Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
113


__ADS_3

Maaf kalo masih ada typo


Selamat Membaca


..........


Rio menancapkan gas menuju Rumah sakit yang di sebutkan oleh Lia tadi.


sebelumnya Rio sudah menghubungi Axel dan Orang tua Leon.


saat menelpon tadi respon mamanya Leon sangat syok.


sewaktu perjalanan nya ke rumah sakit Rio juga memikirkan kejadian ini. kok bisa Leon sampe tak sadarkan diri dan di larikan ke rumah sakit. perbuatan siapa ini?


Rio hanya akan menunggu Leon sadar dan menceritakan semuanya pada Mereka.


tibalah Rio di Rumah sakit, terlihat oleh pandangan nya Lia sedang berjalan mondar-mandir di depan salah satu ruangan.


"Lia" panggil Rio


"Rio. syukurlah akhirnya loe datang juga. gue takut banget sumpah, sendirian di sini pas orang tuanya Leon datang" ucap Lia


"tenang Lia. gak terjadi apa-apa kok. percaya sama gue" balas Rio. Riomengerti kekhawatiran Lia.


"Rio, Lia"


Lia dan Rio menoleh, ternyata yang datang adalah Axel dan Nala.


"gimana keadaan Leon?" tanya Axel khawatir.


"gak tau. gue baru nyampe. dokter juga masih belum keluar" jawab Rio.


"kak Lia tenang yah. kak Leon pasti gak kenapa-kenapa kok" hibur Nala.


"makasih Nala. yah, Leon pasti baik-baik aja" ucap Lia. menguatkan dirinya sendiri.


krek

__ADS_1


bunyi pintu di depan mereka berbunyi, mereka sontak mengarahkan pandangan pada sosok berjaket putih di depan pintu.


"keluarga Tuan Leon" ucap sang dokter


"iya dok. kami sahabatnya. gimana keadaan sahabat kami dok" ucap Axel.


"tuan Leon tidak sadarkan diri karna benturan yang ia trima. tapi tidak apa-apa. sebentar lagi ia akan siuman. silahkan kalo mau menemuinya" ucap sang dokter.


"syukurlah" Ucap mereka berempat berbarengan mendengar Penjelasan dokter.


mereka pun berjalan menuju ruangan Leon.


di bed pasien. Leon sedang tidur. tidak terganggu dengan kehadiran mereka.


"kamu kenapa sih Leon. kok bisa sampe kayak gini?" Lia mendekat dan menggenggam tangan Leon. entah melihat kekasih nya seperti ini, Lia juga ikut merasakan sakit. sejak kedapatan Leon tak sadarkan diri di pinggir jalan tadi, Lia merasa takut. Lia makin yakin kalo Leon sudah menempati ruang hatinya sepenuhnya yang selama ini di isi oleh Axel.


"I Love You My Leon" Ucap Lia dan mengecup Tangan Leon.


Rio, Axel dan Nala yang berada di situ, seketika tersenyum. terutama Axel. karena Lia sudah sepenuhnya melupakan dia dan Mencintai sahabatnya Leon dengan sepenuh hati.


"Li. kita bertiga nunggu di luar yah. loe di sini aja sama Leon" ucap Rio, Axel dan Nala mengangguk. mereka mengerti. memberi waktu untuk Lia bersama Leon. Mungkin dengan mereka sendiri, Lia bisa berterus terang tentang perasaannya kepada Leon tanpa rasa malu kalo ada orang lain mendengarnya.


"Leon. sayang. kamu ingin aku memanggilmu begitu kan? dengan mesra seperti pasangan lain? ia sayang. aku skarang sadar, ternyata aku sangat mencintai kamu. aku malu mengakuinya. aku gengsi. tapi skarang aku ingin mengatakan lagi, Aku Mencintaimu Leon. trima kasih karena sudah menungguku selama ini, trima kasih sudah menerimaku dengan semua masa lalu, masa laluku yang buruk. trima kasih untuk semua cinta mu kepada ku. aku mau lebih lagi berjuang demi mendapatkan restu orang tua kamu. aku tidak ingin menyerah" Lia menangis sambil mengatakan semuanya.


Lia terkejut kala tangan Leon mengusap air matanya. dalam tangisannya ia tersenyum. sungguh Leon tidak tega melihat Lia seperti ini. tapi ini cara satu-satunya biar Orang tuanya merestui hubungan mereka berdua.


"sayang. kamu udah sadar?" ucap Lia tertahan.


"jangan nangis. aku gak apa-apa kok. tadi aku cuma pusing tiba-tiba di pukul, tapi skarang uda gak apa-apa." ucap Leon. mereka saling mencurahkan perasaan mereka masing-masing sampe kedatangan dua orang yang Lia takutkan, sontak membuat ia berdiri dari duduknya.


"ta tante... o om" Ucap Lia terbata-bata.


mamanya Leon yang tadinya khawatir dengan keadaan Leon seketika murka melihat Lia berada di kamar nya Leon juga.


"ngapain kamu di sini? saya sudah bilang saya tidak merestui hubungan kalian. dasar kamu Lia, tidak tau diri. jauhi Leon, jauhi anak saya. Keluar kamu dari sini" marah mamanya Leon.


"Ma. cukup ma. Kenapa mama benci banget sama Lia. Leon cinta banget ma sama Lia."

__ADS_1


"cukup Leon. lihat kamu celaka begini karena dekat-dekat sama perempuan ini." tunjuk mama Leon kepada Lia. Lia hanya menunduk. mungkin ini karmanya karena masa lalu memjadi wanita tidak tau malu dan berencana menghancurkan hubungan Axel dan Nala.


"Lia minta maaf tante" ucap Lia dan berlari keluar kamar.


Leon yang melihat Lia di marahi dan keluar dengan air mata seperti itu, hatinya teriris. perih.


"Ma. bisakah ngertiin Leon ma. Leon sudah dewasa ma. Lia adalah pilihan Leon. apakah mama tau, Leon sudah berubah jadi lebih baik sejak Lia menerima Leon Ma" Ada jeda sebelum melanjutkan ucapannya.


"Lia itu cinta Monyet Leon Ma. Lia itu Cinta pertama Leon Ma. Lia itu cinta dalam diam Leon ma. mama tau, Selama ini Leon hanya menunggu Lia. Leon tidak serius selama ini karna Lia ma. Leon sudah mencoba mencari pengganti Lia tapi Leon gak bisa Ma"


"Melihat Lia mengejar-ngejar Axel, Leon sakir ma. sakit melihat Lia seperti itu. melihat Lia yang dulu polos dan Periang berubah jadi wanita yang mama anggap kayak gitu, Leon juga sakit Ma. seperti yang Lia rasakan Leon juga merasakan berkali-kali lipat."


"tapi Leon.. mama.. "


"ma apakah mama tau, saat Lia menerima Leon, Leon merasa menjadi pria yang sangat beruntung. dulu Lia merupakan gadis cantik yang di sukai banyak pria, dari sekian banyak pria yang menyukai Lia salah satu nya adalah Leon. tapi Lia hanya mencintai Axel. dan skarang Saat Lia sudah mencintai Leon, Mama mau memisahkan kami ma?" Leon menghela nafasnya


"mama mau buat Lia celaka Ma? mama tau siapa yang buat Leon kayak gini? ini orang suruhan mama yang mama bayar buat celakain Lia"


duarrrr


Mamanya Leon mundur beberapa langkah. kaget bukan main.


papanya juga ikut kaget. sebenci itukah istrinya terhadap kekasih anaknya?


"benar apa yang di katakan Leon Ma? mama ingin buat Lia celaka? " tanya papanya Leon.


"tidak pa. Leon sayang. dengar nak. bukan seperti itu maksud maama. mama hanya berniat memberi pelajaran sedikit saja pada Lia"


"apa?" teriak Leon dan papanya bersamaan


"seribu macam cara yang mama lakukan terhadap Lia, Leon akan tetap melindungi Lia ma. mama Mau Leon lebih parah lagi dari ini, ia? mama mau Leon pergi dari hidup kalian ia? "


"gak sayang. jangan ngomong seperti itu nak. maafkan mama sayang. mama gak akan lakuin itu lagi. mama janji. mama merestui hubungan kalian asalkan jangan tinggalkan mama" ucap Mama Nya Leon.


"yes. maafin Leon Ma. buat mama sedih, tapi Leon tidak tau lagi gimana caranya biar mama nerima Lia" batin Leon senang juga sedih.


Leon tidak sabar memberitahukan hal ini Pada Lia.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2