
-SELAMAT MEMBACA-
...
Rain tiba di kediaman keluarga Nala. Dengan semangat tapi deg-degan karena takut Nala marah karena ia tadi memarahinya. Rain memencet tombol bel di samping pintu rumah Nala. Rain memencet berulang-ulang, hingga keluarlah bibi asisten rumah tangga keluarga Nala. Bibi yang kaget melihat kedatangan Rain sontak memutar bola matanya. Bibi sudah tau masalah Rain dan Nala, karena bibi tidak sengaja membaca diary milik Nala Diatas meja belajar Nala.
“Den Rain, ada perlu apa yah” bibi spontan bertanya seperti itu membuat wajah Rain masam. Tidak biasanya bibi berkata seperti ini.
“aku kesini yah mau ketemu sama Nala lah bi, masa mau ketemu sama bibi? Nalanya ada kan bi?” tanya Rain
Dengan malas bibi berkata” ada kok den, bentar yah bibi panggilin” bibi berjalan menuju kamar Nala, sedangkan Rain menunggu di ruang tamu.
Bibi mengetuk pintu kamar Nala. Nala membukanya namun wajah dan tatapan matanya sangat sendu. Bibi terenyuh, kasihan melihat Nonanya seperti ini.
“bibi. Kenapa bi?” tanya Nala
“anu non” bibi menggaruk kepalanya”di bawah ada den Rain non. Katanya mau ketemu sama non Nala”
.
“oh ia bi. Entar Nala turun. Bilangin sama Rain kalo Nala lagi mandi yah bi. Bilangin di suruh tunggu sebentar” kata Nala..
“non gak apa-apa yah, ketemu sama den Rain, padahal kan den Rain udah jahat sama non.” Nala terkejut.
“bibi tau darimana masalah Nala sama kak Rain bi?” tanya Nala
“itu maaf non. Waktu bersihin kamar non Nala, bibi ketemu Buku diatas meja non. Bibi gak sengaja membacanya non, soalnya udah terbuka gampang kok non bukunya” jelas bibi.
“yaudah. Gak apa-apa kok bi. Tapi Nala mohon jangan kasi tau siapa-siapa yah. Khususnya Ayah sama Ibu. Soalnya Ayah lagi sakit bi” ucap Nala
“ia non. Bibi janji gak akan kasi tau tuan dan nyonya. Bibi turun dulu yah”
__ADS_1
“ia bi. Makasih yah bi”
“Ia non”
Bibi berlalu dari depan kamar Nala. Nala masuk dan menutup pintu kamarnya. Ia bersandar di pintu kamarnya sambil menangis.
“apa yang harus gue lakuin. Apa gue harus menerima kak Rain lagi? Bohong kalau gue udah gak cinta lagi sama kak Rain, bohong kalau gue gak cemburu, gue cemburu, gue masih cinta sama kak Rain. Tapi hati gue sakit banget setiap melihat dan mengingat kak Rain dan Bunga. Semoga keputusan yang gue ambil gak salah.” Ucap Nala pada dirinya sendiri
Nala bergegas masuk ke kamar mandi dan mencuci mukanya. Sebenarnya Nala sudah mandi sepulang dari rumah Bella. Nala menyamarkan wajah bengkak dengan bedak. Ia pun turun untuk menemui Rain.
Dari ruang tamu Rain melihat Nala turun dari tangga, Rain segera berdiri. Nala berjalan mendekati Rain dan duduk di sebelah meja berhadapan dengan Rain.
“kak Rain ada perlu apa ke rumah Nala kak?” Nala to the point bertanya.
“Nala, maafin kak rain yah. Masalah di kampus tadi. Kak Rain tidak bermaksud membentak kamu, hanya saja situasinya saat itu begitu tiba-tiba, kak Rain bingung kamu kayak gitu sama Bunga” ucap Rain.
.
“Nala kakak minta maaf. Kakak gak sengaja tadi”
“Nala gak permasalahkan kejadian tadi kok kak. Diantara kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi kak. Jadi gak perlu persoalkan”
“gak Nala. Kamu Cuma milik kak Rain. Hanya milik kakak. Ingat, kita ini sudah bertunangan dan kita nanti akan menikah” ucap Rain
“gak kak. Nala udah gak cinta lagi sama kak Rain” Nala memejamkan matanya sambil mengatakan itu, walaupun ia membenci Rain namun rasa cintanya masih ada untuk pria itu, walaupun tidak sebesar dulu
“jangan bohong kamu Nala. Kakak tau kamu cinta sama kakak, dari awal kita ketemu bahkan sampai sekarang.”
“rasa cinta Nala udah mati kak, semenjak pengkhianatan yang kak Rain lakukan”
“gak. Kakak gak percaya. Percaya sama kakak, kakak akan buktikan, tidak akan mengulanginya lagi. Kakak janji. Kakak akan lebih lagi mencintai kamu”
__ADS_1
“kak rain bohong. Setelah kak Tessa, sekarang Bunga. Kalo Nala maafin, entah siapa lagi berikutnya yang akan menggoda kak Rain, dan dengan gampangnya pasti kak Rain akan tergoda” Nala berkata-kata dengan tangisannya.
“Nala pliss. Dengarin kakak. Kamu mau kan balik lagi sama kakak?” Rain bersujud di kaki Nala. Nala tambah menangis.
“gak kak. Nala gak bisa, lebih baik, kembali saja pada kak Tessa atau Bunga. Kalau kita kembali pun kita sama-sama menjalani hubungan yang akan terasa hambar kak, karena sekali berkhianat akan tetap berkhianat”
Rain berdri. “jika dengan cara baik-baik tidak bisa meluluhkan hati kamu, berarti hanya dengan cara lain. Dan dengan cara ini kamu pasti mau” batin Rain
“tunggu sebentar.” Kata Rain sambil melangakah keluar, ke arah mobilnya. Rain mengambil amplop coklat dan kembali lagi ke dalam menemui Nala. Rain memberikan amplop itu kepada Nala.
“buka” perintah Rain
Dengan penasaran, Nala membuka amplop coklat itu, dan betapa terkejutnya ia, ia tidak percaya bahwa yang ada dalam genggamannya sekarang adalah foto kebersamaan Nala dan Axel saat di pantai dulu.
“ini. Maksudnya apa kak. Kakak nguntit aku?” tanya Nala
“kalau ia kenapa? Kalau foto-foto ini sampai ke wartawan dan berita ini menyebar bahwa kekasih dari pengusaha Rain Koch berselingkuh dengan sahabat baiknya sendiri, yaitu Axel Abraham, apa yang bakalan terjadi yah. Gimana kira-kira reaksi orang tua kamu, melihat berita buruk mengenai putri kesayangan mereka ini” Rain tersenyum penuh kemenangan.
Nala masih terdiam. Mencerna beberapa hal.
“jadi kita impas sekarang. Kamu berselingkuh sama Axel, dan aku sudah memaafkan kamu. jadi kamu juga harus memaafkan semua kesalahan aku, dan kita mulai lagi dari awal. Kalau tidak jangan salahkan aku jika berbuat nekat” ucap Rain penuh ancaman.
Nala terduduk di lantai meremas foto-foto di tangannya.”kak Rain tidak bisa mengancam aku kayak gini kak. Jangan membalikan fakta. Yang selingkuh disini bukan aku sama kank Axel tapi kak Rain sama sahabat aku sendiri Bunga dan juga kak Tessa” Nala tidak terima tuduhan yang di lontarkan Rain.
“jangan bohong kamu. sudahlah. Terima aja nasib kamu, sampai kapanpun kamu tidak bisa terlepas dari aku. Ingat, hubungan kita di mulai dari awal lagi. Aku tidak mau terima bantahan dan penolakan. Satu lagi, sifat kamu, sikap kamu, dan semua tentang kita yang dulu harus sama. Aku tidak mau masalah ini merubah semua tentang kita yang dulu. Masuklah. Aku akan pulang dulu. Aku sudah punya nomor baru kamu, jika aku telepon kamu harus menjawabnya. Aku pergi dulu” kata Rain”Cup. By” Rain mengecup sayang pipi Nala.
Setelah kepergian Rain Nala menangis histeris. Bibi datang dan menghampiri Nala. Bibi membawa segelas air putih.
“minum dulu non” Nala menerimanya dan meminum air segelas itu sampai habis. Bibi mengambil gelas dan meletakannya di atas meja. Bibi memeluk sayang Nala. Nala menangis sejadi-jadinya di pelukan bibi.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1