Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
Masalah Terselesaikan


__ADS_3

...


"Ah, itu dia Uda datang" Ucap Rain tersenyum


Tak tak tak


Bunyi Sepatu bersentuhan dengan lantai..


Nala tiba-tiba kaget ternyata...


"Hai En, Uda lama nunggunya?" Tanya Tessa dengan senyum merekah. Senyum itu pudar perlahan saat matanya ketemu mata indah milik Nala


Nala kaget, ia tiba-tiba berdiri dari kursi hendak beranjak dari situ tapi di tahan oleh Rain.


"Jangan pergi Na, Ayo duduk lagi. Sa, kamu juga silahkan duduk'' Rain menyuruh keduanya duduk


"Maksudnya apa ini kak Rain, ada mba ini juga? Kakak kenapa jahat banget sih sama aku?" Mata Nala suda mulai berkaca-kaca.


"Eh, kamu manggil Rain kakak, kok aku mbak sih, berasa Uda tua aja aku" sinis Tessa


"Lah emang mba kan udah tua, yaudah, kalo gitu Nala manggil kak Rain Om aja deh, kalian kan emang Uda tua yha" jawab Nala apa adanya


"What, Om" Rain membulatkan matanya. Tak habis pikir dengan jalan pikirannya Nala


Nala hanya mengangguk


"Ih. Ngapain juga bahas itu, kalo kalian mau ketemu jangan ngajak aku dong mba, Om. Kalo kalian masih saling cinta Om Rain tinggal Chat aku minta udahan aja. Jangan di depan mbak ini" ucap Nala menahan tangis juga menahan Sakit


"Na, bukan gitu. Duh, kok jadi kacau gini yha. Kamu Ralat yah, panggil kakak lagi, atau mas juga boleh. Tapi jangan om dong"


"Yaudah kak Rain, mau ngomong apa, cepatan"


" Kita makan dulu yah Na, bukannya tadi lapar?" bujuk Rain sambil memegang tangan Nala, membuat Tessa berapi-api.


"Tahan Tessa, kamu harus bermain cantik" gumam Tessa dalam hati


Rain memberi kode pada pelayan, tak lama beberapa pelayan datang dan menghidangkan makanan yang sebelumnya telah di pesan duluan oleh Rain.


"Wah, En. Kamu masih ingat makanan kesukaan aku?" Pancing Tessa


Wajah Rain pias, Rain melihat raut wajah Nala sudah merah padam, sebelum semuanya menjadi lebih kacau, Rain harus melakukan sesuatu.


"Bukan makanan kamu aja Sa, tapi makanan Kesukaan Nala juga" ucap Rain tersenyum sambil menggenggam tangan Nala.

__ADS_1


Rain merasa lega, melihat sekilas senyum di wajah cantik Nala.


"Ayo kita makan dulu" kata Rain


Mereka bertiga sedang menikmati makanan, tiba-tiba terbersit niat jahat di kepalanya Tessa.


"Aow"Tessa pura-pura meringis memegang perutnya. Dia tertawa gembira dalam hati kala melihat betapa paniknya Rain.


"Sa, kamu kenapa Sa?" Dengan reflek Rain berdiri di samping Tessa dan menyangga tubuhnya


"Oh, gak apapa En, aku hanya kram perut aja, biasa, masalah perempuan" Tessa mengelus tangan Rain.


Nala menyaksikan semua yang mereka lakukan dengan hati yang tercabik-cabik.


"Maaf, aku Uda selesai makan boleh aku pergi?" Nala berbicara dengan berderai air mata


Rain tersadar, Rain melihat ke arah Nala, hatinya ikutan sakit melihat Nala menangis, lagi-lagi dia menyakiti Nala-nya


"Jangan dulu Na, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku reflek aja Na, gak ada perasaan apapun lagi sama Tessa sayang"


Tessa mengepalkan tangannya dibawah meja.


"Kalo sikap kakak kayak gini ke semua orang, Nala kayaknya gak sanggup kak. Kakak tau Nala orangnya cemburuan"


"Ini Tessa, teman kakak waktu sekolah sekalian Mantan pacar kakak, dan juga yah, dia cinta pertama kakak. Dan Sa, ini Nala kekasih aku, maaf atas apa yang Uda aku lakukan sama kamu Kemarin Sa, jujur aku khilaf" Rain mulai memperkenalkan Nala dan Tessa


"Sayang, kakak sama Tessa gak ada hubungan apapun. Kemarin yah kakak emang salah, tapi kini kak Rain sadar, semenjak kamu marah, kakak merasa kehilangan, itu artinya kakak cinta sama kamu, gak ada yang tersisa lagi buat orang lain, Tessa Uda punya kehidupan sendiri" Rain menggenggam tangan Nala dan mengeluarkan Sebuah cincin cantik dari sakunya jasnya.


"Kakak mohon, memulai hubungan lagi yah sama kakak seperti biasanya. Bukan depan, Kakak dan keluarga kakak akan datang melamar kamu, Skalian meminta agar kita segera tunangan, biar kamu gak ragu lagi sama kakak" Panjang lebar Rain berbicara


"En" mata Tessa mulai berkaca-kaca. Tessa yakin pasti Rain bakalan luluh, air mata adalah senjata ampuh Tessa meluluhkan hati Rain


Sambil menggenggam tangan Nala, Rain berbicara pada Tessa


"Sa, maaf. Skarang sudah ada Nala di hati aku, aku harap kita bisa berteman Sa"


Tessa pura-pura tersenyum, dibawah meja tangannya terkepal kuat.


"Aku pikir masih ada perasaan yang tersisa buat aku En, ternyata Uda gak, semoga kita bisa berteman baik En, Nala maafin aku"


"Aku Uda maafin mba, eh kak Tessa sama kak Rain kok" Nala tersenyum tulus


Mereka memutuskan untuk pulang. Rain memanggil Taxi buat Tessa, sedangkan Ia mengantarkan Nala pulang dengan mobilnya.

__ADS_1


Di dalam mobil, Nala senyum-senyum sendiri.


" Kamu kenapa senyum-senyum gitu" Rain memandang Nala


"Gak, aku mau bilang aku cinta sama kak Rain" ucap Nala malu-malu sambil menutup matanya dengan tangan.


Rain meraih jemari lentik Nala, mengecupnya dan menggenggamnya.


"I Love U Too Nala Kejora"


...


Mobil terparkir di halaman rumahnya Nala, sebelum Nala keluar, Rain menahannya.


Rain dan Nala saling memandang, Nala menundukkan wajahnya salah tingkah. Wajahnya kini merona merah.


Rain mengangkat dagu Nala, ia mendekat ke Arah Nala, bibir Rain hendak menyentuh bibir Nala, tapi di Gagalkan oleh suara telepon.


Shiitt, umpat Rain


Nala buru-buru melihat hapenya, ternyata yang telepon adalah Axel.


"Siapa?" Tanya Rain


"Oh, ini si Bella kak, yaudah aku turun dulu yah, hati-hati pulangnya kak"


Rain mengangguk


Nala masuk ke dalam rumah dengan hati yang berbunga-bunga setelah melepas kepergian Rain dari rumahnya.


Bersambung...


Segini dulu yha readers


Jangan lupa follow Ig nya author yha


#Nalatue


#Author akan usahakan setiap hari update yha guys


#tinggalkan like, vote, n komen yang membangun yha buat author


#Dangke

__ADS_1


#Saranghe😍


__ADS_2