Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Tamparan


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!!!


...


Kampus


Nala dan Bella sedang berada di dalam kelas. Tiba-tiba ada seorang dosen memasuki ruangan dan memanggil nama Nala.


"Nala Kejora?" Panggil sang dosen


"Iya Bu." Nala menjawab sambil mengangkat tangannya.


"Bisa ikut saya sebentar?"tanya Bu dosen


"Iya Bu" jawab Nala."Bell gue pergi dulu yah"


Nala beranjak dari kursinya, keluar kelas dan mengikuti langkah kaki sang dosen. Setibanya di ruangan disen, dosen itu mempersilahkan Nala untuk duduk di kursi di depannya. Mereka pun memulai pembicaraan.


"Saya sudah nyariin kamu beberapa hari ini, tapi katanya kamu ijin. Apa kamu ada Masalah?" Dosen memulai pembicaraan


"Emm. Gak ada Masalah kok Bu, saya ijin ada acara keluarga Bu" Nala memberi alasan itu, entah Dosennya mau percaya atau tidak.


"Saya tau kamu berbohong, kamu ada Masalah, tapi saya tidak ingin memaksa kamu untuk cerita. Saya harap kamu bisa dengan bijak menyelesaikan masalahmu. Saya pikir kamu gadis yang memiliki sejuta pesona, begitupun juga saya yakin kamu gadis yang memiliki sejuta cara untuk menyelesaikan masalah kamu" tutur sang dosen.


"Makasih bu, tebakan ibu memang benar. Saya punya masalah Bu. Tapi maaf yah bu. Saya tidak ingin menceritakan masalah saya. Terimakasih karena sudah peduli dengan saya" balas Nala


"It's okey Nala."kata dosennya"saya memanggil kamu kesini, karna ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan" sambungnya lagi


"Ada apa yah bu." Nala penasaran


"Begini Nala, beberapa Minggu lagi kampus kita akan mengadakan program pertukaran mahasiswa. Dan kamu serta Beberapa kakak tingkat kamu terpilih untuk mengikutinya"Nala kaget.


"Saya Bu?" Nala menunjuk dirinya sendiri. ibu dosen pun mengangguk.


"Iya kamu. Sebenarnya dari angkatan kamu ada tiga orang yang kami prioritaskan. Tapi kedua orang dari kalian bertiga tidak mau mengambil bagian. Jadi hanya kamu. Dan memang dari dulu, kamu menjadi pantauan kami. Kami tau perkembangan study kamu. Memang tidak pernah mengecewakan."


"Boleh saya tau. Siapa dua orangnya lagi Bu?" Tanya Nala penasaran.


"Em. Itu Bella teman sekelas kamu dan Juan dari Fakultas lain" Nala tertegun.


"Jadi kalian berdua?"pantas saja tidak mau. Dasar, kalian emang gak mau di pisahkan" gerutu Nala dalam hati.


"Saya kenal mereka bu. Oh ya Bu. Kapan berangkatnya yah? Dan Negara mana yang akan kita tuju" tanya Nala

__ADS_1


"SeMinggu lagi. Makanya kami beritahukan SkaranG untuk mempersiapkan kalian Nala dan negara yang di tuju adalah Singapore"jawab Bu dosen.


"Berapa lama Bu kita di negara Itu?" Tanya Nala lagi.


" 2 bulan Nala. Kalian jangan takut. Walaupun bertepatan dengan berakhirnya masa study kalian satu semester tapi kampus tetap memberikan kalian nilai tambahan karena kalian memang orang orang terpilih tanpa mengikuti ujian akhir semester."


"Iya Bu. Baiklah. Saya akan mempersiapkan diri saya sebaik mungkin "


"Bagus Nala, itu memang yang sangat kami harapkan" jawab sang dosen.


"Ada lagi Bu yang ingin ibu sampaikan?" Tanya Nala


"Saya hanya ingin memberi kamu sedikit nasihat. Lebih peka lah dalam menilai orang. Orang yang baik di depan kamu belum tentu baik juga di belakang kamu, Berlakupun sebaliknya. Kamu gadis yang baik. Baik-baiklah juga memilih teman. Saya rasa kamu tau maksud saya"


"Apa Bu dosen tau yah tentang Bunga?" Nala bertanya dalam hati.


"Em. Baiklah Bu. Saya akan mengingatnya. Terima kasih Bu untuk nasihatnya."


"Yah. Sama-sama. Kamu boleh keluar sekarang"


"Iya. Saya permisi Bu"


Nala keluar dari ruangan dosen dengan wajah datar. Ia masih terngiang pembicaraan terakhirnya dengan sang dosen.


"Apa Bu dosen tau yah tentang Bunga? Kalo begitu cuma gue aja yang selama ini tertipu oleh kepolosannya."gumam Nala.


Bella yang melihat Nala datang langsung mencercanya dengan berbagai pertanyaan. Sedangkan Bunga diam saja, masih terkejut dengan kemunculan Nala.


"Na. Loe kenapa di panggil?" Tanya Bella. Bella sudah tahu untuk apa Nala di panggil, hanya saja ia iseng-iseng ingin bertanya, dari pada ngomong sama Bunga.


"Oh. I..i..tu. tadi Bu dosennya nanya keadaan gue aja. Karena gak masuk beberapa hari ini"


"Oh. Gue kira apaan"


"Em. Na. Loe dari mana aja sih. Gue kangen banget tau. Gue sering ke rumah loe, tapi bibi bilang loe lagi ke rumah keluarga loe. Keluarga yanG mana Na?" Tanya Bunga.


"Oh. Keluarga nyokap gue di luar kota. Loe gak kenal Bunga" jawab Nala


"Oh ia. Loe udah kasih tau ka Rain? Dia nyariin loe terus. Nomor telepon loe gak bisa kami hubungi." Kata Bunga


"Belum. Ntar aja. Gue pengen sendiri dulu. dan handphone gue rusak, belum sempat beli yang baru Bunga"jawab Nala. Sebenarnya ia sudah gak betah harus berpura-pura tidak tahu. Cuma demi melancarkan rencana mereka, ia terpaksa.


"Yaudah. Ntar gue kasih tau kak Rain kalo loe udah balik"

__ADS_1


"Ia. Terserah loe aja Bunga"


Sementara Mereka berbincang-bincang, dosen salah satu mata kuliah masuk. Mereka bertiga menghentikan pembicaraan mereka.


2 jam kemudian, dosen pun keluar. Tanda berakhirnya perkuliahan.


"Na, Bell. Gue duluan yah, ada keperluan ni. Nyokap bokap gue hari ini sampai. Gue yang jemput"


"Gue ikut yah, kangen banget Om sama Tante"


"Eh. Gak usah. Gue aja. Ntar kalo uda nyampe rumah, gue kasih tau"


"Yaudah. Loe hati-hati yah. Salam buat Om sama Tante"


"Iya. Gue sampein ntar. Dah Na, Bell"


Sepeninggal Bunga. Bella mencibir.


"Dasar *****. Jijik banget gue liat tingkahnya. Dia pasti di antarin kak Rain"


"Mungkin. Ayo kita susul"ajak Nala.


Nala dan Bella pun mengikuti Bunga. Saat mereka keluar, Bunga hendak memasuki Taxi. Mereka pun mengikuti dengan jarak jauh.


"Kita Uda seperti penguntit aja Bell"


"Biarin. Na, Bunga pasti menuju perusahaannya Rain."


"Iya. Ini arah perusahaannya kak Rain." Nala meremas kuat bajunya. Semua terpantau oleh Bella. Tapi Bella hanya diam saja.


"Uda turun itu" Kata Bella. Bella dan Nala melihat Bunga memasuki perusahaan Rain. Mereka pun keluar dari mobil. Mereka berdua langsung menuju ruangan Rain. Saat sampai di lantai dimana ruangan Rain berada, Sang Sekretaris kaget melihat kedatangan Nala. Ia tergagap. Nala melihat kepanikan di Wajah mba Rina. Nala menaruh jari telunjuknya di bibir. Memberi kode untuk diam.


Dengan serentak Nala dan Bella membuka pintu ruangan Rain, dan betapa terkejutnya mereka, saat melihat Rain menindih tubuh Bunga di atas Sofa. Rain dan Bunga terkejut. Mereka sontak bangun dengan salah tingkah. Bella ms4endekat dan terdengar bunyi tamparan.


Plakk


Plakk


Dua tamparan mendarat mulus di pipi Bunga. Rain menatap Bella dengan tajam.


"Apa yang kamu lakukan Bella?"marah Rain. Nala yang melihat Rain membela Bunga, sontak menampar lagi pipi Bunga.


Plakk

__ADS_1


Plakk


Bersambung


__ADS_2