Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
62


__ADS_3

Sorry kalo masih ada typo.


Selamat Membaca!!!


...


Nala mondar mandir memikirkan keadaan ayahnya. Ia menimang ulang apa yang harus ia lakukan. Tidak mungkin ia memberi tahu Ayah dan ibunya soal hubungannya dengan kak Rain yang sudah berakhir dan tidak bisa di teruskan lagi.


"Gimana ini. Apa yang harus gue lakukan" Monolog Nala.


Nala berencana besok hari pergi ke luar kota menemui orangtuanya. Ia harus memastikan sendiri keadaan Ayahnya.


Sedangkan di tempat lain, Ayah Nala sedang memandang Istrinya dengan tatapan tajam. Ibunya Nala bahkan tidak mengerti arti tatapan itu. Ia hanya menelan ludah saja.


"Gara-gara ibu, Nala akhirnya tau kondisi Ayah loh Bu" Bu Nola seketika melongo dengarnya.


"Apa yah, Na.. Nala su.. sudah ta..tau?" Gagap ibunya Nala


"Iya Bu. Ibu tau, yang telpon-telponan sama ayah tadi itu Nala Anak kita Bu, bukan orang kantor"


"Ibu minta maaf yah, ibu kan gak tau. Trus gimana dong yah. Ibu gak mau Nala sedih"


"Ayah juga gak mau, makanya Ayah minta ke ibu untuk tidak memberitahu Nala Bu. Pokoknya kalo Nala nanya keadaan ayah, bilang aja ke Nala kalo ayah udah sembuh."


"Ia yah. Ayah istirahat ya. Jangan banyak berpikir dulu"


Ayahnya Nala mengangguk.


...


Keesokan harinya, Nala pun meminta ijin dari kampus untuk menemui ayah dan ibunya. Para dosen pun mengijinkan. Toh cuma sehari.


Nala kemudian menuju bandara. Dia tidak memberitahu orangtuanya, Temannya Juan dan Bella maupun Axel.


Setelah beberapa jam berlalu, sampailah Nala di kota itu.


NalA menuju sebuah rumah yang cukup mewah di kota. Rumah keluarga Nala ada juga di kota itu, mengingat perusahaan cabang ayahnya ada di kota itu. Jadi ayahnya membeli sebuah rumah mewah di kota itu.

__ADS_1


***SELAMAT MEMBACA***


.


.


Sesampainya Nala di depan gerbang rumah milik keluarganya di kota itu. Pak penjaga begitu terkejut dengan kehadiran Nala. Nala tersenyum ramah menyapa satpam-nya.


"Pak. Buka pintunya yah. Jangan bilang ke Ayah sama Ibu kalo Nala datang. Nala mau kasi kejutan ke mereka" Ucap Nala kepada penjaga itu.


Sang penjaga tersenyum membalas senyuman manis Nala.


"Ia Neng" sambil membuka gerbang.


"Silahkan masuk Neng Nala. Bapak sama Ibu ada di dalam Neng" ucap pak Penjaga.


"Terimakasih Pak" balas Nala


Nala berjalan mendekati pintu rumah itu yang kebetulan tidak tertutup. Nala memasuki rumah itu dengan diam-diam. Nala mendekati pintu kamar orang tuanya, di sana Nala mendengar percakapan orang tuanya yang membuat ia begitu terharu dan begitu di cintai.


"Ibu juga sangat merindukan Putri kita satu-satunya itu Yah, tapi mau gimana lagi, kondisi Ayah tidak memungkinkan untuk kita bertemu dengan Nala Yah" tambah Ibu Nola


"Ia Bu. Beruntung Nala mempunyai nak Rain yang sangat menyayangi dan mencintainya, jadi kalo kita pergi nya lama, nak Rain bisa menjaga anak kita Bu" Ayahnya Nala sangat membanggakan dan mempercayai Rain, tidak tau aja kalo orang yang mereka banggakan dan percayai tak lain dan tak bukan hanya seorang pembohong yang handal.


Di balik pintu Nala meneteskan air matanya mendengar percakapan mereka. Andai orang tuanya tau kelakuan bejat dari Tunangannya, ralat bukan tunangan lagi tapi mantan tunangannya Rain, bagaimana perasaan mereka, pasti sangat hancur. Nala tidak tau apa yang akan ia lakukan sekarang. Ia sendiri juga sangat bingung. Ayahnya sangat mempercayai Rain, tetapi jika ia memberitahu mereka mengenai semua kelakuan Rain, Nala takut penyakit Ayahnya akan sangat parah.


Nala menghapus air matanya, ia perlahan membuka pintu itu, bunyi pintu yang Nala buka, membuat pasangan paruh baya itu berbalik dan sontak saja mereka kaget setengah mati, melihat anak semata wayang mereka tengah berdiri di depan pintu memandangi mereka dengan wajah yang sayu.


Nala berjalan mendekati mereka dan berhamburan di pelukan kedua orang terkasihnya itu. Cukup lama mereka berpelukan hingga Ibu Nola melepaskan pelukannya.


"Sayang, kok kamu di sini? Gak kuliah emangnya?" Tanya Mama Nola. Mama Nola begitu bahagia akan kehadiran anaknya, disatu sisi ia juga takut Nala sedih mengetahui kondisi ayahnya.


"Nala Rindu sama Ayah dan Ibu. Ayah sama ibu juga tidak usah nutupin kondisi Ayah agar Nala gak sedih. Justru Nala sangat sedih kalo Ayah dan ibu nutupin ini dari Nala. Nala sayang sama Ayah sama Ibu. Sayang bangat." Nala berusaha menahan agar air matanya tidak tumpah, namun apalah daya, air matanya seakan menentang isi kepalanya Nala, air bening itu mulai bercucuran membasahi pipi mulus sang empunya.


"Maafin ayah sama ibu ya sayang. Ayah dan ibu hanya tidak mau memecahkan konsentrasi Nala saat kuliah. Kenapa kita jadi sedih-sedihan kayak gini sih. Kondisi Ayah itu udah mulai membaik kok sayang. Kata dokter, ayah hanya kecapean, ayah hanya butuh banyak istirahat. Ayah yakin kondisi Ayah akan segera kembali seperti sedia kala." Timpal sang ayah.


Nala tau kondisi ayahnya belum pulih. Ayahnya hanya tidak ingin ia menjadi sedih. Sungguh Nala begitu terharu. Nala berjanji akan selalu membahagiakan mereka, walaupun nantinya ia sendiri yang menahan sakit dan memendam sakitnya itu.

__ADS_1


...


Di tempat lain, Rain melakukan aksinya, ia membayar beberapa stasiun tv untuk memberitakan perihal Pertunangannya dengan Nala Kejora. Rain bertekad tidak akan pernah melepaskan Nala. Cintanya kepada Nala begitu dalam pikirnya. Ia berpikir, tidak akan bisa hidup tanpa Nala di sisinya.


Rain berjanji, akan memutuskan semua hubungan gelapnya dengan Bunga maupun Tessa, walaupun Tessa saat ini sedang mengandung darah dagingnya. Rain tidak peduli.


"Apapun akan aku lakukan, jika itu bisa membuatmu kembali padaku Nala sayang" gumam Rain sambil menatap handphonenya dimana wallpapernya adalah Nala.


"Pak Rain, kami pastikan, esok hari semua media dengan heboh memberitakan kisah asmara Anda dengan Nona Nala Kejora" ucap seseorang di samping Rain.


"Bagus. Saya tidak sabar menunggu hari esok" jawabnya dengan tersenyum senang.


Rain keluar dari kantor itu menuju rumah Nala, namun sayangnya Nala tidak berada di rumah, melainkan masih di luar kota.


...


Keesokan harinya, Nala bersama kedua orang tuanya sedang duduk manis menonton berita mengenai kondisi negara ini. Tiba-tiba ibu Nola mengalihkan siarannya ke Chanel gosip. Matanya melotot, Tak di sangka, Chanel itu memberikan info asmara Rain dan Putrinya. Nala yang duduk di samping ibunya seketika menegang melihat berita itu. Ayah Nala justru sebaliknya, ia tersenyum senang.


"Kak Rain Brengsek. Apa yang sudah kamu lakukan?" Marah Nala dalam hati.


Bagaimana tidak marah, berita itu mengatakan kalo seorang pengusaha muda bernama Rain Koch sudah bertunangan. ia dan tunangannya sangat saling mencintai. Di ikuti dengan foto-foto saat pertunangan mereka maupun foto-foto kebersamaan mereka yang lain, yang mana foto-foto itu menunjukkan kemesraan mereka.


"Ayah bangga sama Rain, begitu harusnya jiwa laki, ia tidak malu mengekspos hubungan kalian, kamu sangat beruntung skali nak" ucap Ayah Nala setelah beberapa saat mereka hanya fokus ke layar besar di depan mereka itu.


Berbeda dengan ayahnya, Ibu Nola justru merasa hatinya tidak senang, ibu Nola tidak tau mengapa ia seperti itu. Ia hanya tidak suka saja hubungan mereka di umbar seperti itu.


Berita tentang Nala dan Rain saat ini menduduki posisi pertama. Berita mengenai mereka sangat trend dimana-mana.


Nala membuka handphonenya, banyak pesan masuk dari Juan, Bella dan... Kak Axel. Nala hanya memandang datar ponselnya tanpa berniat membalas pesan-pesan itu. Ia sedang kalut saat ini. Banyak telepon yang masuk tapi satupun tak diangkatnya.


Saat orang tuanya sedang fokus ke tv, Nala beranjak ke kamarnya. Ia ingin melihat berita di YouTube. Nala membaca satu per satu komentar, semua komentar pada positif semua, mereka mendukung kisah asmara Nala sama Rain.


Bersambung.


Maaf yah baru Up lagi, hapenya Author lagi gangguan. Hampir sebulan yah baru Up lagi Ini. Semoga kalian tidak kecewa yah my Reader's


Salam Kangen.

__ADS_1


__ADS_2