Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
102


__ADS_3

Maaf kalo masih ada Typo.


-Selamat Membaca-


........


Bunga Memasuki Kamarnya dengan Menahan sesak di dadanya setelah mendengar perkataan Rain yang sangat menusuk sampai kedalaman hatinya. sesampainya Bunga di kamarnya ia menutup pintu, dan duduk bersandar di depan pintunya. Menangis tersedu menumpahkan segala sakit di hatinya. Bunga memegang dadanya yang terasa sesak. berulang kali perkataan Rain membuatnya sedih, namun baru kali ini rasanya sangat sesak.


"apa tidak ada Cinta barang sedikit pun dari hati mu kak buat aku?"


"kenapa hanya Nala yang kamu pikirkan. kenapa hanya Nala yang ada di hati kamu. kenapa kamu gak bisa lupain Nala. kenapa? apa salahku hingga nasib percintaan aku seperti ini. aku juga mau seperti Nala. sejak dulu semua orang sayang padanya. aku hanya menjadi bayang-bayang nya. aku ingin sepertinya. di sayangi dan di cintai dengan tulus. kenapa aku tidak bisa mendapatkan semua yang Nala dapatkan. kenapa?" Teriak Bunga.


tanpa Bunga sadari, Rain mendengar semua keluhannya dari luar kamarnya. Rain merasa sedih juga, melihat Bunga seperti itu. namun hati Rain seakan sudah mati hanya untuk Nala. Rain merasa bersalah juga karena dirinya Bunga seperti itu. dengan membuat Bunga seperti itu, berarti ia benar mengingkari janjinya terhadap Bunga seperti yang Bunga katakan.


"Maafkan kak Rain Bunga." Gumam Rain pelan.


Rain bergegas keluar dari rumahnya. ia ingin menenangkan pikirannya. Rain menuju ke sebuah kafe. kali ini ia tidak ingin memakai jasa wanita malam. ia ingin benar-benar menenangkan pikirannya.


setelah memesan Kopi dan makanan ringan, Rain duduk termenung sambil memikirkan semua yang terjadi padanya dan kehidupannya. Rain teringat akan kehidupannya sebelum Bunga dan Tessa datang. kehidupannya yang damai dan Penuh cinta bersama Nala juga keluarganya. Rain tersenyum sendiri memikirkan kebersamaannya dengan Nala. Nala yang manja namun tidak banyak menuntut, Nala yang malu-malu saat di goda Rain, Nala yang polos, Nala yang Cantik dan baik tentunya.


yah, Nalanya Rain.


"Sedang apa kamu sekarang Na. kak Rain rindu banget sama kamu. apa segitu bencinya kamu hingga tidak mau memaafkan kakak? segitu besarnya ya, kesalahan yang kakak perbuat? kak Rain rindu kebersamaan kita sayang. rindu sekali" Ucap Rain pelan sambil memandang foto Nala di dalam hapenya.


masih tetap memandang foto Nala, tiba-tiba ada masuk pesan masuk dari nomor baru yang sudah Rain tau siapa pemilik nomor itu.


"sayang"


satu kata saja isi pesan itu. Rain biasanya akan segera membalas, tapi hatiya kini benar-benar tidak mau di ganggu oleh siapa pun. Rain memilih mengabaikan pesan itu. ia melanjutkan hayalannya untuk memikirkan Nala.


ketika sedang memikirkan Nala, lagi-lagi Rain di ganggu oleh panggilan masuk dari nomor yang tadi mengiriminya pesan.


"ckkkk" decak Rain"ganggu aja" lanjutnya


Rain biarkan saja hapenya bergetar. sudah tiga sampai empat kali panggilan Rain tidak hiraukan. karena terus-menerus bergetar, dengan malas Rain mengangkatnya.


"Hallo sayang" ucap wanita di seberang telepon

__ADS_1


"hm" jawab Rain malas.


"aku kangen sama kamu. ketemu yuk" Ucap wanita itu dengan manja.


"aku lagi malas. jangan ganggu aku dulu untuk sementara waktu" Balas Rain.


"tapi... "


Rain langsung memutuskan panggilan itu tanpa menunggu lebih lanjut perkataan wanita itu. Rain langsung mematikan teleponnya.


......


Berbeda dengan Rain dan Bunga yang hidupnya jauh dari kata bahagia, Axel dan Nala justru terlihat sangat bahagia menjalani hari-hari mereka.


Nala dengan kesibukan perkuliahannya dan Axel dengan kehidupan pekerjaannya tidak serta merta membuat dua sejoli itu jarang ketemu. Axel selalu menyempatkan waktunya untuk Nala. walaupun sesibuk apapun, ia akan selalu menelpone Nala di waktu senggangnya, Nala pun begitu.


kini Axel berada di parkiran kampus nya Nala. ia sedang menunggu Nalanya karena mereka janjian akan makan siang bersama.


baru lima menit menunggu, Nala keluar dari kampusnya bersama Bella dan Juan. Axel buru-buru keluar dari mobil dan menghampiri mereka.


"sayang" panggil Axel pada Nala.


"gak apa Angel. baru lima menit kok" jawab Axel.


"hai kak Ax" Sapa Bella


"hai Bel, Juan" balas Axel kemudian melihat ke arah Juan.


"hai kak." balas Juan "Cie makin lengket aja kalian berdua nih" Lanjut Juan Menggoda.


"apaan sih Loe Ju. kayak kamu sama Bella gak aja" protes Nala.


Axel hanya tersenyum mendengarnya.


"mau kemana sih Prince sama Princess ini?" tanya Bella makin menggoda.


"Mau pacaran dulu kita. jangan ngiri yah" Balas Nala menanggapi godaan Bella.

__ADS_1


"pacaran mulu. Ju kita ikut mereka yuk" pancing Bella


"eh eh. jangan. ganggu dong kalian. mending sana makan berdua. jangan ngikut kita. enak aja." Sela Nala


"bhahahaaa" tawa Bella pecah.


"ih Bella, ngeselin banget yah loe. ih rese" Ucap Nala.


"ih Princess nya jangan ngambek dong. becanda aja kale."


Nala memanyunkan bibirnya membuat Axel yang melihatnya ingin tertawa.


"yaudah. jangan ngambek sayang. kita pergi dulu yah Bel Ju"


"ia kak. jaga tuh Princess nya, suka cemburu buta soalnya." jawab Bella.


"enak aja loe tuh. wleee" Nala melunjurkan lidahnya sambil menarik tangan Axel menuju mobil mereka.


sepeninggal Nala dan Axel, Bella masih cekikikan.


"Ju, gue senang banget melihat Nala bahagia seperti itu" ucap Bella pada Juan.


"Ia sayang. aku juga. yuk kita pulang, atau kamu mau kemana? biar aku antar"


"gue, eh aku mau shopping sayang. antarin yah."


"ia. ayok. aku bawa motor, gak apa-apa kan?" tanya Juan.


"gak apa-apa kok sayang. aku lebih suka. jadi meluk-meluk mesra kamu deh" Ucap Bella senang.


"kamu ini. ayo" Juan menggenggam tangan Bella.


melihat Nala bersama Axel tadi, Juan merasa hatinya ikut bahagia. tidak ada rasa suka lagi pada Nala. ia sudah benar-benar mencintai perempuan di sampingnya ini. ia berharap kisah cinta nya bersama Bella akan tetap berlanjut dan bertahan hingga jenjang yang lebih serius lagi. Semoga, batinnya.


Sedangkan di hati Bella berpikir yang sama. ada masalah di keluarganya yang belum ia ceritakan pada Juan. ia takut Juan menyerah pada cinta mereka. Karena masalah ini mempertaruhkan hubungan cintanya. karena Ternyata Bella telah di jodohkan dan melangsungkan Pertunangan dengan orang lain dua hari kemarin.


Bella sudah menolak mati-matian perjodohan tersebut. hanya saja tidak bisa. lebih sialnya Bella di jodohkan dengan lelaki yang sudah beristri demi membayar hutang budi.

__ADS_1


di peluk Lah Juan dari belakang, Bella menyeka air matanya yang sudah tumpah, ia berencana menceritakan masalah ini dengan Nala. ia ingin bertanya apa yang harus ia lakukan pada hubungannya dengan Juan. sungguh, Ia sangat mencintai lelaki ini. ia benar-benar mencintai Juan.


BERSAMBUNG....


__ADS_2