Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Mimpi


__ADS_3

Maaf yha, masih ada typo.


Selamat Membaca!


...


Acara pertunangan hari ini berakhir dengan baik.


Ayah dan Ibu Nala pulang dengan mobil mereka sendiri, sedangkan Rain mengantarkan Nala


"Kamu senang hari ini sayang?" Tanya Rain


"Ia. Nala senang kak. Semoga hubungan kita tambah baik yah kak. Kakak janji jangan ninggalin Nala yah kak" ucap Nala penuh harap.


"Kakak janji, gak akan ninggalin kamu. Kakak cinta banget sama kamu sayang" ucap Rain sambil mengecup jemari lentik Nala.


Nala tidak membalas kata cinta dari Rain. Ia hanya tersenyum manis melihat Wajah Rain.


Rain Melajukan mobilnya hingga tiba di depan rumah Nala. Nala berpamitan pada Rain untuk turun dari mobil. Nala melepaskan sealbeltnya hendak keluar mobil, tapi Rain menahan tangannya, Nala berbalik menghadap Rain dan tiba-tiba


Cup


Satu kecupan singkat terbit di bibir Nala. Nala terdiam mematung. Pikirannya terbayang-bayang wajah Axel. Seketika Nala menjauhkan dirinya dan segera keluar dari mobil tanpa menghiraukan panggilan Rain padanya.


Rain melihat Nala keluar dengan tergesa-gesa, ia berfikir mungkin Nala malu karena ini merupakan ciuman pertamanya. Gak tau aja Rain kalau Ciuman pertamanya Nala sudah di ambil Axel.

__ADS_1


Rain tersenyum Senang Melihat tingkah Nala tadi. Wajah polosnya begitu menggemaskan di mata Rain.


Rain menancapkan gas mobilnya berlalu dari kediaman Nala dengan hati yang berbunga-bunga.


Sedangkan di dalam kanar Nala seperti orang linglung, hatinya benar-benar berdebar kencang. Entah karna ciuman dari Rain atau karna terngiang ngiang ciuman Axel.


Nala lalui hari ini dengan berbagai pikiran berkecamuk di benaknya. Semoga hari esok di lalui dengan sehat dan lancar pikirnya. Terlelap dalam mimpi indah berharap seseorang yang ia cinta singgah di mimpinya.


...


Di sebuah taman nan indah, Nala sedang menunggu Rain. Tiba-tiba datanglah beberapa preman.


"Wah ada cewek cantik ni. Mau abang temanin de?" Goda preman itu.


"Maaf. Saya harus pergi." Kata Nala sambil hendak melangkah. Tapi preman itu mencekal tangannya kuat hingga memerah.


"Belagu sekali kamu yah. Jangan harap bisa lepas dari kami. Hahaha" ancam salah satu preman dan tertawa keras.


"Kamu ikut kami" Nala memberontak


"Tolong.. tolong.. "


Buk


Buk

__ADS_1


Buk


Preman yang mencekal tangan Nala terplanting ke tanah. Nala menutup matanya karna takut. Sezeorang itu mendekat dan mengusap lembut kepala Nala dengan sayang.


Buk


Buk


Tanpa berbicara banyak, Dengan amarah yang tak bisa di bendung lagi preman-preman itu tumbang. Salah satu teman preman-preman itu datang melihat teman-temannya tak berdaya di tanah, ia mengambil sebilah pisau dan menancapkannya ke pinggang Pria itu tanpa pria itu sadari.


"Kak Axel awas" teriak Nala. Tapi terlambat. Yah. Pria yang menolong Nala adalah Axel.


Axel ambruk ke bawah dengan darah yang keluar sangat banyak dari tubuhnya.


"Aku cinta sama kamu Nala, cinta banget sama kamu" kata Axel di sela-sela nafasnya yang tersendak.


Nala menangis sejadi-jadinya. Memangku Axel di pangkuannya sambil berucap maaf berulang kali.


"Bangun kak. Jangan tinggalin Nala. Bangun kak Axel....."


Teriak Nala kencang terbangun dengan nafas yang tak beraturan.


"Apa ini. Mimpi macam apa ini. Apa kak Axel baik-baik saja? Dalam mimpi pun kejadian dan ucapan kak Axel seperti begitu nyata. Tuhan, di manapun kak Axel berada tolong lindungi dia" pinta Nala pada pukul sepertiga malam itu.


Nala tidak bisa melanjutkan tidurnya lagi. Ia bergegas ke kamar mandi dan membersihkan wajahnya dengan air hangat. Kembali lagi ke kamar dengan wajah yang tidak lagi kusut seperti tadi. Nala mengeluarkan diarynya dan menulis semua tentang apa yang ia rasakan saat ini. Sehabis menuangkan keluh kesahnya di berikan dosennya hingga pagi menjelang.

__ADS_1


__ADS_2