
...
Di sebuah Rumah sakit, tepatnya di dalam kamar VIP, Axel sedang duduk di sofa berkutat dengan laptopnya sambil menunggu seseorang yang sudah tertidur hampir 12 jam lebih.
Axel menemani Lia di RS karna keluarga Lia semuanya berada di London
"Issst"
"Lia, kamu sadar, sebentar aku panggilkan dokter" Axel menekan tombol yang berada di dinding atasan bed.
Tak lama kemudian, Dokter dan seorang Perawat masuk
"Nona, kamu sudah sadar rupanya. Apa yang anda rasakan?"
" Saya pusing Dok, tangang kanan saya juga sakit dok"
"Anda kekurangan banyak darah waktu di larikan kesini nona, untung cepat dibawa, kalo terlambat nyawa anda tidak bisa tertolong. Saya heran, banyak orang yang sakit dan memiliki penyakit mematikan berharap bisa hidup lebih lama lagi, lah ini kamu, mau mencari mati" kata dokter itu heran
Lia hanya menundukkan kepalanya malu.
"Terimakasih dokter" Kata Axel
"Sama-sama pak. Nona Lia sore ini sudah bisa pulang. Tapi Kamu harus istirahat total nona Lia, kondisi kamu belum begitu pulih. Saya akan kasi resep nanti tolong ditebus di apotik yah pak. Saya permisi"
Dokter dan Perawat keluar dari Ruangan, Axel menuju Apotik untuk menebus obat sambil mengurus administrasi
"Aku tidak menyangka, kamu senekat ini Bos" kata Mark yang tak lain orang suruhan Lia yang menelpon Axel dari Club
"Demi Axel, akan ku lakukan apapun" ucap Lia tersenyum penuh arti
"Kamu kembalilah"
" Baik Bos"
Setelah Mark keluar, Axel masuk dan manaruh obat diatas nakas
"Ax" panggil Lia
"Kenapa" jawab Axel
"Ax aku gak mau putus sama kamu"
"Gila kamu. Dasar wanita. Tidak tau diri. Gara-gara pria kamu rela mengakhiri hidup kamu. Kamu memang sudah tidak waras Lia" marah Axel
"Aku lakuin itu karna aku sayang sama kamu Ax, aku cinta sama kamu"
"Tapi aku gak cinta sama kamu Lia, kamu sudah tau alasannya. Hubungan kita sudah berakhir Lia"
" Kalo kamu benar-benar ingin hubungan kita berakhir, aku bakalan berbuat nekat lagi Ax" ancam Lia
"Coba saja kalo berani"tantang Axel hendak berjalan keluar ruangan
Tiba-tiba bunyi gelas pecah. Axel berbalik, dan terkejut melihat Lia memegang pecahan gelas dan diarahkan ke lehernya.
Axel berlari dan merampas pecahan gelas dari tangannya Lia. Alhasil tangan Axel penuh dengan darah
"Ha?" Teriak Axel frustasi
"Kamu gak percaya kalo aku benar-benar berani kan Ax?"
"Gila" umpat Axel
"Aku butuh kamu disamping aku Ax, walaupun kamu gak cinta sama aku"
" Akan aku buat kamu dengan sendirinya meninggalkan aku"
Axel pun berjalan keluar sambil menelpon asistennya menjemput Lia sore nanti
"Hahaha, aku tidak benar-benar mau mati Ax, lagian aku juga takut mati. Yang ditangan aja masih sakit, boro-boro mau ngiris leher aku, iuhhh" kata Lia sambil tertawa girang juga sesekali bergidik ngeri mengingat apa yang semalam dan yang tadi hendak ia lakukan
__ADS_1
...
Pukul 15.00 WIB
Di dalam kamar Nala berencana menelpon Rain. Memintanya untuk menemani belanja perlengkapan ospek
"haLLo sayang" terdengar suara di seberang sana
"haLLo kak Rain. Esok aku uda mulai Ospek, kakak bisa temani Nala gak buat beli perlengkapan Ospeknya Nala"
"Hm, boleh. Tapi 2 jam lagi yah, kakak mau ketemu klien dulu"
"Ia gak papah kak"
"Baiklah, sampai bertemu sayang"
Nala mematikan sambungan teleponnya
...
Dikantor Rain
Pintu terbuka, ternyata kliennya si babang Axel😁
"Bro sorry, lama ya nunggunyA" ucap Axel dengan wajah masam
"Napa muka loe, kayak orang stress aja"
"Gue emang lagi gak mood bro"
"Napa emang loe, cerita sama gue"
"Si Lia. Wanita itu gak mau lepas dari gue bro. Ngancam mho bunuh diri Lha. Aisst"
"Haha. Takut banget loe, dia mati"
"Haha, bro bro"
"Tinggal tutup mulut media aja bro. Lagian sejak kapan kamu takut sama ancaman. Setahu gue yang loe takutin bokap nyokap loe dan si Gadis itu sih, hahaha"
"Itu yang gue mikir ni. Orang tuanya si Lia dan Ortu gue kan temanan juga tuh. Takutnya berimbas ke ortu gue, Lha loe tau sendiri gimana nyokap gue"
" Ntar kita berdua sama Rio cari solusinya bareng bro, yaudah kita lanjut bahas rencana pembangunan apartemen di London bro, gimana kira-kira"
"Aku setuju aja bagus itu, gue udah liat lokasinya, dekat sama kampus juga pusat perbelanjaan, jadi strategis" balas Axel
"Ok berarti kita fiks yah"
"Yes"
Axel melihat jam dan ternyata satu jam lebih telah berlalu
" Eh bro, gue ada janji ni sama Nala, mau beli perlengkapan Ospeknya Nala, Skalian ajak makan di resto favorite kita berdua. Mau ikut gak, Skalian gue kenalin, loe kan belum pernah ketemu sama Nala"
Axel berpikir sejenak. Mungkin ini adalah kesempatan untuk sedikit-sedikit dekat dengan Nala pikirnya
"Sorry bro bukannya mau nikung, tapi aku hanya ingin dekat dengannya" ucap Axel dalam hati
"Baiklah bro"
Axel dan Rain pergi ke rumah Nala untuk menjemputnya. Mereka masing-masing dengan mobilnya
...
Tin tin tin
Tak berselang lama Nala keluar dengan anggun memakai gaun putih selutut ala anak remaja, highheels 5 centi Menghiasi kaki jenjangnya, sungguh pemandangan yang indah.
"Hai kak Rain. Udah lama, tumben gak masuk dulu?"
__ADS_1
"Gak masuk kali ini, kakak sama klien skalin teman kakak, ntar kak Rain kenalin kalo uda nyampe tempat tujuan"
" Oke"
Rain membuka pintu mobil untuk Nala, Nala tidak menyadari ada sepasang matA yang sedari tadi menyaksikan aktifitas mereka.
...
Mall xx
"Kita uda nyampe, ayo"
Rain dan Nara keluar dari mobil, tak berselang lama Axel pun ikut keluar dan menghampiri mereka.
"Oh ia Sayang kenalin ini teman kakak namanya Axel, dan bro kenalin ini Nala pacar gue"
Nala kaget
"Loh, kak... Kak Axel?"
"Kalian sudah saling kenal?"
"Gini kak, waktu itu kak Axel yang nolongin Nala kak, sewaktu hampir terjatuh karna terpeleset"
"Ia Bro, gue juga gak nyangka kalo Nala ternyata pacar loe" sambung Axel sambil sesekali mencuri pandang ke Nala
" Ok. Ayo kita masuk dulu, nanti kita ngobrol lagi saat makan aja, SkaranG kita cari perlengkapan kamu dulu Sayang" ajak Rain sembil menggenggam tangan Nala
Axel hanya tersenyum terpaksa memendam rasa cemburu
"Sayang, apa yang perlu dibeli?"
"Oh, cuman celana panjang kain sama kameja putih polos kak" jawab Nala, Nala seperti merasa canggung karna ada Axel di samping mereka
Mereka menuju ke toko pakaian wanita. Tak butuh waktu lama, Nala sudah mendapatkan apa yang ia butuhkan
" Kameja sama celana sudah. Apa ada lain sayang?"
Nala hanya menggeleng.
"Kamu kayak gak semangat sayang, kamu sakit yah?"
"Gak apapa kok kak. Gak sakit juga"
"Mungkin kamu lapar, ayo makan dulu"
...
Restauran
Mereka bertiga bercerita sambil menunggu makanan disajikan
"Em, maaf kak Axel, hape yang jatuh udah diperbaiki?" Nala memberanikan diri bertanya
"Udah" singkat Axel
"Oh. Syukurlah"
" Loe perbakin hape bro? Wah sesuatu banget. Setau gue apapun kalo sudah rusak, loe langsung buang Bro"
"Itu karna ada data penting kantor di dalamnya kak" potong Rain
"Ckkk. Kamu percaya? Data kantor Uda tersalin rapih dalam komputernya sayang. Penasaran gue bro, data penting apa sih sampai-sampai gak mau ganti tuh hape"
"Penting banget bro, loe belum bisa tau sekarang"
"Terserah loe aja bro"
"Permisi tuan nona, ini pesanannya" seorang pelayan resto datang memotong pembicaraan mereka
__ADS_1