
Maaf kalo masih ada typo.
Selamat Membaca
Axel Tidak mau orang lain menyentuh Nala, apalagi ini Rain mantannya.
"Brengsek"
Axel melepaskan tangan Rain dari tangannya Nala.
Bughh
bughh
dua bogeman mendarat di wajah kiri Rain. Rain langsung tersungkur. bibirnya pecah. Rain meludah secara sembarang. ia bangkit dan hendak berantem dengan Axel namun Nala melerai mereka.
"Cukup"
teriak Nala. Nala tidak mau terjadi sesuatu dengan Axel, ia juga tidak mau mereka membuat keributan dan menarik perhatian orang lain.
__ADS_1
Rain dan Axel yang hendak saling nonjok, terhenti kala mendengar teriakan Nala. ternyata, walau pun suara Nala kecil, namun tak memungkiri bisa menghentikan pertengkaran Mereka.
"cukup kak. jangan berantem lagi. maaf kak Rain, Kita tidak bisa berteman, karna pernah ada rasa di antara kita, kita harus menjaga jarak demi menghormati pasangan kita masing-masing. Nala harap kak Rain ngerti." ucap Nala. yah, Nala tidak mau berteman sama mantan yang jelas-jelas masih mengharapkannya. Nala tidak mau membuat Axel kecewa padanya.
"Tapi Na, Kak Rain tidak bisa kalo tidak melihat kamu, kak Rain ingin selalu di dekat kamu. pikirkan lagi Nala" ucap Rain memelas.
"kalo Nala bilang tidak yah tidak. loe gak usah maksa-maksa cewe gue brengsek. dan satu lagi. ini terakhir kali gue liat loe nemuin Nala, kalo kita berpapasan anggap aja orang lain. jagain Selingkuhan loe tuh yang lagi mengandung anak loe, jangan jadi calon ayah yang tidak bertanggung jawab" Jelas Axel. setelahnya tanpa pamit ia menarik tangan Nala pelan dan berlalu dari hadapan Rain.
Rain sangat membenci keadaan ini. Rain sangat benci melihat Nala di bawa pergi Axel. Rain mengepalkan tangan nya, wajahnya menegang, kilatan amarah jelas terpancar dari wajahnya, urat-urat di dahi nya terlihat, menandakan ia menahan kemarahannya.
"gue Rain, gak akan pernah sekalipun lepasin loe Nala. ingat itu"
di balik Mobil seorang wanita tengah menahan sakit dan sesak di hatinya. dialah Bunga. Bunga menyaksikan semua pertengkaran tadi, karena memang sejak Rain pergi Bunga mengikutinya.
"kenapa semuanya seperti ini. kenapa semuanya hanya peduli sama Nala. Nala Nala dan Nala. hahahha, Nala Pelet jenis apa yang loe gunain hah? dasar wanita busuk, tidak tau diri. lihat saja, gue akan buat kak Axel benci sama loe. loe harus menderita sama seperti gue" ucap Bunga, dan berbalik arah berlawanan dengan Rain.
.......
Di dalam mobil, hening menyelimuti. tanpa suara hanya bunyi kendaraan yang terdengar. Axel mengendarai mobil, tatapan nya tertuju ke jalanan di depan, sedangkan Nala dari tadi diam saja. Nala tau Axel marah, Nala tau Axel cemburu. Nala tau Axel sedang menahan emosinya jadi dia diam menunggu hingga emosi Axel mereda.
__ADS_1
mobil melaju hingga tak terasa sudah berada di depan kantor Axel. Axel keluar dari mobil dan membuka pintu untuk Nala. Axel terus diam, ia menggenggam tangan Nala dan membawa nya ke ruangan nya. sesampainya di sana, Axel masih mendiamkannya. Nala jadi tau kalo Beginilah sifat Axel kalo marah dan cemburu. tidak mengasarinya, tidak membentaknya hanya mendiamkannya.
Nala tersenyum dan mendekati kursi Axel. Nala memeluk tubuh pria itu dari belakang dengan sayang.
"marah hm?" tanya Nala.
Axel menghela nafasnya.
"kenapa" tanya Nala lagi. Axel tidak sanggup mendiamkan Nala, ia melepaskan tangan Nala dan berdiri. ia membawa Nala ke Sofa dan seketika memeluk Nala erat.
"aku gak marah sama kamu sayang. aku marah karena melihat Rain menyentuh kamu dengan tatapan cinta. aku cemburu. sangat cemburu. aku takut, kamu masih ada rasa sama dia." Axel melepaskan pelukannya. ia menatap Nala yang sedang tersenyum tipis."jangan pernah tinggalin kak Axel sayang. kalo itu sampe terjadi, kakak bisa Gila sayang."lanjut Axel.
"Nala gak akan pernah ninggalin kak Axel. Nala kan udah janji" ucap Nala
Mereka kembali berpelukan penuh kasih.
"Tuhan Lindungilah Cinta kami" batin mereka berdua.
Bersambung......
__ADS_1