
...
Keesokan harinya Nala terbangun dengan Badan yang segar. Karena semalam tidurnya nyenyak sekali.
Nala Mengambil hapenya, Mengalihkan ke mode normal. Ada satu pesan masuk. Yah, pesan dari Axel.
"Good morning Princess" Nala tersenyum melihat pesan itu.
"Good morning too😇" Sambil senyum senyum Nala membalas.
"Mandi sana, baunya kecium sampe sini loh" balasan dari Axel
"Ih kak Axel ada ada aja deh. Mana ada Nala bau, nyibelin" Nala mencium badannya seking polosnya. Padahal Axel cuman bercanda.
"Waduh. Princess jangan marah. Becanda kok, btw, hari ini mau kemana?"
"Nala gak marah kak. Hehe. Oh ia. Gak tau hari ini mau kemana, tapi kak Rain hari ini ke rumah Nala kak" Nala menunGGu beberapa saat. Menunggu balasan dari Axel. Ternyata tidak ada balasan sama sekali.
Nala bergegas mandi dan turun sarapan sambil menunggu Rain.
...
Di kamar Axel. Axel mencoba menghubungi Rain. Ia tidak mau sembunyi-sembunyi lagi. Ia akan bersaing untuk mendapatkan Nala.
"Gue tunggu loe SkaranG di tempat biasa. SkaranG. Gak Pake lama" Axel langsung matikan panggilnya tanpa menunggu balasan dari seberang telepon.
"Kita lihat aja. Loe bisa apa nanti bro"
__ADS_1
Disisi lain, Rain bingung, Axel tiba-tiba mengajaknya bertemu. Dari nada bicaranya Rain tau Axel tidak baik-baik saja.
Rain bergegas mandi, satu jam kemudian ia sudah berada di tempat yang diajak Axel.
"Bro loe mau ngomong apa sih" Tanya Rain setelah ia menduduki kursi di depan Axel.
Axel masih diam saja. Mukanya datar. Tanpa ekspresi.
"Jauhi Nala" dua kata yang terlontar dari mulut Axel membuat Rain menaikan alisnya.
"Maksud loe apa bro, Nala pacar gue. punya Hak apa loe nyuruh gue buat jauhin dia. Sinting loe yah" Rain di buat emosi
Axel masih duduk dengan tenang. Menatap tajam kearah Rain. Axel mengeluarkan amplop dari dalam sakunya. Melemparkannya ke wajah Rain.
Rain mengambil Amplop itu dan membukanya. Sontak ia kaget. Wajahnya memerah karena marah.
"Brengsek banget loe. An*ing. Gue gak akan ngebiarin loe mainin Nala. Ini peringatan buat loe. Kalo loe masih nekat, foto-foto ini bakalan nyampe ke tangan Nala dan ke dua orang tuanya" ucap Axel tegas.
"Kenapa loe peduli banget sama Nala ha Ax?"
"Gue Cinta sama dia" kalimat itu membungkam mulut Rain.
Sejenak Rain terdiam memikirkan sesuatu.
"Wah. Ternyata loe gak cukup juga dengan satu cewek yah. Loe mau di kemanain si Lia, terus apa loe lupa dengan gadis loe yang bernama Nara itu ha?" Kata Rain mengejek.
"An*ing. Gue salah selama ini sudah membiarkan Nala dekat sama loe. Satu lagi Lia itu mantan gue. Gue gak kayak loe. Berbuat hal-hal kotor sama Tessa wanita Murahan itu. Kalian emang sangat cocok. Wanita murahan dan lelaki brengsek. Memang pasangan yang serasi. Dan untuk Nara, itu urusan gue" kata-kata Axel membuat Rain geram.
__ADS_1
Sehabis mengatakan itu, Axel berlalu dari tempat itu.
Rain menggertakkan giginya, mengepalkan tangannya. Mukanya memerah ingin memakan orang.
"Loe lebih memilih persahabatan kita hancur yah Ax, ok gue kabulin, lagian gue juga Uda bosen mengalah terus sama Loe. Kali ini gue gak akan ngalah" ucap Rain pada dirinya sendiri.
Axel mengambil hapenya, menghubungi seseorang.
"Loe buat dia celaka, terserah gimana caranya"
"Siap Bos"
Rain tersenyum, tapi senyumannya sangat menakutkan.
Bersambung...
Segini dulu yha readers
Jangan lupa follow Ig nya author yha
#Nalatue
#Author akan usahakan setiap hari update yha guys
#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author
#Dangke
__ADS_1
#Saranghe😍