kakak kerjakan. Maaf yah” ucap Rain


“gak apa-apa kok kak. Ada Bella sama Juan juga”balas Nala sambil menunjuk ke arah kedua sahabatnya itu.


“yaudah. Kamu hati-hati yah, jangan lupa kalo ada waktu luang, terima telpon kakak, atau balas pesan kakak yah”ucap Rain.


Nala diam memandangi Rain seketika, ia sejenak merenung seandainya kak Rain tidak mengkhianatinya, ia merupakan orang yang sangat beruntung mendapatkan kekasih seperti kak Rain yang sepeduli ini. Tapi sayang, itu hanya ada di masa lalu mereka, sebelum perempuan lain mengacaukan hubungan mereka.


Nala tersenyum, ia mengangguk”ia kak. Nala usahakan yah, kalo tidak sibuk”


“kakak pamit dulu. Cup” pamit Rain dengan mengecup dahi Nala.


Seteleh kepergian Rain, Juan dan Bella mendekati Nala.


“akting loe keren juga Nala.gak nyangka loe betah juga yah bertingkah seperti itu.” Ucap Bella


“yah, gue sabar-sabarin aja lha, mau gimana lagi, gue juga di ancam kok. Lagian asalkan gak nyakitin gue secara fisik yah gue fine-fine aja. Kalian gak usah khawatir” kata Nala


“gak nyakitin secara fisik, tapi nyakitin secara batin ia.” Timpal Juan, Bella mengangguk setuju.


“yah iya sih. Tapi gak apa-apa. Gue jalanin aja, mau gimana lagi. Gue berharap Ayah segera pulih secepatnya, biar gue gak berakting kayak gini lagi” ucap Nala


“Amin. Kami doakan, Ayah loe cepat pulih.”


Setelah beberapa menit berlalu Nala di panggil oleh Andre karena acaranya mau di mulai. Setelah selesai acara pelepasan, mereka menuju ke Bandara. Nala beserta Andre dan juga teman-temannya yang mau ikut kegiatan kampus menaiki mobil kampus.


Sedangkan Juan dan Bella menaiki mobilnya Juan.

__ADS_1


Sesampainya di bandara Internasional S.H. ternyata cukup ramai, karena orang tua, saudara, pacar, dan teman-teman dari Mahasiswa/mahasiswi yang mengikuti kegiatan ini telah berkumpul juga di Bandara, mungkin yang tidak ada hanyalah orang tua dari Nala.


Tapi walaupun Ayah sama ibu Nala tidak mengantarkannya, Nala masih menyempatkan waktu untuk menelpone mereka sebelum naik ke pesawat.


Dalam panggilam Video


“hallo Ibu” ucap Nala


“hallo sayang. Kamu sudah mau berangkat yah, maafin Ibu sama Ayah yah, gak bisa temanin kamu” jawab ibu Nala dengan mata yang berkaca-kaca.


“gak apa-apa bu, ini aku di temanin Juan sama Bella bu”


“ nak Rain gak ngatar kamu yah sayang” tanya ibu Nala


“gak bu, kak Rain tadi ngantarnya ke kampus doang, karena ada urusan menyangkut kerjaannya bu” ucap Nala sambil tersenyum. Sebenarnya Nala cukup sedih namun, ia tidak mau menunjukannya di depan orang tuanya.


“yaudah. Nak, kalo kamu ada masalah, cerita sama ibu yah sayang. Jangan kamu tutupin masalah kamu dari ibu.” Seakan tau Nala punya banyak masalah.


“iya bu, gimana keadaan ayah. Udah membaik kah bu?” ucap Nala mengalihkan pembicaraan


“iya. Ayah Kamu udah lumayan membaik sayang. Kamu hati-hati yah. Ibu sama ayah sangat menyayangimu nak”


“Nala juga sayang banget sama ayah dan ibu. Bu segitu dulu yah, kita uda mau masuk bu, nanti kalo sudah tiba di sana, Nala telepon ibu sama ayah lagi. Dah ibu. Tut.” Nala mematikan sambungan teleponnya. Ia beralih berhadapan dengan Bella dan Juan.


“ia. Loe tenang aja. Serahin mereka sama gue. Gue jamin di sana loe gak akan kesepian” ucap Bella sambil senyum-senyum penuh arti.


“maksudnya?” tanya Nala.


“udah. Ntar loe tau sendiri kalo udah nyampe di sana” jawab Bella


“oh ia. Jangan lupa mata-matain kak Rain sama Bunga yah, kumpulin bukti lagi kalo mereka kembali bersama. Karena gue yakin mereka pasti berhubungan lagi saat gue gak ada” ucap Nala


“ loe tenang aja. Gue sama Bella bakalan mata-matain mereka” kata Juan.


“ok kalo gitu. Gue masuk yah, teman-teman gue udah pada masuk smua tuh”


“ia. Hati-hati. God Bless You always Na.” Ucap Juan


“God Bless You too”


Setelah melihat Nala sudah masuk. Juan dan Bella kembali ke mobilnya Juan. Juan mengantarkan Bella pulang.


“Ju, sedih yah. Gue liat Nala kayak gitu”

__ADS_1


“ia. Aku juga. Gak nyangka nasib percintaan Nala kayak gitu” balas Juan


“hm, coba aja dulu Nala nerima Cinta loe”


“emang kamu rela aku jadian sama Nala?” ucap Juan memancing.


“yah gak sih.” Ucap Bella malu-malu


“gak rela tapi mau aku jadian sama Nala gimana sih kamu ini”


“yakan dulu kamu suka nya sama Nala.”


“iya itukan dulu”


“emang sekarang gak lagi yah?” tanya Bella. Juan pura-pura berpikir


“gimana yah. Sekarang sih aku masih sayang sama dia” ucap Juan. Seketika wajah Bella beralih menatap Juan dengan tatapan marah. Tapi sebelum Bella mengeluarkan amarahnya, Juan melanjutkan ucapannya.


“maksud aku itu, dulu aku Cinta sama Nala. Kalo sekarang lebih ke sayang sebagai sahabat sama dia. Aku itu udah cinta sama kamu. jangan raguin aku dong Bell. Dari semenjak kamu mau ikut senior kita itu, di situ Nala meyakinkan aku, ternyata aku yuh cinta banget sama kamu” ucap Juan. Bella tersipu malu.


“ I Love You too honey” balas Bella ke Juan


Juan tersenyum.”aku tau kok kamu cinta sama aku tanpa kamu bilang”


“oh yah?”


“iyah. Dari awal juga aku tau kamu suka sama aku”


“ih malu gue jadinya.”


“kenapa harus malu. Yang malu harusnya orang yang naruh perasaan ke cowok orang lain. Kayak si Bunga itu.”


“iya. Loe benar. Ngapain gue malu yah”


“iya. Jangan malu ngakuin perasaan suka pada seseorang. Suka itu wajar, tapi gak wajar kalo menyukai seseorang dan berusaha merebut orang itu dari orang lain”


“iya kekasih gue yang ganteng.” Ucap Bella. Juan pun tersenyum.


“Bell. Kamu itu bisa gak ngerubah panggilan loe gue, jadi aku kamu. kita ini pacaran loh, masih aja ngomong loe gue terus”


“iya deh. Sekarang aku panggil kamu Sayang. Kamu juga yah”


Juan menggangguk setuju” iya sayang”

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2