Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
72


__ADS_3

-SELAMAT MEMBACA-


.....


Di rumahnya Axel , Axel dan Rio sedang menyusun rencana untuk mereka lakukan.rencana berpura-pura sakit tentu saja. Mereka bahkan tak segan-segan menyewa dokter untuk membantu menjalankan rencana mereka itu. Hingga waktu menunjukan jam enam sore, Rio mendapatkan pesan dari Nala bahwa ia akan segera ke rumah Axel untuk menjenguknya. Perjalanan dari kampus menuju rumah Axel tidak terlalu jauh, butuh waktu lima belas menit saja sudah sampai.


“bro, Nala bilang dia mau ke sini. “ ucap Rio pada axel sambil matanya masih terus memandang hapenya dan membalas pesan dari Nala.


“busyet, ayo kita ke kamar. Oh ia dok. Maafin Axel yah, tapi bantu Axel lagi demi mendapatkan cinta Axel. Dan tolong jaga rahasia ini dari papa dan mama” Ucap Axel kepada dokter itu.


“tenang saja. Saya akan membantu demi kelancaran hubungan anda dengan gadis itu. Saya juga pernah muda”


Sebenarnya dokter itu masih menimbang-nimbang karena ia masih ragu memberi penjelasan palsu, namun melihat Axel yang begitu semangat menceritakan semuanya, hatinya menjadi luluh. Ia kembali berkaca pada dirinya sendiri yang mana waktu muda dulu, ia menghalalkan secara cara untuk bisa bersama istrinya sekarang ini. Makanya ia mau membantu Axel.


Mereka bertiga bergegas masuk ke dalam kamar Axel. Axel di baringkan di tempat tidur dan dokter menemaninya, sedangkan Rio menuju ke luar rumah untuk menjemput Nala karena katanya ia sudah hampir tiba. Dan benar saja, saat Rio membuka pintu rumah Nala baru keluar dari mobil taxi.


“kak Rio” panggil Nala.


“hai Na, ayo masuk” ucap Rio menggaruk kepalanya. Jujur ia masih tidak tega membohongi Nala.


“ia kak.” Nala masuk mengikuti Rio dari belakang.


“mmm, Axel berada di kamarnya, mau langsung ke kamar Axel atau mau di sini dulu” ucap Rio, kini ia dan Nala berada di ruang tamu.


“langsung aja kak. Nala ingin segera melihat keadaannya kak Axel” ucap Nala tak sabar.


“Baiklah, ayo ke atas” Rio mengantarkan Nala ke kamar Axel.


Ceklek. Bunyi pintu terbuka. Menampilkan sosok Axel yang tengah berada di atas tempat tidur dengan keadaan pucat, dan seorang dokter yang berada di sisi kiri tempat tidurnya.


Mata Nala berkaca-kaca, ia mendekat ke arah Axel dan duduk di samping tempat tidurnya. Entah mengapa, melihat keadaan Axel seperti ini hatinya ikut sakit. Nala tidak tau mengapa, mungkin ia hanya kasihan kepada Axel, karena Axel orang yang pernah menemaninya dan pernah menolongnya dulu. Tanpa Nala sadari air matanya tumpah begitu saja. Melihat keadaan Axel seperti ini, Nala mendongak menatap sang dokter meminta penjelasan.


“ dokter, sebenarnya kak axel sakit apa. Kenapa kondisinya seperti ini dan kenapa tidak di rawat saja di rumah sakit dok?” tanya Nala penasaran.

__ADS_1


“begini nak. Nak Axel sedang ada masalah pada kesehatannya pasca kecelakaannya dulu.” Ucap dokter. Tidak salah kan?


“kecelakaan? Kecelakaan apa dok?” tanya Nala lagi, ia tidak pernah mendapat informasi tentang Axel yang kecelakaan dulu. Nala memandang Dokter dan Rio secara bergantian.


“beberapa bulan lalu, nak Axel mengalami kecelakaan sangat parah di Indonesia, dan di rujuk untuk berobat ke sini” jelas dokter.


“beberapa bulan lalu? Tapi bukannya beberapa bulan lalu, kak Axel mengirim pesan bahwa ia akan ke sini untuk mengurus bisnisnya,apa yang sebenarnya ternyata?”


“nak, nak Axel juga sempat mengalami koma dan baru bangun dari komanya tapi tak lama kemudian ia kembali lagi ke Indonesia, padahal ia belum benar-benar pulih. Itu yang mengakibatkan nak Axel kembali drop” jelas dokter


Nala kembali mengingat beberapa bulan lalu sebelum Axel menghilang, ia sempat bersapa melalui telepon dengan Axel. Dan kalo Nala tidak salah ingat, saat-saat terakhir telepon itu terputus, Nala sempat mendengar teriakan Axel, dan saat itu juga, Nala tidak pernah mendapat telpon lagi dari Axel, Axel hanya sering memberinya kabar melalui pesan teks.


“astaga, jadi benar saat menelpon Nala dulu, bertepatan dengan kak Axel kecelakaan.tapi bagaimana bisa ia masih bisa mengirim pesan ke Nala”


“pesan itu aku yang kirimkan. Semuanya demi kebaikan kamu, agar kamu tidak khawatir dengan keadaan Axel yang saat itu masih kritis” ucap Rio


Nala beralih menatap Axel dengan perasaan bersalah. Ia merasa karena menelpon dirinya makanya Axel mengalami kecelakaan.Nala menggenggam tangannya Axel, air matanya luluh jatuh ke tangannya. Axel yang merasakan tangannya basah karena air mata Nala, mengumpat dirinya sendiri dalam hati, Axel ingin rasanya bangun dari tidurnya karena tidak tega melihat Nala seperti itu.


Rio dan sang dokter yang melihat itu segera keluar meninggalkan mereka berdua. Memberi kesempatan pada Axel dan Nala. Rio yang melihat Nala seperti itu juga merasa kasihan, namun melihat ketegangan di wajah Axel, ingin rasanya Rio menertawakan Axel. Pasti Axel sedang mengumpat dirinya sendiri karena membuat Nala menangis. Rasain loe, ejek Rio dalam hati.


Tinggalah kini Nala dan Axel.


“kak Axel maafin Nala, gara-gara menelpon Nala waktu itu bikin kak Axel kecelakaan. Sekali lagi maafin Nala kak” ucap Nala dalam tangisnya.


Axel akhirnya membuka matanya. Ia ingin melihat wajah Nala. Ingin menghapus air matanya, ingin memeluk tubuhnya.


“Nala” ucap Axel


“kak Axel sudah bangun? Maafin Nala kak. Maaf”


“suttttt. Ngapain minta maaf, hei kamu gak salah. Semua ini tidak ada hubungannya dengan mu. Jangan menyalahkan diri kamu sendiri atas sesuatu hal yang tidak kamu lakukan.” Ucap Axel menghapus air mata Nala” jangan nangis. Aku gak suka mata indah kamu ini mengeluarkan air seperti ini” sambungnya.


“tapi emang benar kan, waktu kak axel nelpon Nala, saat itu kak axel mengalami kecelakaan dan bodohnya Nala tidak tau. Kenapa kak Axel dan kak Rio menyembunyikan ini semua dari Nala. Nala pikir kak Axel selama ini baik-baik saja, ternyata kak menderita selama ini. Kak Axel juga kenapa memaksakan diri menolong Nala waktu itu padahal keadaan kak Axel belum benar-benar pulih. Kenapa kak. Apa alasannya”

__ADS_1


“itu karena... karena aku... aku..” ucap Axel terbata-bata. “apa ini waktunya?”batin Axel


“karna apa kak?” tanya Nala.


“karna Aku Cinta sama kamu Nala” ucap Axel dalam satu tarikan nafas. “sial kenapa gue jadi deg-degan begini yah, gue di samping gadis ini mau mengatakan cinta aja harus begini.” Batin Axel


Nala kaget, saking kagetnya ia langsung melepaskan tangan mereka dan berdiri dari tempatnya duduk tadi.


“apa ini? Kenapa jantung aku berdetak hebat seperti ini, rasanya sangat beda waktu dulu kak Rain mengutarakan perasaannya pertama kali. Apa aku menyukai kak axel? Oh tidak-tidak. Ini tidak benar, kak Axel dan kak Rain kan berteman. Gimana ini. Walaupun aku sudah memutuskan pertunangan sama kak Rain dan hubungan kita hanya sandiwara skarang, namun untuk menjalin hubungan sama kak Axel aku jadi ragu, apa nanti mereka tidak akan saling benci? Ah selebihnya apakah kak Rain akan membenci kak Axel gara-gara aku?” batin Nala


“ Nala” panggil Axel membuyarkan lamunan Nala


“kak Nala.. mmm Nala..” ucapan Nala terpotong karena Axel


“jangan jawab skarang, aku lega karna sudah mengutarakan perasaan ini sama kamu. aku kasi waktu buat kamu berpikir. Namun jangan pernah jauhin kak Axel yah.”


“gak Nala gak akan jauhin kak Axel kok”


“kalo gitu, bisa menuhin satu permintaan aku?” tanya Axel. Nala mengerjit


“permintaan apa kak.”


“apa bisa setiap sore seperti ini kamu jengukin aku? Aku pengen setiap hari bisa melihat kamu. aku jadi termotivasi buat sembuh kalo ada kamu di sini”


Nala berpikir Sejenak, dan akhirnya menjawab” bisa kak. Nala usahakan akan datang” ucap Nala.


“makasih Nala”


Waktu sudah menunjukan pukul delapan malam, Nala harus cepat-cepat kembali. Akhirnya dengan berat hati, Axel mengijinkan Nala kembali ke asrama dengan di antar oleh Rio. Hari ini Axel begitu bahagia karena bisa berduaan dengan Nala. Dan bahagianya yang lain karena setiap hari akan bertemu Nala.


“yes” Axel melompat dengan girang dari atas tempat tidur setelah mendengar mobil Rio melaju dari halaman rumahnya.


BERSAMBUNG........

__ADS_1


__ADS_2