Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Janji Rain


__ADS_3

Mohon maaf kalo masih ada typo.


SELAMAT MEMBACA!!!


...


Rain keluar dari dalam kamar mandi yang berada di dalam ruangan itu sambil memegang perutnya dan wajahnya di bikin meringis seakan-akan lagi sakit perut.


"Loh, kak Rain kenapa?" Nala cemas melihat Rain yang meringis sambil memegang perutnya.


"Perut kak Rain sakit sayang. Pagi tadi kakak makannya kepedasan, makanya jadi diare deh SkaranG" bohong Rain


"Nala panggilin dokter yah kak. Atau kita ke Rumah Sakit aja kak" kata Nala


''eh gak usah sayang. Kak Rain Uda minum obat kok. Ntar juga baikan"


"Yaudah. Sini kak. Tiduran sini" Nala menepuk pahanya.


Rain berjalan menuju sofa dimana Nala duduk. Rain membaringkan tubuhnya di sofa itu dan meletakkan kepalanya di atas paha Nala sebagai bantalan. Nala mengelus kepala Rain dengan sayang.


"Sakitnya di perut, tapi yang di usap kepala kakak. Tapi mujarab juga sayang, perut kakak gak sakit lagi. Kayaknya udah sedikit baikan ni " Rain tersenyum memandang wajah cantik Nala.


"Benaran kak. Masa langsung baikan?" Tanya Nama heran.


"Ia sayang. Kamu kan elusnya dengan penuh kasih, makanyA langsung baikan deh perutnya, walaupun yang di elus kepalanya sih"


"Hm. Kak. Pulang jam berapa? Nanti antarin Nala pulang yah.'


Rain mengangguk.


"Bentar lagi pulang kok. Kakak nanti antarin kamu. Tapi kamu ngapy kesini sayang. Kok gak hubungi kak Rain dulu?"


"Oh. Nala tadi berencana mho ngajak kak Rain jalan sore ini, berhubung kak Rain nya lagi sakit jadi gak bisa deh"


"Kamu jangan marah yah sayang, lain kali kak Rain pasti nemanin"


Rain merasa bersalah karena lagi-lagi dia harus berbohong pada Nala.


"Ayo. Kakak antar pulang. Gak sakit lagi kok, kan obat kak Rain udah ada di depan mata" gombal Rain sambil menatap Nala dengan sayang.

__ADS_1


"Ok kak. Ayo kita pulang"


Rain bangun dari sofa, Nala juga berdiri, Nala hendak menuju pintu tapi matanya sekilas melihat Sebuah tas wanita diatas meja kerja Rain.


"Loh kak. Ada tas cewek di sini? Punya siapa ini kak" Nala melihat kearah Rain dengan mata penuh curiga.


Rain menelan air liurnya.


"Tessa sialan" umpat Rain dalam hati.


"Oh. Itu punya mba Rina sayang. Tadi kita lagi kerja laporan, terus dia bantuin kakak buat turun beli obat, lupa deh ngambil tasnya" lagi dan lagi Rain harus berbohong.


"Oh. Yaudah. Ayok pulang."


Rain menggenggam tangan Nala dan mereka keluar dari ruangan. Sesampainya didalam mobil, Rain berpura-pura minta ijin sama Nala buat hubungi Kliennya. Padahal sebenarnya Rain mengirimkan pesan Untuk Tessa buat pergi dari perusahaannya Karna sehabis mengantar Nala pulang, Rain langsung ketemu kliennya di luar kantor


Di dalam mobil Rain dan Nala memulai obrolan ringan.


"Kak. Umur aku kan baru mau nginjak 19 tahun, kalo kak Rain kan mau masuk 29 ni, kak Rain gak apa-apa kalo harus nunggu Nala dulu?" Nala menoleh ke arah Rain.


"Ia gak apapa. Sesuai permintaan orang tua kamu. Kita akan menikah setelah kamu lulus S1 kan sayang?"


"Yah kalo kamu Uda siap, tahun depan kakak bakalan lamar kamu jadi istri kakak"


"Boleh kak. Aku sih siap banget"


"Kak. Aku sayang sama kak Rain jangan bohongin Nala yah kak. Jangan selingkuh. Jangan mendua."


"Kak Rain sayang banget sama kamu, mana mungkin kak Rain khianatin kamu sayang"


"Janji yah"


Rain mengangguk


"Kalo sampe Khianatin Nala, gak ada kesempatan lagi buat kakak. Nala langsung nyari cowok lain." Ancam Nala.


Ini yang slalu Rain takutkan. Kalo sampe Nala tau hubungan Rain sama Tessa, Nala bakalan ninggalin Rain, dan Rain tidak mau itu sampai terjadi.


"Iya kakak Rain janji" sambil mengangkat dua jarinya.

__ADS_1


Rain dan Nala berbicara hingga tak terasa mereka sudah tiba di depan rumah Nala, NalA keluar dari mobil Rain dan masuk ke dalam rumah. Rain pun melaju dari tempat itu.


...


Sedangkan di Perusahaan Rain, Setelah mendapat pesan dari Rain, Tessa menjadi marah. Ia tidak terima dengan perlakuan Rain padanya. Dia mengambil tasnya dan berlalu meninggalkan perusahaan Rain dengan sejuta Rencana licik yang bersarang di otaknya.


Waktu terus berlalu tak terasa satu bulan telah Rain dan Nala lewati tanpa gangguan apapun.


Hanya saja, Tessa SkaranG sudah berani mengancam Rain. Dia dengan terang-terangan mau Rain mengakui hubungannya dengan Rain di depan Nala.


Sedangkan Rain sudah menyusun rencana buat menyingkirkan Tessa dari hidupnya.


Malam itu, Rain menyuruh orang suruhannya untuk menculik Tessa. Rain seakan bikin seolah Tessa lagi berlibur ke luar negeri. Padahal Tessa di bawA ke tempat terpencil.


Rain sedang duduk di sofa dalam apartemennya. Menunggu hasil kerja orang suruhannya.


Tak berselang lama hapenya Rain berbunyi.


"Hallo bos, Target sudah kami bawa ke tempat itu bos"


"Kerja bagus kawan"


"Tessa.. Tessa... Loe mungkin pernah ada di hati gue, tapi itu dulu, SkaranG gak ada lagi cinta buat loe."


Rain bergegas menuju Tempat di mana Tessa di sekap.


Bersambung...


Segini dulu yha readers


Jangan lupa follow Ig nya author yha


#Nalatue


#Author akan usahakan setiap hari update yha guys


#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author


#Dangke

__ADS_1


#Saranghe😍


__ADS_2