
...
Dua hari telah berlalu, Nala dan teman-teman Maru telah selesai dengan masa Ospek mereka.
Hari ini tepat hari dimana pemilihan Ratu Kampus. Nala begitu antusias sekali. begitu dia juga sedikit ragu, karna banyak yang tidak menyukainya khususnya kaum Hawa
Pemilihan Ratu Kampus jatuh bukan pada Nala, tapi Si Sinta, kakak Seniornya.
Nala bertepuk tangan ria mengikuti tepukkan teman-temannya yang lain.
Nala tidak sakit hati, justru ia lebih bahagia. Dari segi manapun Nala sebenarnya menang. Tapi mungkin banyak orang yang sudah mengenal k Sinta.
"Slamat yha kak. Kakak emang pantas menyandang gelar ini" Sinta merasa sungkan. Sebenarnya dia juga tidak bermain jujur. Tapi apa boleh buat. Demi mengalahkan Nala, semua cara dia lakukan
"Eh, makasih loh" Sinta menerima uluran tangan Nala
"Kalo gitu aku kesana dulu yah kak" ucap Nala berlalu pergi
" Eh Na, gue kira loe yang jadi ratunya, taunya gak. Secara loe kan gak ada cacat satupun" cerca Bella
Juan hanya mengangguk mengiyakan
"Cantik dan pintar bukan berarti gak ada cacat kan? Gue mungkin pengalamannya masih jauh di bawah kak Sinta, lagian gue juga gak berharap lebih, ribet Say, harus ngurusin inilah, itulah, loe tau kan gue juga harus menjaga image gue di depan seluruh Mahasiswa. Haiss loe tau sendiri gue kadang-kadang ceroboh dan manja. Kalo gue pikir kak Sinta yang lebih cocok deh" Cerocos Nala panjang lebar
"Benar juga kata loe Na, loe juga nanti di nyinyir lagi seantero kampus, yang kemarin Ospek aja musuh loe Uda banyak. Emang dasarnya pada ngiri tuh anak-anak" tambah Juan
" Gue setuju, Ju loe tau gak tadi waktu ke kelas kita, Nala di kasih surat peringatan loh, buat gak dekat-dekat sama kak Andre. Wah ternyata Fansnya kak Andre banyak juga ya" timpal Bella
"Pada heran gue. Loe kan gak dekat-dekat sama kak Andre, justru kak Andre tuh gue nebak suka kayaknya sama kamu Na" Kata Juan dengan nada gak suka
"Iya benar Juan, eh ayo ke kantin, gue lapar ni" Bella menarik tangan Nala dan Juan menuju kantin
"Kalian duduk gue yang mesan, hari ini gue yang traktir lagi dapat endors gue" kata Bella
Bella sebenarnya juga YouTubers. Pengikutnya di Ig juga wah banget. Nala dan Juan juga kaget sewaktu di beritahu Bella
"Eh lupa, mho pesan apa kalian berdua?" Tanya Bella
"Gue mesan Soto aja tanpa Nasi, minumnya es jeruk yah" ucap Nala
"Gue samain aja sama Nala" sambung Juan
__ADS_1
"Ok. Di tunggu yah guys"
Nala dan Juan duduk menunggu, sambil menunggu, Nala memainkan hapenya, ia teringat kembali dengan nomor yang tak dikenal yang masuk di hapenya itu, tambah heran dengan kata-kata singkat yang penuh perhatian pula.
Karna tidak ada namanya, Nalapun membiarkan saja tanpa membalas pesan itu
" Makanan datang guys" Cerocos Bella dengan membawa senampan berisi makanan yang telah mereka pesan tadi.
"Wah, loe cocok kerja disini" canda Juan
"Ih Juan, gue hari ini Uda berbaik hati yah, jangan sampe gue injak-injak loe" Bella memberenggut
"Ia benaran. Hahaha" tawa Juan" gue becanda kale, ih gemas banget tau" Ucap Juan gemas sambil mencubit pipi Bella
"Hmmm, Uda main sayang-sayangnya?" Nala Memutar bola matanya jengah melihat tingkah kedua sahabatnya
"Belum" jawab Bella malu-malu, Juan hanya tersenyum menanggapinya
...
Hari ini di kantor Rain, ia tidak fokus mengerjakan pekerjaannya. Sudah dua hari ini Nala tidak pernah menghubunginya.
Rain berencana Menelpon Nala. Sementara hapenya dalam mode memanggil, suara pintu terbuka, Bukan sekretarisnya melainkan mantan pacarnya Tessa
"Kamu kenapa Sa" tanya Rain. Rain sudah berjanji bahwa tidak akan terbawa perasaan sama Tessa, tapi melihat Tessa seperti ini, Rain juga bingung
"En, Papa gak pernah ngehargain aku En. Aku nyesal Uda ngikutin kemauan papa dulu. Gak ada yang sayang sama aku En" Tangis Tessa pecah di pelukan Rain
"Huss, tenang Sa, ada aku Sa. Ayo cerita sama aku" ucap Rain sambil mengelus punggung Tessa
Rain dan Tessa bercerita panjang lebar. Eh, tepatnya Tessa curhat ke Rain. Rain mendengarnya sambil sesekali memberi masukan kepada Tessa. Semua pembicaraan mereka di dengar baik oleh seseorang di seberang sana. Yah, Rain belum mematikan sambungan teleponnya di tambah mengloadspeakernya, jadi sangat jelas Nala mendengarkan semua yang mereka perbincangkan.
"En, makasih Uda tetap ada dan tidak ngejauhin aku" kata Tessa sambil mengusap air matanya.
"Tenang aja Sa, aku disini" ucap Rain sambil memeluk tubuh Tessa.
Tessa yang melihat Rain Seperti ini, tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini, Tessa membelai Wajah Rain, entah ada angin apa Rain mulai terlena, Tessa mengecup singkat bibir Rain, Rain terbuai dengan kecupan Tessa, tak menunggu lama lagi, Rain menahan tengkuk Tessa dan ******* bibir seksi itu, mereka saling bertukar Saliva sesekali terdengar suara mencecap dan mendesah, Rain sudah mulai kehilangan kesadaran diA membuka kancing kameja Tessa dengan kedua tangannya, sambil lehernya dikecup Tessa. Rain mendesah hebat. Sebelum Rain melanjutkan aksinya sebuah suara lantang di balik teleponnya menyadarkan keduanya.
"Kak Rain?" Teriak Nala dengan suara parau penuh tangisan
Rain tersentak kaget, dengan refleks ia mendorong Tessa hingga jatuh dari sofa dengan pakaian yang berantakan.
__ADS_1
"En, kamu dorong aku?" Mata Tessa mulai berkaca-kaca
Rain bingung, disatu sisi Ada Nala kekasihnya, di sisi lain, ada Tessa Sang mantan pacar dan cinta pertamanya.
"Maaf Sa. Kamu pulang dulu" ucap Rain
Tessa bangun dan merapikan dirinya, dia berjalan keluar dengan wajah sembab sambil mengepalkan tangannya.
"Siapa sih tuh cewek, ganggu aja. En, akan ku hancurkan hubungan kalian. Aku tahu kamu belum melupakan aku En" Seringai jahat terbit di wajah sembab milik Tessa
Rain mengambil hapenya, dari seberang terdengar suara tangisan yang memilukan. Rain frustasi, ia ceroboh. Bodoh bangat pikirnya.
"Sayang, kakak.." Rain tidak dapat melanjutkan kata-katanya karna dipotong Nala
"Nala gak nyangka, kakak sebejat itu, kak Rain brengsek, aku benci sama kakak, aku benci" sambungan telepon terputus
Rain membuang semua berkas di atas meja. Rain membuang hapenya ke sembarang arah, hingga hancur berkeping keping.
"Ah, sial. Jangan sampai Nala ninggalin gue"
Rain berlari ke luar ruangan, tujuannya cuma satu ke rumah Nala.
Di balik tembok seseorang melihat kepergian Rain yang terburu-buru.
"Gue uda ngasih kesempatan buat loe, tapi loe sia-siakan dia Rain. Sorry, jangan salahkan gue, kalo Nala gue rebut" gumam orang itu yang tak lain adalah Axel
Axel berjalan keluar dari gedung delapan lantai itu dengan senyuman yang mengerikan.
Bersambung...
Segini dulu yha readers
Jangan lupa follow Ig nya author yha
#Nalatue
#Author akan usahakan setiap hari update yha guys
#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author
#Dangke
__ADS_1
#Saranghe😍