Menyesal Pernah MencintaiMu

Menyesal Pernah MencintaiMu
95


__ADS_3

Maaf kalo masih ada typo.


-Selamat Membaca-


.....


Mamanya Bunga yang merasa kecewa terhadapnya juga hendak keluar, tetapi omongan yang keluar dari mulut Bunga menambah kekecewaan padanya.


“kenapa hanya Nala yang beruntung. Kenapa semua orang sangat menyayanginya. Kenapa semuanya hanya menyalahkan Bunga. Kenapa? Aku membenci kamu Nala. Semua ini berawal dari kamu. kamu sudah merebut semua orang yang aku sayangi. Aku sangat sangat membenci kamu” teriak Bunga.


Mamanya Bunga hanya menggelengkan kepalanya. padahal seharusnya semua ucapan yang di katakan Bunga harusnya berbalik padanya. Bukankah Bunga yang sudah berusaha merebut orang yang Nala sayangi?.


“kamu yang merebut orang Nala sayangi Bunga, bukan Nala kamu sadar gak. Kamu memang keterlaluan. Jika kamu terus iri terhadap Nala, sampai kapanpun kamu tidak akan puas dan terus menyalahkan Nala.” Ucap mamanya Bunga.


“kali ini mama setuju sama papa kamu. jika kamu masih melawan, mama tidak akan menahan kamu. silahkan pergi. Kembali saat kamu sudah menyesali perbuatan buruk kamu. mama menyesal karna gagal telah mendidik putri satu-satunya mama dan papa” sambung mamanya Bunga.


Mamanya Bunga berlalu dari ruangan Bunga. Kini hanya Bunga sendirian, ia menangisi nasibnya. Namun ia tidak menyesal.


“maafin Bunga pa, ma. Tapi Bunga gak bisa ikutin maunya kalian. Bunga akan tetap mempertahankan kandungan Bunga ini. Dengan begitu kak Rain masih akan tetap di sisi Bunga. Bunga yakin itu”. ucap Bunga.


.....


Waktu berlalu cukup cepat sudah seminggu berlalu setelah kejadian di rumah keluarga Nala. Axel masih tetap bolak-balik ke rumah sakit memantau keadaan ayahnya Nala yang telah melewati masa kritis namun belum juga sadarkan diri.


Nala dan ibunya terpaksa harus bergantian menjaga ayahnya. Mereka tidak mau sembarang orang masuk ke dalam ruangan ayahnya. Bersyukur Nala masih libur kuliah, jadi ia mempunyai banyak waktu untuk merawat ayahnya.


Kembali ke sisi Bunga. Bunga sudah keluar dari rumah sakit tiga hari yang lalu. Namun Bunga tidak tinggal bersama keluarganya, melainkan ia memilih apartemennya. Dengan demikian keluarga Bunga menganggap bahwa Bunga memilih Rain dari pada memilih keluarganya.

__ADS_1


Papanya Bunga menyuruh membekukan segala tabungan yang di miliki Bunga. Mobilnya juga ia tarik. Termasuk apartemen yang sekarang ia tempati. Mau tidak mau, hari ini Bunga harus mencari tempat baru.


Bunga begitu pintar. Karena ia sudah menduga ayahnya bakalan menarik semua fasilitas yang ia miliki serta uang yang dia miliki di kartu pemberian ayahnya, jadi setelah keluar dari rumah sakit, Bunga langsung menuju ke bank guna mengambil sejumlah besar uang.


Bunga berpikir, jika ia keluar dari apartemen ini, tidak mungkin ia ke hotel atau menyewa apartemen baru. Karena ia harus berhemat.


Dalam pemikiran Bunga. Jalan satu-satunya yaitu menemui Rain ke apartemenya. Ya, Bunga memutuskan untuk tinggal di apartemen Rain bersama dengan Rain. Rain pasti tidak akan menolaknya karena Bunga mempunyai senjata ampuh yaitu kehamilannya, pikir Bunga.


Ia ingin menelpone Rain, namun pikir Bunga percuma saja Rain tidak akan mengangkat panggilannya. Karena memang seminggu ini Bunga menghubungi Rain melalui telepone dan Bunga juga sempat menge-chat Rain memberitahu bahwa Bunga sedang sakit dan berada di rumah sakit di mana ayahnya Nala di rawat, namun Rain tidak menjawab panggilannya, bahkan hanya membaca pesannya saja tanpa membalas. Rain tidak pernah menjenguk Bunga sedikitpun. Itullah mengapa Bunga berniat pergi ke apartemen Rain tanpa memberitahu Rain dulu.


Sesampainya di apartemen Rain, Bunga langsung masuk, karena kebetulan pintunya sedikit terbuka. Saat masuk Bunga kaget bukan main. Karena melihat kondisi di dalam ruangan apartemen yang Rain tinggali. Semuanya berantakan, puntung rokok di mana, botol-botol minuman kera* maupun bekas makanan pesanan Rain berhamburan.


Kalau di lihat seperti ini, lalu bagaimana dengan keadaan Rain? Pasti lebih parah dari ini.


Bunga meletakan barang-barang yang ia bawa begitu saja dan mulai mencari-cari keberadaan Rain.


Bunga diam-diam mendekati Rain, ia hendak memindahkan foto yang berada dalam pelukan Rain, namun belum fotonya berpindah, Rain sudah bangun dari tidurnya, dan melihat tangan Bunga menarik foto Nala yang ia peluk.


“apa yang kamu laukan?” teriak Rain marah melihat Bunga hendak mengambil foto Nala.


“kak. Aku hanya ingin memindahkan foto ini kak. Jangan berlarut-larut dalam kesedihan seperti ini kak. Masih ada aku Bunga kak di sisi kakak” ucap Bunga.


“kurang ajar kamu, ngapain memindahkan foto Nala hah?”


Plak...


Marah Rain, Rain melayangkan satu tamparan keras ke pipi kiri Bunga, karena tamparan keras itu, pipinya sedikit biru dan bibir Bunga mengeluarkan darah. Namun tidak menyurutkan emosi Rain.

__ADS_1


“ngapain ke sini kamu Bunga? Pergilah semuanya karena kalian. Kamu dan Tessa. Kalau saja kalian tidak ada, hubungan aku sama Nala skarang baik-baik saja.”


Bunga sangat marah mendengar penuturan Rain.


“gara-gara kami? Semuanya karena kakak sendiri yang tidak bisa menahan godaan? Jangan menyalahkan aku kak. Munafik kalau seperti itu. karena ini yang selama ini kakak inginkan. Menjalani hubungan yang lebih dari pasangan lain. Berhubungan int*m kan yang kakak mau? Dan aku menawarkan semuanya. Apa yang salah. Kakak dengan senang hati menerimanya. Bahkan sampai ketagihan. Jadi tidak perlu menyesali apa yang terjadi, dengan tidak adanya Nala, kita bisa bebas kak.”


Bukannya menerima apa yang Bunga sampaikan, Rain malah mengusirnya.


“pergilah. Jangan sampai aku kembali berbuat kasar sama kamu” ucap Rain datar.


“tidak. Aku tidak bisa pergi. Karena sekarang, aku sementara mengandung anak kak Rain” ucap Bunga.


Duarrrr....


Jantung Rain bergemuruh. Kenapa semuanya seperti ini. Tessa dan Bunga sama-sama mengandung anaknya. Anak yang tidak ia harapkan, namun kini hadir di perut Bunga, apa yang akan aku lakukan, pikir Rain.


“setiap kita berhubungan, aku sudah memperingatkan kamu Bunga bahwa kamu jangan lupa meminum pil. Skarang kenapa kamu hamil Bunga, kenapa?” tanya Rain sambil menggoyang-goyangkan tubuh Bunga.


“maaf, beberapa kali kita berhubungan di hotel itu, aku lupa meminum pil itu kak” ucap Bunga.


Arrgggggggghhhh..... Teriak Rain.


“kenapa harus Tessa atau kamu yang hamil Bunga. Kalian tau aku gak cinta sama kalian. Aku Cuma mencintai Nala. Aku hanya ingin memiliki anak dengannya. Hanya Nala. arkhhhhhh” marah Rain lagi.


Prangg..


Rain membuang dan melempar botol-botol yang berserakan di atas meja. Bunga yang melihat Rain dalam keadaan seperti itu, memilih keluar dari kamar Rain, karena percuma ia berbicara dengan Rain, sedangkan emosinya sedang tidak stabil.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2